BNN GELAR DIKLAT INTERDIKSI TERPADU

25 Februari 2019

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar Diklat Interdiksi Terpadu di Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNN, Lido, Bogor. Kegiatan ini berlangsung selama 9 hari (25Februari –5 Maret 2019). Diklat akan melibatkan instruktur antara lain Kepala BNN; Deputi Pemberantasan BNN, Dirjen Bea Cukai, Diren Imigrasi, Direktur Interdiksi BNN, Direktur Intelijen BNN, Direktur TPPU BNN, Kepala Balai Laboratorium BNN, Australian Border Force (ABF), Australian Federal Police (AFP), dan United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC).BNN akan memfasilitasi Diklat Interdiksi Terpadu kepada 30 orang peserta yang merupakan perwakilan penegak hukum dari beberapa negara, diantaranya Laos, Fiji, Sri Lanka, Filipina dan Timor Leste. Beberapa perwakilan Kementerian/Lembaga terkait pun akan turut menjadi peserta. Diantaranya Bea Cukai, Imigrasi, BAKAMLA (Badan Keamanan Laut), Polri serta Kejaksaan Agung. Kegiatan ini juga dihadiri oleh personil dari Deputi Bidang Pemberantasan BNN serta personel BNNP yang wilayahnya masuk ke dalam peta daerah rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.Materi yang akan disampaikan kepada peserta meliputi Situasi dan Tantangan Narkotika di Indonesia (Drug Situation), Kebijakan Nasional di Bidang Pemberantasan, Strategi Kebijakan Interdiksi Terpadu & Teknik Penyelidikan berbasis IT dan Analisis Intelijen, Operasi Interdiksi Terpadu, NPS, Hand Writing Analysis in Dishonesty , shooting lesson dan pelatihan teknik intelegent lainnya.Rencananya para peserta diklat akan diajak untuk mengunjungi Pangkalan Patroli Laut Bea Cukai di Tanjung Priok, Kunjungan ke CCP Room di KPU Bea Cukai Tanjung Priok, serta kunjungan ke Kantor Pusat Bea Cukai Rawamangun-PAU Center. Diklat Interdiksi Terpadu ini dilaksanakan dengan maksud untuk meningkatkan pertahanan di wilayah perbatasan dari upaya penyelundupan narkoba baik di perbatasan darat maupun laut.Tujuannya agar peserta pelatihan dapat meningkatkan komitmen dan integritasnya, meningkatkan kemampuan profesionalnya serta meningkatkan kapasitas di bidang penyelidikan dan penyidikan, pelacakan aset hasil tidak pidana narkotika dan psikotropika serta pengawasan di wilayah perbatasan. Selain itu, Diklat ini dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang Permasalahan Jaringan dan Profilling serta Situasi Terkini Narkotika di Indonesia (Drug Situation).Dengan adanya Diklat ini, BNN berharap pengetahuan dan pemahaman peserta tentang Strategi Kebijakan Interdiksi Terpadu, Teknik Penyelidikan berbasis IT dan Analisis Intelijen dapat meningkat serta terjalinnya sinergitas antar negara maupun kementerian/lembaga terkait dalam upaya menangulangi penyalahgunaan narkoba.Humas BNN

BNN dan ESDM Semangat Bangun Birokrasi Bebas Narkoba

20 Februari 2019

Menyadari pentingnya membangun sistem dan partisipasi semua elemen bangsa, Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali bangun kerja sama. Hari ini, Selasa 19 Februari 2018, BNN dan Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) sepakat bekerjasama yang dikukuhkan dengan penandatanganan nota kesepahaman di kantor Kementerian ESDM, Jakarta. Penandatanganan nota kesepahaman terkait program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) ini diwakili oleh Heru Winarko selaku kepala BNN dan Ignasius Jonan selaku menteri ESDM.Kerja sama kedua lembaga meliputi penyebarluasan informasi, pertukaran data dan informasi, pemanfaatan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta berbagai kegiatan yang telah disepakati oleh keduanya. Selain itu, kerja sama juga melingkupi deteksi dini atas penyalahgunaan narkotika di lingkungan Kementerian ESDM dan peningkatan peran serta sebagai relawan dan penggiat anti-narkoba serta agen pemulihan.Penandatanganan nota kesepahaman antara BNN dan Kementerian ESDM ini dilaksanakan guna menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 tentang rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika tahun 2018 – 2019. Berangkat dari Inpres tersebut pula sebanyak 33 orang personel selanjutnya akan menjadi penggiat anti-narkoba di lingkungan Kementerian ESDM.BNN dan Kementerian ESDM telah berkomitmen untuk membangun birokrasi yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. Oleh karenanya, Kementerian ESDM sepakat untuk terus konsisten dalam menyelenggarakan tes urine baik bagi PNS maupun CPNS di lingkunganya dan melakukan sosialisasi dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Melalui kerja sama ini BNN berharap dapat membangun birokrasi yang bersih dan sehat bebas dari penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan, khususnya di Kementerian ESDM. Dengan demikian para aparatur negara diharapkan dapat bekerja secara optimal dalam menjalankan tugasnya.

CEGAH NARKOBA MELALUI SENI PEWAYANGAN

19 Februari 2019

Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan sinergitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dengan Sekertariat Nasional Pewayangan Indonesia (Sena Wangi). Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Kepala BNN, Heru Winarko dan Ketua Umum Sena Wangi, Suparmin Sunjoyo di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (19/2).Dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba melalui aktivitas seni perwayangan. Ditengah ancaman penyalahgunaan narkoba yang begitu masif, dirasa perlu bagi BNN untuk melakukan sinergitas dengan berbagai komponen masyarakat, termasuk kelompok pecinta dan pelakon seni perwayangan.Narkoba menjalar keberbagai aspek kehidupan. Hal tersebut yang juga di lakukan oleh BNN, mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba ke berbagai aspek kehidupan, termasuk budaya dan kesenian. Sena Wangi merupakan lembaga masyarakat mandiri yang berusaha mengembangkan dan melestarikan seni pewayangan sebagai salah satu pilar kebudayaan Indonesia.Melalui kerjasama ini, BNN berharap para pelakon seni pewayangan dapat menyisipkan berbagai informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat melalui berbagai pertunjukan pewayangan. Bersama BNN, Sena Wangi sepakat untuk bersinergi dan membentuk relawan anti narkoba di kalangan para pecinta dan pelakon seni pewayangan. Hal lain yang disepakati adalah pembinaan dan peningkatan peran serta Sena Wangi sebagai penggiat anti Narkoba dan pelaksanaan tes uji narkoba.Sebagai bentuk kongkrit dari nota kesempatan ini, dilakukan panandatanganan kerjasama antara Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, Dunan Ismail Isja, dengan Ketua Umum Persatuan Pendalangan Indonesia (PEPADI), Kondang Sutrisno. Kerjsama ini merupakan landasan bagi kedua pihak untuk dapat melakukan tindak lanjut berbagai program dan kegiatan penanganan permasalahan narkoba sesuai dengan ruang lingkup yang telah disepakati bersama.Humas BNN

“Anti Narkoba” budaya baru Indonesia

13 Februari 2019

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Heru Winarko, diagendakan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan pada hari Rabu dan Kamis13-14 Februari 2019. Kehadirannya kali ini dalam rangka meresmikan beberapa desa dan kelurahan yang didaulat sebagai desa bersih narkoba.Desa Bersih Narkoba merupakan salah satu program unggulan BNN dengan tujuan mengajak seluruh kepala desa dan pemerintah provinsi untuk berkomitmen dalam melaksanakan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayahnya masing-masing.Dengan harapan, wilayah yang didaulat sebagai Desa Bersih Narkoba memiliki masyarakat yang tangkal terhadap penyalahgunaan narkoba yang nantinya akan berdampak kepada turunnya jumlah pecandu. Dalam kesempatan tersebut, BNN akan mengajak dan memberdayakan masyarakat untuk lebih berperan aktif dalam perang melawan narkoba dan mampu mempersempit ruang gerak sindikat narkoba.Kepala BNN juga dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Universitas Lambung Mangkurat untuk memberikan kuliah umum P4GN. Kehadiran Kepala BNN ke Universitas Lambung Mangkurat membawa misi anti penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda Kalimantan Selatan. Misi ini diharap dapat membangkitkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba dan menularkannya ke lingkungan sekitar sebagai budaya baru dikalangan generasi muda Indonesia.Humas BNN

BNN, Ditjen Bea Cukai, Kemenkumham Gagalkan Penyelundupan 73 Kg Shabu dan 10.000 Butir Ekstasi di Perairan Aceh Utara

1 Februari 2019

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai, TNI AL, dan Kementerian Hukum dan Ham berhasil gagalkan penyelundupan narkotika jenis shabu seberat + 73,949 Kg dan 10.000 butir ekstasi. Penggagalan penyelundupan narkotika yang dilakukan oleh sindikat internasional tersebut terjadi pada hari Kamis, 10 Januari 2019 di perariran Aceh Utara. Sebanyak empat (4) orang tersangka diamankan oleh petugas gabungan. Keempat tersangka tersebut berinisial SB alias Pun (pria/29th), MZU (pria/28th), MZA (pria/22th), dan ME (wanita/30th). Selain keempat tersangka tersebut, petugas juga mengamankan seorang narapidana dari Lapas Tanjung Gusta, Medan atas nama Ramli Bin Arbi alias Bang Li (pria/55th) yang berperan sebagai pengendali dan pemesan barang ke Malaysia. Barang bukti narkotika dan tersangka SB, MZU, dan MZA diamankan petugas di perairan Aceh saat mengambil Shabu dan ekstasi dari Thailand dengan menggunakan kapal boat milik seorang berinisial JAL yang hingga saat ini masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Selanjutnya tersangka ME yang merupakan istri dari MZU turut ditangkap pada hari Jumat, 18 Januari 2019 karena meminta suaminya untuk berangkat ke laut untuk mengambil barang bukti narkotika tersebut. Para tersangka kini dikenakan pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomer 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.