Penyalahgunaan dan peredaran narkoba menjadi persoalan serius yang harus ditangani dengan serius pula oleh bangsa ini. Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Dayamas), salah satu pilar dalam penanganan masalah narkoba dituntut menunjukkan peran yang lebih maksimal dalam rangka mencipatakan masyarakat yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Salah satu upaya Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN dalam upaya mensinergikan progam di lingkungan instansi vertikal, bidang tersebut menyelenggarakan kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) dengan seluruh Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Rabu (3/4), di Hotel Puri Denpasar Jakarta. Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Sambudiono mengatakan rakernis ini penting, tujuannya adalah untuk menyatukan persepsi dalam kebersamaan melalui sinergi program kegiatan antara Deputi Dayamas di pusat, dengan Bidang Dayamas di provinsi. Diharapkan kegiatan ini dapat mengintegrasikan sasaran dan indikator kinerja dalam rangka mendukung program pemberdayaan masyarakat , kata Sambudiono. Tugas bidang pemberdayaan masyarakat sangatlah strategis yaitu menggerakkan potensi komponen masyarakat untuk proaktif dalam melaksanakan kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Masyarakat harus jadi subjek dalam skema pelaksanaan program bidang pemberayaan masyarakat. Karena itulah, Deputi Dayamas meminta agar seluruh Kepala Bidang Dayamas di level BNNP mampu merangkul potensi-potensi masyarakat, baik itu tokoh masyarakat, agama, pendidikan, serta aktivis LSM untuk bersama-sama melaksanakan program P4GN. Berbicara masalah optimalisasi peran komponen masyarakat seperti LSM dan tokoh-tokoh yang ada di masyarakat, Direktur Peran Serta Masyarakat, Siswandi menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya keras untuk merangkul masyarakat, serta mendorong mereka agar berperan serta salam melaksanakan P4GN. Komitmen ini memang bukan hanya wacana belaka, karena pada faktanya, sejumlah LSM dan ormas sudah mulai kembali bergairah dan menyatakan tekadnya untuk membantu BNN dalam rangka mengimplementasikan P4GN. Terkait dengan akselerasi program pemberdayaan masyarakat khususnya dalam dalam ruang lingkup kinerja direktorat peran serta masyarakat, Siswandi menekankan pentingnya berbagai terobosan signifikan dalam pelaksanaan kegiatan sehingga hasilnya bisa dirasakan masyarakat. Menanggapi perlunya terobosan penting, Suryadi Boy, Kepala Bidang Dayamas BNNP Sumatera Barat mengusulkan agar masing-masing daerah mampu mengoptimalkan kearifan lokal yang ada di setiap daerah. Terkait dengan hal ini, ia berkomitmen untuk segera merealisasikan konsep pemberdayaan masyarakat bersama dengan para tokoh masyarakat atau adat (ninik mamak), alim ulama (buya), dan bundo kanduang (tokoh wanita ) yang sangat kental dalam kultur kehidupan di ranah minang ini. Ketika ditanyakan tentang sinergi BNNP dengan komponen masyarakat, Suryadi mengatakan, sejak 2012 lalu pihaknya telah berhasil membangun jejaring yang kuat dengan pihak LSM di wilayahnya. Para aktivis LSM yang bergerak di bidang penanganan narkoba terus didorong untuk aktif melaksanakan P4GN. Hasilnya, sekita 7 LSM mitra BNNP Sumbar telah berhasil mengajak para pecandu untuk melaksanakan wajib lapor di Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di daerahnya. Upaya optimalisasi program di bidang dayamas dapat dinilai sangat serius. Deputi Bidang Dayamas mengundang sejumlah narasumber berkompeten yang akan memberikan suntikan gagasan yang kuat dan teruji guna menguatkan BNN dalam menciptakan program-program bagus dan tepat sasaran untuk bangsa ini. Hanny Hendrani, seorang konsultan yang sangat berpengalaman dalam menangani sejumlah instansi pemerintahan, dan swasta dalam konteks kreasi program yang mumpuni, mengaku senang diberikan kesempatan untuk menyumbangkan pemikirannya kepada BNN khsususnya dalam program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, BNN harus mempunyai brand image yang kuat, artinya tidak dikenal sebagai institusi yang hanya melakukan pemberantasan jaringan narkoba, akan tetapi juga dikenal sebagai lembaga yang mampu memberdayakan masyarakat dalam konteks menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. (bk)
Berita Utama
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Sinergikan Program Melalui Rapat Kerja Teknis
Terkini
-
PERAYAAN NATAL 2025: KEPALA BNN RI AJAK INSAN BNN MAKNAI TUGAS P4GN SEBAGAI WUJUD PELAYANAN IMAN 30 Jan 2026 -
BNN DAN KOMISI YUDISIAL PERKUAT SINERGI PENANGANAN KEJAHATAN NARKOTIKA 30 Jan 2026 -
GENCARKAN PROGRAM ANANDA BERSINAR, BNN FASILITASI KUNJUNGAN EDUKATIF HIGHFIELD SECONDARY SCHOOL 30 Jan 2026 -
BNN PERINGATI ISRA MI’RAJ, PERKUAT KETANGGUHAN MENTAL PEGAWAI 30 Jan 2026 -
BNN DAN PEMPROV BANGKA BELITUNG PERKUAT SINERGI PENCEGAHAN NARKOBA DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN 28 Jan 2026 -
KEPALA BNN RI KUKUHKAN KELOMPOK AHLI MASA BAKTI 2026-2027 27 Jan 2026 -
KEPALA BNN RI KUNJUNGI BNNP SUMATERA SELATAN, BERIKAN SEMANGAT DALAM BEKERJA 25 Jan 2026
Populer
- KOLABORASI BNN, BEA DAN CUKAI, SERTA IMIGRASI BONGKAR JARINGAN NARKOTIKA BERKEDOK VAPE DAN MINUMAN ENERGI, SELAMATKAN RIBUAN GENERASI MUDA 07 Jan 2026

- KEPALA BNN RI HADIRI NATAL NASIONAL 2025 BERSAMA PRESIDEN RI 06 Jan 2026

- PENGUMUMAN HASIL AKHIR SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA INSPEKTUR UTAMA BNN T.A. 2025 07 Jan 2026

- HADIRI PERINGATAN MAULID NABI DAN ISRA MI’RAJ, KEPALA BNN RI TEKANKAN PENTINGNYA MENELADANI AJARAN RASULULLAH SAW 09 Jan 2026

- KEPALA BNN RI HADIR SECARA DARING PADA SIDANG PLENO KHUSUS MAHKAMAH KONSTITUSI 2025 09 Jan 2026

- BERADA DI GARIS DEPAN PERBATASAN, KEPALA BNN RI INSTRUKSIKAN JAJARAN DI WILAYAH KEPRI PASANG MATA DAN TELINGA, PERKUAT KOLABORASI 18 Jan 2026

- BNN BONGKAR CLANDESTINE LABORATORY NARKOTIKA JARINGAN INTERNASIONAL 17 Jan 2026
