

Sektor Peternakan, Barista, dan Otomotif Potensi Pengembangan Ekonomi untuk Atasi Kerawanan NarkobaSolok — Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Tim IV Direktorat Pemberdayaan Alternatif melaksanakan kegiatan pemetaan potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) di Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat, pada 10–13 Februari 2026.
Kegiatan ini bertujuan menghimpun data potensi wilayah sebagai dasar intervensi program pemberdayaan masyarakat dalam rangka menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di kawasan rawan.
Berdasarkan hasil pemetaan, Kelurahan Kampung Jawa termasuk kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi. Mayoritas penduduk berada pada usia produktif, namun masih dihadapkan pada tingginya angka pengangguran dan keterbatasan keterampilan, sehingga berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap penyalahgunaan narkoba.
Melalui diskusi kelompok terarah (FGD) bersama masyarakat dan stakeholder, teridentifikasi sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, antara lain sektor peternakan, usaha kopi (barista), serta otomotif. Dari ketiga sektor tersebut, pelatihan peternakan ayam dinilai paling realistis dan berkelanjutan untuk dijadikan program prioritas.
BNN juga mencatat adanya dukungan dari pemerintah daerah, aparat, serta masyarakat setempat dalam pelaksanaan program pemberdayaan alternatif. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus sebagai upaya preventif terhadap penyalahgunaan narkoba.
Sebagai tindak lanjut, BNN akan menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait guna menyelaraskan program intervensi serta memperkuat penanganan kawasan rawan narkoba di Kota Solok.















