Skip to main content
Artikel

Nilam dan Kunyit Lebih Menjanjikan Dari Sekedar Tanaman Ganja

Oleh 15 Mei 2013Agustus 2nd, 2019Tidak ada komentar
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Di sela-sela kegiatan pemusnahan lahan ganja di Desa Pulo, Kemukiman Lamteuba, Provinsi Aceh, Deputi Pemberdayaan Masyarakat, V. Sambudiyono mengajak agar warga Aceh tidak menanam pohon ganja, karena sama sekali tidak memberikan manfaat yang positif. Menurutnya, tanaman nilam dan kunyit jauh lebih menjanjikan.Menanam ganja tidak memilik hasil selain efek negatif, merusak masyarakat, dan petani juga tidak memiliki keuntungan dan hanya dihantui penangkapan, ujar Deputi Dayamas kepada www.jpnn.com, Senin (13/5).Sambudiyono memberikan solusi melalui kegiatan alternative development yang sudah berlangsung sejak 2008 lalu. Kegiatan ini pada prinsipnya merubah mindset masyarakat untuk meninggalkan kultivasi ganja dan beralih ke sektor lain yang lebih bermanfaat baik itu pertanian, peternakan, perikanan dan lain sebagainya.Salah satu program yang kini tengah gencar dikembangkan adalah penanaman nilam, kunyit dan juga jabon. Menurut Deputi Dayamas, keuntungan yang diraih dari nilam dan kunyit cukup tinggi.Untuk tanaman nilam, dalam kurun waktu enam sampai tujuh bulan petani sudah dapat memperoleh penghasilan bersih Rp 70 juta per hektar. Sedangkan untuk tanaman kunyit, keuntungan bersih sebesar Rp 40 juta per hektarnya, ungkap Sambudiyono.

Baca juga:  PRESS RELEASEPenandatangan Nota Kesepakatan AntaraBNN dengan Universitas di Propinsi AcehBanda Aceh, 23 Desember 2009

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel