Kajian yang dilakukan oleh PBB dalam konteks sosialisasi bahaya narkoba ke masyarakat dengan cara menampilkan poster, atau tayangan audio visual yang sifatnya menakutkan, ternyata tidak efektif dan dianggap kontraproduktif. Sementara itu, di negeri ini langkah-langkah seperti itu masih dianggap bisa menjadi cara yang jitu untuk membangun kesadaran masyarakat untuk menolak narkoba. Yang paling adalah bagaimana menyampaikan pesan edukatif tanpa menekankan sebuah doktrinasi, ungkap Deputi Pencegahan BNN, Yappi Manafe saat memberikan paparan dalam Workshop Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), di Balai Diklat BNN, Lido, Senin (7/4). Lantas bagaimana agar pesan edukasi bahaya narkoba ini bisa sampai ke masyarakat dengan baik, Yappi menilai peran media massa sangat berperan vital dalam hal ini. Deputi pun menantang agar para jurnalis ini lebih aktif untuk membuat karya jurnalistik dengan tema narkoba baik dalam kerangka pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat dengan lengkap dan tepat. Di samping itu, konsep sosialisasi dalam bentuk kampanye yang sifatnya masif ternyata harus dikaji lebih intensif. Menurut kajian Deputi Pencegahan, sosialisasi bahaya narkoba dengan melibatkan puluhan atau ratusan ribu orang rupanya tidak memberikan dampak yang signifikan dalam membangun pemahaman secara masif tentang pentingnya hidup sehat dan anti narkoba. Karena itulah, Yappi mengungkapkan bahwa membangun kesadaran masyarakat agar peduli masalah narkoba itu salah satunya dengan sosialisasi yang langsung tepat sasaran dan ruang lingkup yang lebih kecil, karena pesan bahaya narkoba akan lebih mudah diserap dan dipahami. Salah satu bentuk upaya sosialisasi bahaya narkoba bisa dilakukan dengan cara diskusi fokus dalam komunitas tertentu, atau yang lebih dikenal dengan Focus Group Discussion (FGD). Diskusi fokus ini bisa dilakukan dalam komunitas kita di tengah masyarakat, maka ini akan jadi ajang diskusi dan permasalahan narkoba bisa dikupas dari berbagai aspek sehingga akan berikan output yang lebih potensial, kata Yappi. (BD)
Berita Utama
Ambivalensi Sosialisasi Narkoba
Terkini
-
WASPADA NARKOBA DI LINGKUNGAN PESANTREN, KEPALA BNN RI EDUKASI SIVITAS AKADEMIKA UMMUL QURO 29 Nov 2025 -
PERJANJIAN KERJA SAMA DIPERBARUI: BNN PASTIKAN DISTRIBUSI OUP MENGANDUNG NARKOTIKA TETAP TERKENDALI 28 Nov 2025 -
DUKUNG PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN NASIONAL, SESTAMA BNN RI HADIRI PENUTUPAN PKN TINGKAT I TAHUN 2025 28 Nov 2025 -
Lanjutan Rapat Penyusunan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Inspektorat Utama BNN T.A 2026 28 Nov 2025 -
Inspektorat Utama BNN Laksanakan Rapat Persiapan Pemeriksaan Interim BPK RI atas Laporan Keuangan BNN Tahun 2025 28 Nov 2025 -
HASIL AKHIR SELEKSI TERBUKA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA BNN T.A. 2025 27 Nov 2025 -
BNN DAN KEMENDIKDASMEN BERSINERGI: KURIKULUM ANTINARKOBA “IKAN BERSINAR” SIAP MASUK SEKOLAH MULAI PAUD HINGGA SMA 27 Nov 2025
Populer
- KEPALA BNN RI RAIH TANDA KEHORMATAN BINTANG BHAYANGKARA PRATAMA DARI KAPOLRI 11 Nov 2025

- BNN SIAPKAN FIGUR BERINTEGRITAS DAN KOMPETEN LEWAT PENILAIAN KOMPETENSI JPT MADYA 2025 13 Nov 2025

- GANDENG PEMERINTAH FEDERASI RUSIA, BNN TINGKATKAN PROFESIONALISME PENEGAKAN HUKUM NARKOTIKA 11 Nov 2025

- KEPALA BNN RI TEKANKAN PERAN MASYARAKAT SIPIL DALAM PENCEGAHAN KEJAHATAN MELALUI SEMINAR LCKI DKI JAKARTA 13 Nov 2025

- KEPALA BNN RI TINJAU LEMBAGA REHABILITASI, PASTIKAN STANDAR LAYANAN YANG PROFESIONAL DAN BERPERIKEMANUSIAAN 13 Nov 2025

- KEPALA BNN RI MELANTIK PEJABAT PIMPINAN TINGGI PRATAMA, ADMINISTRASI, DAN FUNGSIONAL 13 Nov 2025

- BNN DAN POLRI BONGKAR SARANG NARKOBA DI KAMPUNG BAHARI, BERHASIL UNGKAP 89 KG SABU DAN 7 PUCUK SENJATA API 08 Nov 2025
