Skip to main content
Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Bilateral Meeting Indonesia dan Thailand dalam P4GN

Oleh 27 Nov 2019Desember 6th, 2019Tidak ada komentar
Bilateral Meeting Indonesia dan Thailand dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 
Bilateral Meeting Indonesia dan Thailand dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba

Bilateral Meeting Indonesia dan Thailand dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba

#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba  BNN.GO.ID  Berbicara tentang Program Alternative Development di Indonesia tidak terlepas dari DTDP  (Doi Tung Development Project) yang dilakukan Thailand. Keberhasilan mereka dalam upaya mengganti wilayah penanaman Opium menjadi kawasan agrowisata menjadi rujukan dalam program Alternative Development pengentasan Tanaman Ganja di Indonesia. Thailand pernah menurunkan Tim dalam asistensi program Alternative Development di Aceh pada tahun 2008 hingga akhir tahun 2009 dengan hasil percontohan pertanian Jagung di Lamteuba  dan peternakan, perikanan di Maheng Kuta Cot Glie Aceh Besar. Sehingga dengan digaungkannya program Grand Design Alternative Development 2016-2025 melalui sinergi dan kemiteraan stakeholder, BNN akan lebih mendalami, mempelajari dan bekerjasama dengan Thailand supaya program dapat berjalan efektif dan efisien tepat sasaran.

Bilateral Meeting Indonesia dan Thailand dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba

Bilateral Meeting Indonesia dan Thailand dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba

Pada tanggal 25 s.d. 28 November 2019, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Office of Narcotics Control Board (ONCB) Thailand melaksanakan kegiatan Bilateral Meeting ke-1 di Hotel Riverie by Katathani Chiang Rai, Thailand. Pertemuan ini sebagai implementasi dari MoU yang ditandatangani oleh BNN RI dan ONCB pada tanggal 8 Desember 2016 di Jakarta, Indonesia. Delegasi BNN juga melaksanakan kunjungan ke Lokasi alternative development (Doi Tung Development Project), di Chiang Rai Thailand.

Delegasi BNN diketuai oleh Kepala BNN, Komjen Pol Drs. Heru Winarko, S.H. dan didampingi oleh Irjen Pol Drs. Dunan Ismail Isja, MM Deputi Pemberdayaaan Masyarakat BNN, Irjen Pol Drs. Anjan Pramuka Putra, S.H., M.Hum Deputi Pencegahan BNN, Direktur Interdiksi Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Kepala Pusat Laboratorium BNN, Analis Pemetaaan Jaringan Direktorat P2 BNN, Kasubdit Kerja Sama Regional dan Internasional BNN, Kasi Kerja Sama Regional BNN, Kasi Pemetaan dan Analis Masyarakat Pedesaan BNN dan Pelaksana Bimbingan Teknis Bid. Dayatif BNN. Delegasi ONCB Thailand diketuai oleh Secretary General, ONCB dan didampingi oleh 1 Advisor, 4 Direktur, 1 Expert dan 1 Analis.

Baca juga:  Kunjungan Kerja Audiensi Direktorat Pemberdayaan Alternatif dengan Rektor Unsyiah beserta Jajaran

Pada pertemuan tersebut membahas pertukaran informasi tentang situasi narkotika dan peningkatan kerja sama khususnya dalam bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) juga membahas pengawasan di kedua negara serta sharing best practices dalam bidang pencegahan,  pemberantasan, pemberdayaan masyarakat dan laboratorium forensik sehingga diharapkan mampu mencegah masuknya narkoba secara ilegal baik melalui jalur laut maupun udara;

Bilateral Meeting Indonesia dan Thailand dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba

Bilateral Meeting Indonesia dan Thailand dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba

Secretary General ONCB Thailand, Mr. Niyom Termsrisuk  menyampaikan bahwa saat ini situasi narkoba di Thailand masih sulit ditangani secara menyeluruh karena lokasi Thailand yang berada di wilayah Golden Triangle sebagai lokasi yang marak dengan peredaran narkotika melalui jalur udara, laut dan darat. Pertemuan ini merupakan kesempatan yang baik untuk bertukar informasi terkait dengan pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika serta alternative development sejak ditandatanganinya MoU pada tahun 2016. ONCB Thailand menyiapkan studi lapangan pemberdayaan masyarakat (alternative development) di Doi Tung, Chiang Rai;

Sementara itu, Kepala BNN menyampaikan prihatin terhadap peredaran gelap narkotika di Indonesia. Indonesia merupakan pasar yang menggiurkan bagi pengedar narkotika melalui jalur laut, udara dan darat. Kepala BNN berharap ONCB akan terus membantu BNN dalam menangani masalah pemberantasan narkotika di kedua negara. New Psychoactive Substances (NPS) di Indonesia saat ini ada 76. Program alternative development yang telah dilaksanakan di Indonesia saat ini  mengganti ladang ganja seluas 21.000 hektar dialihfungsikan menjadi ladang kopi dan jagung. Indonesia sebagai Sekretariat ASEAN Sea Port Interdiction Task Force (ASITF) mengucapkan terimakasih kepada ONCB dalam hal pertukaran informasi pemberantasan narkotika di wilayah udara/airport. Indonesia juga mendukung Thailand dalam program Safe Mekong Coordination Center (SMCC) karena program ini juga membantu Indonesia dalam pemberantasan narkotika yang berasal dari Golden Triangle;

Baca juga:  Rakor Pengembangan dan Pembinaan Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) Kabupaten Bogor

Dalam pembicaraan selanjutnya dimulai dengan pemaparan materi dari setiap bidang (Pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat, Interdiksi, Pemberantasan, laboratorium, hukum kerjasama dan lain-lain yang disampaikan oleh anggota setiap delegasi dan dilalui dengan proses diskusi Tanya jawab, penyampaian capaian-capaian kinerja, permasalahan yang dihadapi serta pemecahan masalah dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia dan Thailand.

Pada tanggal 27 November 2019, Delegasi BNN melaksanakan kunjungan ke project Community Development, Mae Fah Luang Foundation di Chiang Rai. Mae fah Luang Foundation sebagai pengelola project community Development membantu orang agar tidak tergantung narkoba, merubah tanaman opium ke tanaman lain. Selain mengelola pertanian, foundation ini memberi kesempatan masyarakat setempat  untuk memperoleh pendapatan. Wilayah  Doi Tung di Thailand Utara mulai digarap sebagai project Community Development pada tahun 1988. Awalnya tanaman Opium adalah tanaman yang biasa ditanam oleh warga di wilayah ini. Pengembangan masyarakat dilakukan secara seimbang yaitu  sosial, ekonomi dan lingkungan. Serta sektor Kesehatan dan edukasi juga sangat penting menjadi prioritas pelayanan bagi masyarakat. Tiga S model yang dilakukan adalah survival, sufficiency, sustainability. Raja di Thailand langsung turun dan berkomunikasi dengan rakyatnya untuk mengetahui permasalahan di kalangan bawah.

Baca juga:  BNN Gelar Bimbingan Teknis Penggiat P4GN Lingkungan Pendidikan di Kalimantan Selatan

Masyarakat di Doi Tung adalah masyarakat pegunungan. Mereka diberikan kartu identitas sendiri. Tanah diberikan kepada  rakyat namun mereka tidak boleh menjual. Tanaman ekonomis yang ditanam adalah kopi Arabica dan kacang hijau. Penggalangan dana dilakukan dari dana swasta dan bantuan Jepang.   Beberapa produk yang dihasilkan dari project ini adalah pakaian, keramik, kopi dan beberapa produk lainnya. Project ini juga menjaga lingkungan dan pemisahan sampah (waste management).sejak tahun 1988 sampai saat ini, pendapatan masyarakat meningkat drastis dan  86.8% habitat hutan dapat  dikembalikan. Pengalaman selama 30 tahun di project Doi Tung menggunakan metode health, livelihood and education serta perlu izin dan pendekatan kepada Central Government, local leaders dan grassroots community.

Bilateral Meeting Indonesia dan Thailand dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba

Bilateral Meeting Indonesia dan Thailand dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba

Kesimpulan dan tindak lanjut dari pelaksanaan 1st ONCB Thailand – BNN Bilateral Meeting ini ada beberapa hal antara lain:

  1. Kedua pihak akan meningkatkan pertukaran informasi intelijen dan melaksanakan joint operation Thailand – Indonesia melalui ASEAN Airport Interdiction Task Force (AAITF) dan ASEAN Sea Port Interdiction Task Force (ASITF).
  2. Kedua pihak akan meningkatkan program capacity building melaui pelatihan-pelatihan seperti kegiatan INARCELL di PPSDM Lido dan pelatihan yang diadakan oleh Thailand;
  3. Penanganan Kratom akan dilaksanakan serius termasuk program alternative development untuk mengganti tanaman kratom dengan tanaman lain;
  4. Kedua pihak akan saling mencontoh hal-hal yg baik seperti program pencegahan dan alternative Development Thailand dan program Sea Port Interdiction Indonesia;
  5. Bilateral meeting kedua disepakati akan dilaksanakan pada bulan November 2020 di Simalam Resort Danao Toba, Sumatera Utara.

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel