KEPALA BNN HADIRI RAPAT KERJA PEMBERDAYAAN ALTERNATIF

23 November 2018

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Heru Winarko, membuka pelaksanaan Rapat Kerja dalam rangka Sinergi Program Pemberdayaan Alternatif Pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Hotel Golden Tulip, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/4).Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa perwakilan lembaga pemerintah dan swasta Provinsi Kalimantan Barat, tokoh-tokoh masyarakat, praktisi akademi dan beberapa perwakilan elemen lainnya. Dalam sambutannya Heru Winarko menekankan rapat kerja ini harus mendapatkan hasil yang maksimal.  Heru juga menegaskan bahwa hasil rapat ini harus sejalan dengan tujuan yakni memberdayakan peran masyarakat.“Setiap desa pasti memiliki pertahanan, seperti lurah dan aparat desa lainnya, ini yang harus kita berdayakan” Ujara Heru.Menurut heru, pedesaan rentan tercemar penyalahgunaan narkoba. Mereka yang membawa budaya kota masuk ke desa, perlu untuk diawasi. Untuk itu, diperlukan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk saling mengawasi.Selaku Kepala BNN, Heru menitip mandat kepada Deputi Pemberdayaan Masyarakat untuk bisa mencari obyek yang dapat diberdayakan dan nantinya dapat menjadi alternatif lain bagi masyarakat agar dapat tetap produktif tanpa melakukan penyalahgunaan narkoba. Dengan begitu, predikat kampung bebas narkoba dapat dideklarsikan.Lebih lanjut Heru mengatakan, semua ini harus dikembalikan lagi kepada masyarakat, mau atau tidak wilayahnya dikotori oleh narkoba.“saya minta bantuan seluruh aparat setempat, jangan sampai wilayah kita dijadikan tempat penyalahgunaan narkoba. Apalagi bandar bandar ini malah dijadikan pahlawan di kampungnya” kata Heru.Heru membocorkan belum lama BNN berhasil membongkar jaringan narkoba yang cukup besar di Kalimantan Barat.“beberapa kali ditangkap di laut, mereka kembali memanfaatkan jalur darat untuk menyelundupkan narkoba dan beberapa kali barang bukti yang berhasil disita merupakan prekusrsor” kata heru.Terkait hal tersebut Kepala BNN menegaskan bahwa dibutuhkan pengawasan yang ketat dari seluruh elemen masyarakat dan instansi pemerintah terkait. Kepala BNN berharap Raker ini dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.“contohnya seperti di Jakarta, Kampung Ambon yang terkenal dengan penyalahgunaan narkoba, dirubah namanya menjadi Kampung Permata, dengan harapan kampung tersebut dapat terbebas dari penyalahgunaan Narkoba,” ujar heru diakhir sambutannya.

Relawan Anti Narkoba UBL Dilantik Kepala BNN

23 November 2018

Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H., melantik penggiat anti narkoba di Kampus Universitas Bandar Lampung (UBL) yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Anti Narkoba (OMAN), di gedung auditorium UBL, Selasa (24/4).Rektor UBL, Dr. Ir. H. M. Yusuf. S. Barusman, MBA mengatakan bahwa pihaknya sangat serius untuk menangkal ancaman bahaya narkoba di kampusnya. Hal ini ditandai dengan pembentukan para penggiat anti narkoba melalui OMAN. Saat ini, ada 108 mahasiswa yang tergabung dalam OMAN dan siap melakukan gerakan penanggulangan masalah narkoba.Menurut Yusuf, kegiatan ini merupakan starting point untuk bergerak lebih serius. “Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama melawan narkoba,” imbuhnya.Dalam sambutannya, Rektor mengatakan bahwa selain kegiatan pelantikan hari ini, juga adanya peninjauan pusat studi kajian narkoba sekaligus pembukaan Selubung Kampus Bersih Narkoba. Lanjut Rektor, tanggung jawab deklarasi anti narkoba itu berat, tapi ini akan menjadi motivasi di lingkungan akademis untuk bebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba.Ketika disinggung soal kajian, Rektor mengatakan pihaknya akan mengkaji masalah narkoba dari berbagai perspektif. Bahkan, kini pihaknya sudah menyediakan klinik yang melayani terapi masalah narkoba dengan pendekatan musik.Menanggapi pentingnya penanggulangan narkoba di lingkungan Kampus, Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H., mengatakan kampus perlu untuk mendeklarasikan sebagai kawasan yang bersih dari narkoba. Hal ini tentunya akan jadi perhatian masyarakat, karena jika kampus itu banyak terjerat kasus narkoba, maka otomatis tidak akan ada peminatnya.Di lingkungan kampus, hal penting yang harus digarisbawahi adalah pelatihan atau ToT untuk para dosen. Ketika mereka sudah terampil, maka mereka akan menjadi kepanjangan tangan BNN untuk mengkampanyekan bahaya narkoba ke seluruh mahasiswa.Kurikulum juga penting untuk diterapkan di perguruan tinggi, mengingat masalah narkoba terus berkembang sehingga mahasiswa perlu memahami persoalannya.Terkait dengan masalah narkoba, Kepala BNN juga mengajak para mahasiswa untuk lebih gencar dalam melakukan penelitian. “Coba itu teliti, apa yang terjadi di dalam lapas, mengapa ada bandar narkoba,” sambung Kepala BNN.Satu pesan penting lagi yang disampaikan oleh Kepala BNN kepada masyarakat, agar tidak lupa untuk melakukan pengabdian masyarakat. “Para relawan anti narkoba harus turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pemahaman bahaya narkoba,” ujar Kepala BNN di akhir sambutannya.Dalam kunjungan kerjanya di UBL, Kepala BNN tak hanya melantik para relawan anti narkoba, akan tetapi juga melakukan tinjauan ke pusat studi kajian narkoba dan membuka selubung Kampus Bersih Narkoba.

Pelatihan Budi Daya Jahe Merah oleh BNN dan Bintang Toedjoe

23 November 2018

Direktorat Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN kembali mengadakan pelatihan budi daya jahe merah di kawasan rawan narkoba, di  RPTRA Johar Baru pada Kamis (23/08). Sebelumnya kegiatan serupa juga  dilaksanakan di  Menteng pada Selasa (21/08). Kegiatan ini bekerjasama dengan CSR Bintang Toedjoe di mana jahe merah merupakan salah satu bahan herbal utama dalam produknya. Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan, Pol Tri Setiyadi mengatakan kerja sama ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman antara BNN dengan PT Bintang Toedjoe, sebagai bentuk kepedulian Bintang Toedjoe pada masyarakat yang tinggal di kawasan rawan narkoba. Sementara itu, Camat Johar Baru, Choir dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada BNN dan Bintang Toedjoe, karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama ibu-ibu dalam membantu perekonomian dan menambah kesibukan. Ia berharap kegiatan ini akan terus berlanjut, tidak hanya semangat di awal saja. Kepada para peserta, ia mengimbau agar para peserta mengikuti dan menerapkan pelatihan ini dengan serius agar tidak sia-sia. Selama kegiatan berlangsung,, PT Bintang Toedjoe memberi paparan dan contoh penanaman jahe merah kepada para peserta yang didominasi oleh ibu-ibu PKK setempat.  Semua alat dan bahan yang dibutuhkan seperti bibit, pupuk, polybag, dan hormon diberikan secara cuma-cuma sebanyak 550 paket kepada fasilitator di Johar Baru untuk kemudian dibagikan kepada kelompok ibu-ibu PKK. Selama masa percobaan budi daya, setiap 1 bulan pihak Dayamas dan PT Bintang Toedjoe akan mengontrol perkembangannya. Setelah panen, hasil jahe merahnya akan di beli lagi oleh PT Bintang Toedjoe untuk digunakan sebagai bahan dasar pembuatan produknya. Para peserta terlihat antusias dengan kegiatan ini. Tak kurang dari 25 peserta yang mennghadiri kegiatan dan banyaknya pertanyaan yang diajukan merepresentasikan semangat mereka untuk melakukan penanaman bibit yang diberikan.

Program Pemberdayaan Harus Berkelanjutan

23 November 2018

Program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan wirausaha di kawasan rawan narkoba harus berkelanjutan. Karena itulah, seluruh pihak harus saling bersinergi agar masyarakat yang diberdayakan BNN bisa ditindaklanjuti dan dikembangkan oleh pihak lain.Hal ini disampaikan Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN, Drs. Agus Riansyah, saat membuka kegiatan Pemberdayaan Alternatif Melalui Pengembangan Wirausaha tahap III Bagi Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba di Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (6/9).Menurut Direktur, keberlangsungan program pemberdayaan ini perlu mendapatkan atensi dari jajaran pemda setempat beserta jajarannya seperti PKK. Dengan harapan agar para binaan bisa terus berkembang dan makin maju. Karena itulah, Ia meminta kepada jajaran pemda, kelurahan hingga para penggerak PKK juga turut mengawasi pelaksanaan program pemberdayaan agar masyarakatnya tetap memiliki spirit untuk berkarya.Kepada para peserta pelatihan handycraft kali ini di Johar Baru, Agus meminta agar para peserta lebih serius untuk mengikuti kegiatan pelatihan ini karena dalam waktu dekat ada sejumlah event penting yang bisa menjadi peluang untuk peserta binaan untuk memamerkan hasil karyanya. Di hadapan para peserta, Direktur Pemberdayaan Alternatif mengatakan bahwa pelatihan di Johar Baru ini sudah masuk tahap tiga jadi seharusnya sudah ada produk yang layak untuk dipamerkan atau dipasarkan.Sementara itu Kasubag Kepariwisataan Pemkot Jakarta Pusat, Erlitna memberikan tanggapan yang positif terhadap kegiatan pemberdayaan yang sudah berjalan di Johar Baru ini. Menurutnya kegiatan seperti ini merupakan bukti serius kehadiran negara melalui BNN dalam rangka membersihkan kawasan rawan dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba.Ia juga menambahkan, peluang bagi para binaan BNN untuk lebih maju itu masih terbuka lebar. Ia mengatakan pihakya akan melihat seperti apa hasil karya yang dihasilkan sehingga jika memang sudah layak bisa disinergikan dengan Dekranasda (Dewan Kerajian Nasional Daerah) yang berkompeten dalam mengorbitkan produk-produk unggulan sebuah daerah.Kepada 25 peserta kerajinan melukis dengan media sutra yang digelar selama tiga hari ke depan, Erlitna memberikan motivasi agar bisa menjadi inspirator bagi orang lain di daerahnya agar bisa berkarya dalam bidang yang positif.

Giat Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba di Provinsi Bali

23 November 2018

Deputi Pemberdayaan masyarakat BNN RI Irjen Pol Drs. Dunan Ismail Isja, MM beserta Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa SH menjadi narasumber utama dalam kegiatan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dari tanggal 24-26 September 2018 dalam bentuk Pelatihan kader inti pemuda anti narkoba tahun 2018 dengan tajuk Pemuda hebat stop narkoba bertempat di Hotel Grand Mega ,Kuta Badung pada hari Selasa (25/09) pukul 13.30 wita dengan diikuti oleh 100 orang perwakilan remaja banjar Se-Bali. .Data dari kementerian pemuda dan olahraga bahwa kuantitas pemuda Indonesia kurang lebih 60 juta orang yang menjadi sasaran dan target bagi mafia narkotika yang akan memutus mata rantai generasi hebat Indonesia sehingga pelatihan Pemuda Anti Narkoba sebagai prioritas program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).Acara pembekalan dan pengukuhan pemuda anti narkoba ini adalah hal positif yang harus dikembangkan terus menerus. Apalagi sasaran dari pelaku narkoba ini adalah kaum muda,baik untuk jadi pecandu maupun pengedar narkoba" ungkap Kepala BNNP Bali.Ditempat terpisah Deputi Pemberdayaan masyarakat BNN RI menyampaikan bahwa para pemuda dan pemudi Indonesia kedepannya harus menjadi insan yang unggul dan tentu saja harus jauh dari penyalagunaan narkoba,minimal bagi diri sendiri, keluarga dan bahkan masyarakat." Presiden telah menyatakan bahwa Indonesia saat ini Darurat narkoba, tentu saja diharapkan semua kementerian dan lembaga dapat menjauhi ego sektoral. Salah satunya adalah kegiatan pelatihan kader pemuda ini. Hal ini adalah contoh bagaimana Kemenpora dan BNN bersinergi" ungkap Deputi Pemberdayaan masyarakat BNN RI.#stopnarkoba #BNNPBALI