BNN – UBHARA SEPAKAT BERANTAS NARKOBA

6 Maret 2019

Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara) sepakat untuk bersinergi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Indonesia. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Kepala BNN, Heru Winarko dan Rektor Ubhara, Bambang Karsono, di Auditorium Ubhara, Bekasi, Jawa Barat. Selasa (5/3).Ruang lingkup yang disepakati kedua belah pihak meliputi beberapa hal, diantaranya penyebarluasan Komunikasi, informasi dan Edukasi (KIE) tentang P4GN di lingkungan Ubhara, pembentukan Relawan dan Penggiat Anti Narkoba di lingkungan Ubhara, Pertukaran informasi dan data ilmiah, pelaksanan pengembangan kompetensi bagi pegawai BNN, serta pelaksanaan tes/uji narkoba.Ubhara sebagai perguruan tinggi yang berada dibawah pimpinan yayasan Bara Bhakti berkewajiban mewujudkan pendidikan nasional dengan visi dan misi mendukung keberhasilan tugas pokok dan fungsi Kepolisian Republik Indonesia. Sementara BNN, sebagai focal point dibidang P4GN, berkewajiban untuk menyusun dan melaksanakan kebijakan nasional P4GN. Kedua latar belakang ini menjadi dasar terbentuknya sinergitas antara BNN dan Ubhara. Sinergitas yang terjalin antara keduanya merupakan bukti nyata kepedulian Ubhara terhadap permasalaahan Narkoba di Indonesia. Dengan adanya kerjasama ini, kedua pihak berharap dapat bersama sama menekan angka penyalahgunaan narkoba khususnya dilingkungan kampus Ubhara.Humas BNN

BNN – UBHARA SEPAKAT BERANTAS NARKOBA

5 Maret 2019

Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara) sepakat untuk bersinergi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Indonesia. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Kepala BNN, Heru Winarko dan Rektor Ubhara, Bambang Karsono, di Auditorium Ubhara, Bekasi, Jawa Barat Selasa (5/3).Ruang lingkup yang disepakati kedua belah pihak meliputi beberapa hal, diantaranya penyebarluasan Komunikasi, informasi dan Edukasi (KIE) tentang P4GN di lingkungan Ubhara, pembentukan Relawan dan Penggiat Anti Narkoba di lingkungan Ubhara, Pertukaran informasi dan data ilmiah, pelaksanan pengembangan kompetensi bagi pegawai BNN, serta pelaksanaan tes/uji narkoba.Ubhara sebagai perguruan tinggi yang berada dibawah pimpinan yayasan Bara Bhakti berkewajiban mewujudkan pendidikan nasional dengan visi dan misi mendukung keberhasilan tugas pokok dan fungsi Kepolisian Republik Indonesia. Sementara BNN, sebagai focal point dibidang P4GN, berkewajiban untuk menyusun dan melaksanakan kebijakan nasional P4GN. Kedua latar belakang ini menjadi dasar terbentuknya sinergitas antara BNN dan Ubhara. Sinergitas yang terjalin antara keduanya merupakan bukti nyata kepedulian Ubhara terhadap permasalaahan Narkoba di Indonesia. Dengan adanya kerjasama ini, kedua pihak berharap dapat bersama sama menekan angka penyalahgunaan narkoba khususnya dilingkungan kampus Ubhara.Humas BNN

BNN AMANKAN 30 KG SABU

5 Maret 2019

Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap penyelundupan 30 kg sabu yang dikirim dari Malaysia melalui jalur laut. Sabu tersebut dikemas kedalam beberapa bungkus teh hijau dan disimpan didalam sebuah mobil mini bus yang berhasil diamankan tim BNN di Jl. Raya Siantar, Lubuk Pakam, Deli Serdang.Penyelundupan yang terjadi pada Kamis (28/2) itu terungkap atas kerjasama BNN dengan Tim Bea Cukai Medan. Sabu tersebut diambil dari Pelabuhan Sekinchan dekat Port Klang Malaysia oleh seorang pria berinisial IH (46) menggunakan Kapal Nelayan. Saat memasuki perairan Indonesia kapal bersandar ke Pantai Labu dan sabu tersebut dibawa dengan mengunakan mobil oleh dua orang pria.BNN melakukan penangkapan saat mobil tersebut berada di kawasan Jl. Siantar dan berhasil mengamankan DI (36) dan SD (39). Dari tangan kedua tersangka, BNN mengamankan 3 kantong plastik berisi 30 kg sabu. Pengembangan dilakukan, Tim BNN berhasil mengamankan dua tersangka lainnya berinisial RP (37) dan AS (46).Selain narkotika, BNN juga menyita barang bukti lain diantaranya 1 unit mobil avanza hitam, 1 unit mobil mitsubishi x-Pander, 11 unit HP, 1 buah buku tabungan dan uang tunai sebesar Rp 6.000.000 (enam juta).Kemudian seluruh tersangka dibawa ke kantor BNN guna pengembangan lebih lanjut. Atas perbuatannya, ke enam tersangka terancam pasal Pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) uu 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancama maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.Humas BNN

BNN TANGKAP OKNUM TNI AD TERLIBAT JARINGAN EKSTASI

5 Maret 2019

Bekerjasama dengan Kodam Bukit Barisan dan Bea Cukai Sumatera Utara, Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan penyelundupan 48.201 butir pil ekstasi yang dikirim dari Medan menuju Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Dari pengungkapan kasus tersebut, BNN berhasil mengamankan 6 orang tersangka, salah satunya oknum TNI AD. Keenam tersangka berinisial SF, HN, HR, DD, Serda SM dan AD.Pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi yang berhasil didapat tim BNN, bahwa akan ada pengiriman ekstasi dari Medan melalui jalur darat. Pemantauan dilakukan, Tim gabungan berhasil mengamankan SF, HN dan HR di depan Rumah Dinas Bupati Lubuk Linggau Jl. Jend. Ahmad Yani Lintas Sumatera, Sumatera Selatan, pukul 04.45 WIB, Minggu (17/2). Dari penangkapan tersebut, BNN berhasil mengamankan empat kantong berisi 19.100 butir ekstasi. Saat dilakukan penangkapan, satu orang angota sindikat berinisial AD berhasil melarikan diri.Pengembangan dilakukan, dihari yang sama, tepatnya pada pukul 10.00 WIB, Tim berhasil mengamankan seorang lainnya berinisial DD di Jl Irian, Deli Serdang, Sumatera Utara. Kepada petugas, DD mengaku diperintah oleh oknum TNI AD berinisial SM untuk memberikan ekstasi kepada SF dkk.Selanjutnya BNN berkoordinasi dengan Kodam Bukit Barisan dan berhasil mengamankan Serda SM di Jl. Raya Lintas Sumatera, Deli Serdang sekitar pukul 11.25 WIB. Kepada petugas DD juga mengaku masih memiliki ekstasi yang disimpannya atas perintah Serda SM.Pengembangan dilakukan, tim gabungan berhasil menemukan 6 bungkus berisi 29.101 butir ekstasi yang ditanam di peternakan sapi milik warga. Pengembangan masih terus dilakukan, pada hari Rabu, (20/2), di kawasan Serdang Bedagi, Sumatera Utara, tim gabungan berhasil mengamankan AD yang sempat melarikan diri saat penangkapan di Lubuk Linggau beberapa waktu sebelumnya.Selanjutnya Tim BNN membawa lima orang tersangka ke kantor BNN dan menyerahkan Serda SM ke Den Pom Sumatera Utara. Atas perbuatannya, ke enam tersangka terancam pasal Pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) uu 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancama maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.

PEMUSNAHAN BARANG BUKTI NARKOTIKA KE-1; SETENGAH JUTA ANAK BANGSA SELAMAT DARI ANCAMAN NARKOBA

1 Maret 2019

Untuk pertama kalinya di tahun 2019, Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pemusnahan barang bukti narkotika dengan jumlah fantastis. Sebanyak 99,7 Kg sabu, 9.990 butir ekstasi jenis baru, dan 118,34 Kg daun khat yang disita dari 4 (empat) orang tersangka dimusnahkan di lapangan parkir BNN, Cawang, Jakarta Timur. Dari jumlah tersebut, disisihkan sebanyak 94 gram sabu, 10 butir ekstasi, dan 140 gram daun khat guna pemeriksaan laboratorium dan pembuktian perkara.Barang bukti narkotika yang dimusnahkan pada hari ini, berasal dari 4 (empat) kasus narkotika dengan modus yang berbeda. Salah satunya adalah upaya penyelundupan narkotika berupa daun khat yang dilakukan melalui paket kiriman udara. Sebanyak 118.480 gram daun khat yang dikemas dalam ± 8 (delapan) dus dikirim dari Ethiopia dengan dua alamat tujuan fiktif yang berbeda.Selain jalur udara, jaringan sindikat narkotika juga menyelundupkan narkotika melalui jalur laut dan juga darat. Sebanyak 73.949,43 gram sabu dan 10.000 butir ekstasi dibawa pelaku dengan menggunakan sebuah kapal melalui perairan Jambuaye, Aceh Utara, sedangkan 25.852,52 gram sabu lainnya dibawa melintas jalur perbatasan Medan dan Aceh dengan menggunakan mobil pick up.Adapun kronologis dari kasus-kasus tindak pidana narkotika tersebut adalah sebagai berikut : 73,94 Kg Sabu dan 10.000 Butir Ekstasi Lintasi Perairan Aceh Pada hari Kamis (10/1), sekitar pukul 09.00 WIB di Perairan Jambuaye Aceh Utara, petugas mengamankan 3 (tiga) orang pria berinisial SB alias Pu, MZu, dan MZa. Ketiganya tertangkap tangan membawa 73.949,43 gram sabu (70 bungkus) dan 10.000 butir ekstasi (2 bungkus) dengan menggunakan Kapal Boat KM. Karibia.Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa ekstasi yang dibawa adalah ekstasi jenis baru. Selain kandungan MDMA, juga terdapat kandungan PMA (paramethoxyamphetamine) dan MMA.Berdasarkan pengakuan SB alias Pu, narkotika tersebut ia ambil di perairan Malaysia atas perintah BL (DPO) dengan upah Rp 10.000.000,- per bungkus.25,85 Kg Sabu Medan – Aceh Pada hari Sabtu (19/1), sekitar pukul 11.50 WIB di Pasar Geruegok, Jl. Lintas Medan – Banda Aceh, telah diamankan seorang pria berinisial S alias P dengan barang bukti berupa 24 bungkus plastik berisi sabu dengan berat mencapai 25.852,52 gram. Sabu tersebut dibawa menggunakan mobil pick up yang dikendarai dari Medan menuju Aceh. Tersangka mengaku hanya mendapatkan instruksi melalui ponselnya dari seseorang yang tidak ia kenal.Daun Khat Asal Ethiopia Pengungkapan 2 (dua) kasus penyelundupan daun khat berawal dari kecurigaan petugas terhadap paket yang dikirim melalui Ethiopia. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan x-ray dan kemudian menemukan daun kering menyerupai teh yang dikemas kedalam plastik. Dari hasil uji laboratorium diketahui bahwa daun kering tersebut merupakan narkotika jenis katinon. Paket-paket tersebut dikirim dengan tujuan alamat fiktif di dua kawasan berbeda, yaitu Tangerang, Banten, dan Cirebon, Jawa Barat. Kasus pertama diungkap pada Selasa, 20 November 2018 dan Kamis, 24 Januari 2019. Petugas yang telah melakukan controlled delivery atas paket tersebut hingga kini belum berhasil menemukan tersangka.Ancaman Hukuman : Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. Dengan melakukan pemusnahan barang bukti ini, setidaknya lebih dari 508.500 anak bangsa terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan Narkoba. HUMAS BNN