
cegahnarkoba.bnn.go.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan acara Penyuluhan Kesehatan Pegawai di balai wilayah Bandar Lampung diantaranya balai besar wilayah sungai Mesuji sekampung, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XIX, Balai Prasarana Pemukiman dan Balai Pelaksanaan Pemilihan Jasa Konstruksi (P2JK).
Kegiatan ini dilaksanakan di Novotel Lampung, Kamis 29 Agustus 2019 mulai pukul 08.30 s.d 12.00 WIB pemberi materi dalam kegiatan ini adalah Bapak Supratman, SH selaku Direktur Advokasi Deputi Bidang Pencegahan BNN dan dari Kementerian Kesehatan.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sangat perhatian terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba khususnya bagi pegawai di lingkungan kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat termasuk juga terhadap generasi muda Pupr, sebagai bentuk dukungan terhadap pencegahan penyebaran narkoba dan pentingnya memelihara kesehatan jantung. Kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagaimana cara pencegahan narkoba baik di lingkungan tempat bekerja maupun di lingkungan tempat tinggal.
Menurut Supratman, SH, selaku Direktur Advokasi BNN kegiatan ini sangat penting di karenakan dampak narkoba sangat dahsyat, seorang pemakai narkoba sekali menggunakan barang haram tersebut tidak bisa lagi keluar dari dunia narkoba karena efek dari narkoba tersebut yang membuat ketergantungan serta pola pikir dari seorang pemakai juga berubah, misalnya membuat tingkat emosionalnya menjadi labil. Didalam kegiatan penyuluhan tersebut dilakukan tes urine bagi 150 orang pengawai yang mengikuti kegiatan ini dan hasil nya 100 persen negatif.
kegiatan ini juga akan dilakukan diberbagai wilayah indonesia, yaitu bandar lampung, pontianak, jawa timur, kupang dan batam, dimana total pegawai yang mengikuti kegiatan ini jumlah totalnya 750 orang dimana 150 orang di masing – masing wilayah tersebut.
akhirnya pengetahuan tentang penyalahgunaan narkoba tidak hanya penting bagi masyarakat tapi juga bagi kalangan pegawai, begitu pula halnya dengan kesehatan jantung baik penyebab terserangnya penyakit jantung, jenis penyakit jantung, faktor resiko penyakit jantung, upaya pencegahan maupun cara pengobatannya.