
cegahnarkoba.bnn.go.id – Deputi Pencegahan BNN sebagai vocal point di bidang pencegahan penyalahgunaan narkoba di Indonesia hadir dalam pertemuan The 40th ASEAN Senior Officials on Drug Matters (ASOD) Siem Reap, Kamboja. ASOD ke – 40 digelar pada tanggal 27 – 30 Agustus 2019 merupakan pertemuan regional yang dihadiri 10 (sepuluh) negara ASEAN. Dalam pertemuan tahunan ini, setiap negara memaparkan program dalam bidang pencegahan, pemberantasan, penelitian, pemberdayaan alternatif dan rehabilitiasi.
Delegasi BNN Indonesia untuk bidang pencegahan diwakili oleh Kepala Seksi Media Dalam Jaringan, Yona Voria Janesia dan Pelaksana Bimtek Bidang Pencegahan, Ratih Frayunita Sari memaparakan program-program pencegahan dalam Preventive Education Working Group, diantaranya program pembangunan berwawasan anti narkoba dan juga pemanfaatan sosial media dalam penyebaran informasi dan edukasi ke masyarakat khususnya kaum milenial. Delegasi Indonesia juga memamparkan Program Prioritas Nasional yang dijalankan tahun ini seperti “Rumah Edukasi” yang akan memperkuat dan meningkatkan peran anak muda dalam pembuatan konten pencegahan, pembentukan relawan anti narkoba di pulau terdepan dan terluar, model intervensi ketahanan keluarga, dan model intervensi sosial berbasis agama.
Negara – negara ASEAN lain memaparkan program pencegahan yang telah mereka laksanakan selama setahun terakhir. Brunei Darussalam memanfaatkan pendekatan tradisional dan agama untuk program pencegahan, Kamboja melanjutkan program yang telah dilaksanakan tahun – tahun sebelumnya, Filipina mengembangkan kapasitas pegawai pemerintah untuk terllibat dalam pencegahan di instansi mereka, Singapura masih terus mengembangkan teknologi dan memanfaatkan public event untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan Thailand menyebarluaskan pengetahuan terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba dan melibatkan berbagai instansi pemerintah dalam kampanye anti narkoba.
Seperti pada tahun – tahun sebelumnya, Working Group kali ini juga menghasilkan rekomendasi untuk pertemuan ASOD ke 41 yang akan dilaksanakan di Bali tahun depan. Diantara poin-poin rekomendasi yang dihasilkan, Indonesia akan melanjutkan penajaman regulasi untuk mendorong peran instansi – instansi pemerintah mengambil peran dalam program pencegahan. Selain itu, Indonesia juga akan mengembangkan dan mengimplementasikan program pencegahan yang dapat diterima secara internasional melalui pendekatan geografis, agama dan sosial-budaya.
Di kesempatan ini, Indonesia juga menyampaikan kesediaannya menjadi Chairman pada Preventive Education Working Group dipertemuan ASOD berikutnya.

Deputi Pencegahan BNN Ambil Peran Dalam Preventive Education Working Group ASOD ke – 40