Skip to main content
UnggulanBerita UtamaSekretariat UtamaBidang Pencegahan

BNN Ajak Seluruh Keagamaan Berperan Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

BNN ajak seluruh Keagamaan Berperan Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Peran pemuka agama dipandang sangat penting dalam memberikan tuntunan rohani terkait pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat. Hal ini berkait dengan masih maraknya peredaran gelap narkoba di indonesia, bahkan menyasar ke semua kalangan.

Berdasarkan hasil survey, 78 persen responden mengatakan bahwa pemuka agama berpengaruh sangat besar dalam membentuk karakter umat agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu kami mengajak semua pemuka agama untuk lebih sering mengingatkan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, kata Anjan Pramuka Putra, S.H, M.Hum Deputi pencegahan saat membuka seminar bagi pemuka agama di bidakara, jakarta senin (16/12).

Dari survei tersebut menurut Sestama BNN, Drs. Adhi Prawoto pada sambutannya mengatakan, Agama merupakan Alternatif yang dapat dijadikan solusi dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. “Karena semua agama jelas dan pasti mengatur, mengajarkan dan menuntun pada kedamaian bagi pemeluknya senantiasa mengajarkan untuk selalu berbuat baik”.

Hadir juga sebagai narasumber Deputi Pemberantasan BNN, Drs Arman Depari menyebutkan akar segala kejahatan adalah narkoba. Kekerasan dalam rumah tangga sering kali dipicu oleh penyalahgunaan narkoba. Tindakan kriminal juga banyak disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba.

Baca juga:  Jalin Sinergitas, Kejaksaan Agung Siap Membantu BNN

“Disinilah kita perlu intervensi pemuka agama dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang bahayanya narkoba,” ajak Arman.

Sementara Deputi Rehabilitasi BNN Dra Yunis Farida Oktoris M.Si mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan penyalahguna narkoba. “Jangan malu apabila ada keluarga kita yang menjadi pencandu narkoba ujar Yunis”

Acara ini diikuti perwakilan dari 6 (enam) agama yakni Islam, Kristen, Katolik, Khonghucu, Buddha dan Hindu yang berasal dari lokus yang berbeda-beda. Acara ini dibagi menjadi empat lokus intervensi pencegahan penyalahgunaan narkoba yakni tempat ibadah, komunitas keagamaan, organisasi keagamaan dan sekolah/kampus keagamaan yang bekerja sama dengan Kementerian Agama.

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Instagram: @infobnn_ri
Twitter. :@infobnn
Facebook Fan page : @humas.bnn
YouTube: Humasnewsbnn

#Bersinar

#Stopnarkoba

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel