Program Pemberdayaan Harus Berkelanjutan

23 November 2018

Program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan wirausaha di kawasan rawan narkoba harus berkelanjutan. Karena itulah, seluruh pihak harus saling bersinergi agar masyarakat yang diberdayakan BNN bisa ditindaklanjuti dan dikembangkan oleh pihak lain.Hal ini disampaikan Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN, Drs. Agus Riansyah, saat membuka kegiatan Pemberdayaan Alternatif Melalui Pengembangan Wirausaha tahap III Bagi Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba di Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (6/9).Menurut Direktur, keberlangsungan program pemberdayaan ini perlu mendapatkan atensi dari jajaran pemda setempat beserta jajarannya seperti PKK. Dengan harapan agar para binaan bisa terus berkembang dan makin maju. Karena itulah, Ia meminta kepada jajaran pemda, kelurahan hingga para penggerak PKK juga turut mengawasi pelaksanaan program pemberdayaan agar masyarakatnya tetap memiliki spirit untuk berkarya.Kepada para peserta pelatihan handycraft kali ini di Johar Baru, Agus meminta agar para peserta lebih serius untuk mengikuti kegiatan pelatihan ini karena dalam waktu dekat ada sejumlah event penting yang bisa menjadi peluang untuk peserta binaan untuk memamerkan hasil karyanya. Di hadapan para peserta, Direktur Pemberdayaan Alternatif mengatakan bahwa pelatihan di Johar Baru ini sudah masuk tahap tiga jadi seharusnya sudah ada produk yang layak untuk dipamerkan atau dipasarkan.Sementara itu Kasubag Kepariwisataan Pemkot Jakarta Pusat, Erlitna memberikan tanggapan yang positif terhadap kegiatan pemberdayaan yang sudah berjalan di Johar Baru ini. Menurutnya kegiatan seperti ini merupakan bukti serius kehadiran negara melalui BNN dalam rangka membersihkan kawasan rawan dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba.Ia juga menambahkan, peluang bagi para binaan BNN untuk lebih maju itu masih terbuka lebar. Ia mengatakan pihakya akan melihat seperti apa hasil karya yang dihasilkan sehingga jika memang sudah layak bisa disinergikan dengan Dekranasda (Dewan Kerajian Nasional Daerah) yang berkompeten dalam mengorbitkan produk-produk unggulan sebuah daerah.Kepada 25 peserta kerajinan melukis dengan media sutra yang digelar selama tiga hari ke depan, Erlitna memberikan motivasi agar bisa menjadi inspirator bagi orang lain di daerahnya agar bisa berkarya dalam bidang yang positif.

Giat Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba di Provinsi Bali

23 November 2018

Deputi Pemberdayaan masyarakat BNN RI Irjen Pol Drs. Dunan Ismail Isja, MM beserta Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa SH menjadi narasumber utama dalam kegiatan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dari tanggal 24-26 September 2018 dalam bentuk Pelatihan kader inti pemuda anti narkoba tahun 2018 dengan tajuk Pemuda hebat stop narkoba bertempat di Hotel Grand Mega ,Kuta Badung pada hari Selasa (25/09) pukul 13.30 wita dengan diikuti oleh 100 orang perwakilan remaja banjar Se-Bali. .Data dari kementerian pemuda dan olahraga bahwa kuantitas pemuda Indonesia kurang lebih 60 juta orang yang menjadi sasaran dan target bagi mafia narkotika yang akan memutus mata rantai generasi hebat Indonesia sehingga pelatihan Pemuda Anti Narkoba sebagai prioritas program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).Acara pembekalan dan pengukuhan pemuda anti narkoba ini adalah hal positif yang harus dikembangkan terus menerus. Apalagi sasaran dari pelaku narkoba ini adalah kaum muda,baik untuk jadi pecandu maupun pengedar narkoba" ungkap Kepala BNNP Bali.Ditempat terpisah Deputi Pemberdayaan masyarakat BNN RI menyampaikan bahwa para pemuda dan pemudi Indonesia kedepannya harus menjadi insan yang unggul dan tentu saja harus jauh dari penyalagunaan narkoba,minimal bagi diri sendiri, keluarga dan bahkan masyarakat." Presiden telah menyatakan bahwa Indonesia saat ini Darurat narkoba, tentu saja diharapkan semua kementerian dan lembaga dapat menjauhi ego sektoral. Salah satunya adalah kegiatan pelatihan kader pemuda ini. Hal ini adalah contoh bagaimana Kemenpora dan BNN bersinergi" ungkap Deputi Pemberdayaan masyarakat BNN RI.#stopnarkoba #BNNPBALI

TIGA PILAR TANGGUH, DESA AMAN DARI NARKOBA

23 November 2018

Dalam rangka optimalisasi dan percepatan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan langkah bersama melalui peran 3 (tiga) pilar, yaitu Kepala Desa/Kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas serta Kepala Puskesmas guna mewujudkan Desa Bersih Narkoba.Sebelum menyusun langkah aksi, sebanyak +/- 1000 orang perangkat desa wilayah Cianjur berkumpul di Gedung Asakinah Cianjur, Jawa Barat, pada Senin (19/11), untuk mendapatkan pembekalan dan pengarahan terkait narkotika dari Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).Drs. Heru Winarko, S.H., mengatakan bahwa acara yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur dan BNN Kabupaten Cianjur ini merupakan salah satu upaya untuk mengaktifkan kembali peran 3 (tiga) pilar di desa dalam memberikan pengayoman dan perlindungan kepada masyarakat desa khususnya dari kejahatan Narkoba."Saya mengharapkan di masing-masing desa, tiga pilar ini memiliki ketahanan untuk menangkal Narkoba", imbuh Heru.Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, dalam sambutannya mengatakan bahwa peredaran gelap narkotika di wilayah Cianjur saat ini hampir mencapai 1.000 jiwa, untuk itu diperlukan dukungan dari semua pihak, institusi penegak hukum, para ulama dan pemuka agama, untuk bersama meningkatkan intensitas dan efektivitas gerakan mencegah Narkoba."Saya mengajak untuk bersama-sama mengatakan perang terhadap Narkoba, menyelamatkan anak cucu dari bahaya Narkoba", tambah Herman.Sementara itu, Deputi Pencegahan BNN, Drs. Ali Djohardi, yang dalam kesempatan tersebut turut hadir mendampingi Kepala BNN, mengajak perangkat desa untuk bersama-sama mencari cara terbaik untuk menjaga masyarakat yang belum terkena Narkoba agar jangan sampai terkena Narkoba dan masyarakat yang sudah terpapar Narkoba agar segera mendapatkan perawatan untuk dipulihkan dan kembali berdaya guna.Selain memberikan bimbingan dan arahan, dalam acara tersebut Kepala BNN juga memberikan penghargaan kepada perangkat desa yang dinilai telah aktif berperan serta dalam upaya P4GN di wilayah Cianjur.HUMAS BNN