Makassar, 3 Oktober 2017Membangun kesadaran terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba harus ditanamkan sejak usia dini. Terlebih saat ini para bandar Narkoba kian gencar meregenerasi pangsa pasar Narkoba dengan mengincar anak-anak sebagai mangsanya.Saat ini, anak-anak SD tengah menjadi incaran para bandar Narkoba untuk meregenerasi pasar, ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Drs. Budi Waseso, ketika menjadi narasumber pada acara Rapat Kerja Pengembangan Kapasitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Bersama Dinas Pendidikan, DPRD, dan Kepala BNN Provinsi, wilayah timur, di Hotel Grand Clarion Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (3/10).Lebih lanjut, Budi Waseso menjelaskan bahwa pentingnya penanganan yang berimbang dalam masalah Narkoba, baik dari segi demand reduction maupun supply reduction. Pada segi demand reduction yang telah dilakukan saat ini, menurutnya masih ala kadarnya, belum massif, dan biasa-biasa saja. Sedangkan regenerasi pasar yang dilakukan oleh bandar Narkoba semakin gencar. Mereka (bandar Narkoba) sangat serius dalam mengembangkan pangsa pasar, ungkap Budi Waseso.Sebanyak 12.044 orang meninggal dunia per tahun atau 33 orang per harinya akibat penyalahgunaan Narkoba dan angka prevalensi penyalahguna Narkoba sudah mencapai lebih dari 4 juta jiwa penduduk Indonesia pada usia produktif. Ditambah lagi dari jumlah jenis Narkoba jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS) yang saat ini beredar di Indonesia, tentunya masalah Narkoba sudah sangat luar biasa. Negara ini dijadikan ajang percobaan oleh bandar khususnya jaringan sindikat Narkoba.Melihat hal ini, sudah seharusnya seluruh elemen bangsa Indonesia bergerak dan memberikan kontribusi nyata untuk melindungi generasi bangsa dari ancaman penyalahgunaan Narkoba. Memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada generasi muda bahwa Narkoba sangat berbahaya, sehingga mereka mampu membentengi diri dari penyalahgunaan Narkoba dan dengan berani menolak Narkoba. Dengan demikian, tidak ada lagi masyarakat Indonesia khususunya generasi muda yang terjerat candu Narkoba dan pasar Narkoba pun akan mati secara perlahan.Orang tua dan pendidik memiliki peran yang sangat besar dalam hal ini. Lembaga pendidikan, baik sekolah maupun perguruan tinggi bertanggung jawab membentuk generasi yang berkualitas sebagai investasi dalam pembangunan bangsa Indonesia. Lembaga pendidikan juga dituntut untuk memiliki komitmen yang kuat untuk mencegah peredaran Narkoba.Kepala Dinas memiliki peran aktif dalam membantu mensosialisasikan bahaya Narkoba melalui kurikulum pelajaran tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba di sekolah-sekolah. Saya ingin hal tersebut terlaksana, karena kurikulum ini sudah menjadi komitmen Bersama, harap Kepala BNN.Saat ini BNN telah membuat buku tentang bahaya Narkoba untuk berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas. Buku yang telah diluncurkan secara resmi di beberapa kota besar ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pendidik dan pengajar untuk membangun pemahaman kesadaran bahaya penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar.Dengan demikian imunitas anak bangsa telah terbentuk sejak usia dini yang dapat digunakan sebagai modal awal dalam melawan dan menangkal penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.#stpnarkobaHUMAS BNN
Berita Utama
IMUNITAS, MODAL AWAL TANGKIS NARKOBA
Terkini
-
Cegah Narkoba Sejak Bangku Sekolah! BNN Perkuat Integrasi Kurikulum Antinarkoba di Hulu Sungai Selatan 07 Nov 2026 -
BNN Perkuat Kapasitas Relawan, Bangun Ketahanan Masyarakat Antinarkoba dari Desa 07 Nov 2026 -
TEMUI KAPOLRI DAN SESTAMA BNN RI, PKBB PUJI PEMBERANTASAN NARKOBA 07 Nov 2026 -
BNN SAMBUT INISIATIF PEMKOT PARIAMAN UNTUK PEMBENTUKAN BNN KOTA DAN OPTIMALISASI LAYANAN REHABILITASI 06 Nov 2026 -
BNN IKUTI PERTEMUAN KE-11 ASITF, PERKUAT KERJA SAMA PEMBERANTASAN NARKOTIKA DI KAWASAN ASEAN 06 Nov 2026 -
BNN DAN POLRI PERKUAT KERJA SAMA DENGAN ONCB THAILAND, BIDIK JARINGAN NARKOTIKA DI ASIA TENGGARA 05 Nov 2026 -
BNN RAIH JUARA 3 DALAM ANUGERAH REKSA BANDHA 2026 05 Nov 2026
Populer
- DUKUNG PENANGANAN OVER KAPASITAS LAPAS, BNN SIAPKAN SKEMA REHABILITASI WARGA BINAAN 10 Okt 2026

- DIREKTORAT ADVOKASI BNN PERKUAT SINERGI P4GN DENGAN DINAS PENDIDIKAN SULAWESI UTARA 10 Okt 2026

- BNN PERKUAT RELAWAN ANTI NARKOBA, DORONG KELURAHAN BERSINAR BERKELANJUTAN 09 Okt 2026

- SINERGI BNN, POLRI, BEA DAN CUKAI UNGKAP LABORATORIUM GELAP NARKOTIKA JARINGAN INTERNASIONAL, SITA 1,2 TON SABU 23 Okt 2026

- BERSINERGI BERANTAS NARKOTIKA, LINDUNGI MASA DEPAN ANAK BANGSA 24 Okt 2026

- BNN UNGKAP 98 PERSEN SAMPEL CAIRAN VAPE YANG DIUJI, POSITIF MENGANDUNG NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, ATAU NPS 23 Okt 2026

- BNN PERKUAT KOORDINASI LINTAS KEMENTERIAN DORONG PELARANGAN TOTAL VAPE 13 Okt 2026
