Skip to main content
UnggulanBerita UtamaBerita Satker

BERADA DI GARIS DEPAN PERBATASAN, KEPALA BNN RI INSTRUKSIKAN JAJARAN DI WILAYAH KEPRI PASANG MATA DAN TELINGA, PERKUAT KOLABORASI

Auto Draft
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Berada di garis depan wilayah perbatasan yang rawan terhadap peredaran gelap narkotika lintas negara, Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menginstruksikan seluruh jajarannya di Provinsi Kepulauan Riau untuk senantiasa memasang mata dan telinga guna meningkatkan kewaspadaan, deteksi dini, serta penguatan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Hal tersebut disampaikan pada Sabtu (17/1), dalam arahannya kepada personel BNN di wilayah yang dikenal dengan julukan Bumi Segantang Lada.

Terdiri dari 96% wilayah perairan dan 4% daratan, Provinsi Kepulauan Riau memiliki karakteristik geografis yang sangat terbuka dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga. Kondisi ini menjadikan Kepulauan Riau sebagai salah satu wilayah yang rentan dimanfaatkan oleh jaringan sindikat narkotika internasional sebagai jalur masuk dan transit peredaran gelap narkotika menuju wilayah Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN RI juga mengingatkan bahwa narkotika merupakan bentuk kejahatan luar biasa sekaligus upaya sistematis untuk melemahkan dan membodohi generasi bangsa. Menurutnya, peredaran gelap narkotika tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga secara nyata menggerus kualitas sumber daya manusia, mengancam stabilitas sosial, serta melemahkan daya saing bangsa di masa depan.

Baca juga:  OKNUM SIPIR AJAK ISTRI BISNIS NARKOBA, BNN AMANKAN 20 KILO SABU

Oleh karena itu, Ia kembali menegaskan bahwa upaya P4GN harus dilaksanakan secara komprehensif dan berkelanjutan, tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga selaras dengan penguatan pencegahan, pemberdayaan masyarakat, serta rehabilitasi. Jenderal bintang tiga tersebut juga menekankan arah kebijakan pencegahan narkoba yang difokuskan pada perlindungan anak melalui Program ANANDA BERSINAR, guna membangun ketahanan generasi sejak dini.

Lebih lanjut Kepala BNN RI mendorong seluruh jajaran BNN di Kepulauan Riau untuk aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta elemen masyarakat lainnya guna menumbuhkan kesadaran kolektif akan bahaya narkotika yang terus mengancam dengan berbagai modus dan strategi peredaran yang semakin kompleks dan masif.

Di samping itu, dalam momentum tersebut Kepala BNN RI juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran BNN di wilayah Kepulauan Riau atas dedikasi, ketulusan, dan kerja keras yang selama ini telah ditunjukkan dalam upaya P4GN. Ia berpesan agar semangat pengabdian tersebut tidak pernah surut dan setiap tugas yang dijalankan senantiasa dimaknai sebagai bagian dari ibadah.

Baca juga:  Deklarasi War on Drugs Menggema di Kota Malang

Menurutnya, sekecil apa pun upaya yang telah dilakukan memiliki arti besar, karena kontribusi tersebut secara nyata mampu menekan laju penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, sekaligus melindungi masyarakat dan generasi masa depan dari ancaman narkotika.

#warondrugsforhumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel