Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Audiensi Program GDAD dan Implementasi Inpres 2/2020 di Kementerian Pertanian RI

Oleh 27 Apr 2021April 30th, 2021Tidak ada komentar
Audiensi Program GDAD dan Implementasi Inpres 2/2020 di Kementerian Pertanian RI
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

#BNN#StopNarkoba#CegahNarkoba

BNN.GO.ID-Jakarta Audiensi Program GDAD dan Implementasi Inpres 2/2020 di Kementerian Pertanian RI

Direktur Pemberdayaan Alternatif Brigjen Pol Teguh Iman Wahyudi, SH, MM, pada hari Selasa, 27/04/2021 melakukan kunjungan kerja dalam rangka audiensi Program GDAD dan Implementasi Inpres 2/2020 di Kementerian Pertanian RI. Audiensi diterima oleh oleh Kepala Biro Perencanaan dan Jajaran dan serta PIC Inpres 2/2020 di Ruang Rapat Sadewa Lantai 3 Hotel Santika Depok.

Direktur Pemberdayaan Alternatif memaparkan Program GDAD Aceh 2016-2025 yang merupakan program terintegrasi dari 6 aspek pembangunan (sosbud, kamtib, pelestarian lingkungan, bang ekonomi, ketahanan pangan, dan agrowisata). Dimana peran kementan berada pada 3 sektor penting yaitu pengembangan ekonomi, ketahanan pangan dan agrowisata. Harapannya di Tahun 2025 dapat tercipta Kawasan yang pulih, sehat, sejahtera, mandiri dan berkelanjutan. Kementerian pertanian merupakan salah satu penjuru yang sangat penting dalam keberhasian program GDAD. Kegiatan bersama yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya agar lebih ditingkatkan di tahun 2021.

Bahwa peran Kementan sangat dibutuhkan dalam implementasi pembangunan wilayah pilot project GDAD. Sesuai hasil Rapat Desk Pembangunan Alternatif Bappenas tentang Kesepakatan Pilot Project (14 lokus), Tanaman komoditi dan pembagian peran antara pusat dan daerah bisa menjadi pedoman dalam penyusunan Perjanjian Kinerja RAN P4GN di Kementan. Beliau juga berharap Permintaan dari Daerah baik dari Bupati Bireuen Program AD Tanaman Jagung 4.000 ha, Bupati Gayo Lues dalam Program AD Tanaman Jagung 5.000 ha dan Jahe Merah 517 ha dapat dipenuhi oleh Kementan.

Permasalahan Kratom juga menjadi topik bahasan dalam audiensi, karena saat ini masa trust building menuju pelarangan kratom di Tahun 2024, maka Kementan dapat juga mengambil peran dalam memberikan solusi alternative budidaya bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya melalui bisnis atau usaha kratom. Bp Teguh menyampaikan di Tahun 2021 ini BNN menggarap 3 lokasi yaitu Jongkong, Kapus Hulu Kalbar, Kubur raya Kalbar dan Kutai Kartanegara Kaltim.

Dr. Ir Budi Waryanto, M.Si dan tim Kementan menjelaskan bahwa di tahun 2021 ini akan lebih bersinergi dalam aksi P4GN. Saat ini anggaran mengalami refocusing sebesar 6 T dan baru penyerapan 20% namun untuk inplementasi GDAD ini akan menjadi pemantauan kami. Serta akan membantu pemulihan Kawasan rawan Narkoba dalam Aksi Pengembangan potensi Sosial Ekonomi sesuai dalam Inpres 2 tahun 2020. Tindak lanjut MoU antara BNN dan Kementan perlu dibuatkan Perjanjian Kerja Sama (PKS), terutama dalam implementasi program GDAD. Disamping sinergi GDAD di Aceh, Kementan akan turut berkontribusi dalam AD Tanaman Kratom di Kalimantan. (Yudhi Widiarto PSM Ahli Muda)

Audiensi Program GDAD dan Implementasi Inpres 2/2020 di Kementerian Pertanian RI

Audiensi Program GDAD dan Implementasi Inpres 2/2020 di Kementerian Pertanian RI

Audiensi Program GDAD dan Implementasi Inpres 2/2020 di Kementerian Pertanian RI

Audiensi Program GDAD dan Implementasi Inpres 2/2020 di Kementerian Pertanian RI

#WarOnDrugs
#IndonesiaBERSINAR
#hidup ­čĺ» persen
#sadar_sehat_produktif_&_bahag

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel