Audensi Grand Design Alternative Development dengan BPIW Kementertian PUPR

8 Maret 2019

 Audiensi Direktorat Pemberdayaan Alternatif dengan BPIW pada tanggal 6 maret 2019 disambut oleh Kabid Penyusunan  Program Pusat beserta tim. Dalam audensi tersebut  Kasudit Masyarakat Desa BNN menyampaikan perihal program GDAD,  kawasan rawan narkoba sebanyak 654 di seluruh Indonesia serta Inpres 6 Tahun 2018 dan Pemendagri nomor 12 tahun 2019. Hal ini disambut baik Kabid Penyusunan Program Pusat  Kementerian PUPR BPIW, yang saat ini juga sedang Menyusun RPJM tahun 2020- 2024. Dalam kesempatan ini turut ditentukan pula kebijakan program dan anggaran di 3 wilayah project GDAD dan kawasan rawan narkoba lainnya.

BNN Gelar Bimtek Penggiat Anti Narkoba bersama Universitas di Sulawesi Selatan

28 November 2018

Makassar - Permasalahan penyalahgunaan narkoba telah merambah ke semua tatanan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat yang komprehensif dan berkesinambungan.Sejalan dengan hal itu, Direktorat Peran Serta Masyarakat, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar "Bimbingan Teknis (BIMTEK) Penggiat Anti Narkoba" di Hotel Aryaduta, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/11). Bimtek yang berlangsung selama dua hari ini, melibatkan sebanyak 40 perserta dari perwakilan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan perwakilan Badan Eksekutif Muda (BEM) di Sulawesi Selatan.dir-psmDirektur Peran Serta Masyarakat BNN, Drs. Mohamad Jupri, MM membuka serta menjadi narasumber dalam acara tersebut menjelaskan Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagi para Penggiat Anti Narkoba guna mensinergikan program pemberdayaan masyarakat, serta mengajak seluruh pemangku kebijakan di lingkungan pendidikan untuk bersama-sama menjalin kemitraan dan menumbuhkan komitmen Yang kuat dalam menekan tingkat penyalahgunaan Narkoba.Selain itu, permasalahan Narkoba merupakan kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime) dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata Proxy War untuk melumpuhkan kekuatan bangsa. Kejahatan narkoba harus ditangani secara intensif melalui dukungan Dan pasrtisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat. "Saya berharap lingkungan pendidikan merupakan mitra strategis dapat berkerja Sama dengan BNN guna melalukan upaya - upaya progresif dan revolusioner guna menjaga Dan menyelaraskan masa depan bangsa dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Karena lingkungan pendidikan berperan Dalam membentuk sikap, pengetahuan dan keterampilan maka diharapkan mampu mengimplementasikan program P4GN secara mandiri dan berkesinambungan", ungkap Direktur Peran Serta Masyarakat BNN.foto-bersama-bimtek-makassarKemudian dalam acara tersebut ada beberapa materi disiapkan oleh BNN agar nantinya dapat memaksimalkan peran masyarakat dalam P4GN terutama sosialisasi dilingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Rembug Desa Cegah Bahaya Narkoba

23 November 2018

Prabumulih,- Persoalan narkoba telah melanda seluruh wilayah nusantara, tak hanya di kota namun
juga telah merambah hingga ke desa-desa. Langkah nyata harus segera diambil agar masyarakat
tidak tersentuh narkoba. Sebagai bentuk upaya pencegahan, BNNK Prabumulih bersinergi dengan
aparat pemerintah desa Tambangan memberikan pemahaman bahaya narkoba melalui kegiatan
rembug desa.
Mewakili BNNK Prabumulih, Satrio mengatakan para ratusan peserta sosialisasi yang hadir tentang
pentingnya sebuah konsep penanggulangan bahaya narkoba di pedesaan. Menurutnya, perangkat
desa perlu memulai mengaktualisasikan konsep pengembangan kawasan anti narkoba atau yang
dikenal “Bang Wawan”.
Melalui konsep di atas, diharapkan aparat desa dapat membuahkan regulasi seperti Peraturan Desa
yang memuat aturan yang mendukung Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan
Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Misalnya, bagi perangkat desa yang terindikasi sebagai
pengguna narkoba maka orang tersebut diberhentikan. Contoh lain dalam kasus pemberantasan,
nantinya bisa membahas aturan tentang mekanisme pelaporan tindak pidana penyalahgunaan dan
peredaran narkoba ke pihak berwajib.
Kegiatan rembug desa yang dibalut dalam diskusi ini dimotori oleh mahasiswa KKN UIN 2018, dan
dihadiri oleh Kepala Desa, perwakilan dari unsur kepolisian, koramil dan tokoh masyarakat serta
tokoh adat.

KEPALA BNN HADIRI RAPAT KERJA PEMBERDAYAAN ALTERNATIF

23 November 2018

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Heru Winarko, membuka pelaksanaan Rapat Kerja dalam rangka Sinergi Program Pemberdayaan Alternatif Pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Hotel Golden Tulip, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/4).Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa perwakilan lembaga pemerintah dan swasta Provinsi Kalimantan Barat, tokoh-tokoh masyarakat, praktisi akademi dan beberapa perwakilan elemen lainnya. Dalam sambutannya Heru Winarko menekankan rapat kerja ini harus mendapatkan hasil yang maksimal.  Heru juga menegaskan bahwa hasil rapat ini harus sejalan dengan tujuan yakni memberdayakan peran masyarakat.“Setiap desa pasti memiliki pertahanan, seperti lurah dan aparat desa lainnya, ini yang harus kita berdayakan” Ujara Heru.Menurut heru, pedesaan rentan tercemar penyalahgunaan narkoba. Mereka yang membawa budaya kota masuk ke desa, perlu untuk diawasi. Untuk itu, diperlukan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk saling mengawasi.Selaku Kepala BNN, Heru menitip mandat kepada Deputi Pemberdayaan Masyarakat untuk bisa mencari obyek yang dapat diberdayakan dan nantinya dapat menjadi alternatif lain bagi masyarakat agar dapat tetap produktif tanpa melakukan penyalahgunaan narkoba. Dengan begitu, predikat kampung bebas narkoba dapat dideklarsikan.Lebih lanjut Heru mengatakan, semua ini harus dikembalikan lagi kepada masyarakat, mau atau tidak wilayahnya dikotori oleh narkoba.“saya minta bantuan seluruh aparat setempat, jangan sampai wilayah kita dijadikan tempat penyalahgunaan narkoba. Apalagi bandar bandar ini malah dijadikan pahlawan di kampungnya” kata Heru.Heru membocorkan belum lama BNN berhasil membongkar jaringan narkoba yang cukup besar di Kalimantan Barat.“beberapa kali ditangkap di laut, mereka kembali memanfaatkan jalur darat untuk menyelundupkan narkoba dan beberapa kali barang bukti yang berhasil disita merupakan prekusrsor” kata heru.Terkait hal tersebut Kepala BNN menegaskan bahwa dibutuhkan pengawasan yang ketat dari seluruh elemen masyarakat dan instansi pemerintah terkait. Kepala BNN berharap Raker ini dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.“contohnya seperti di Jakarta, Kampung Ambon yang terkenal dengan penyalahgunaan narkoba, dirubah namanya menjadi Kampung Permata, dengan harapan kampung tersebut dapat terbebas dari penyalahgunaan Narkoba,” ujar heru diakhir sambutannya.

Relawan Anti Narkoba UBL Dilantik Kepala BNN

23 November 2018

Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H., melantik penggiat anti narkoba di Kampus Universitas Bandar Lampung (UBL) yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Anti Narkoba (OMAN), di gedung auditorium UBL, Selasa (24/4).Rektor UBL, Dr. Ir. H. M. Yusuf. S. Barusman, MBA mengatakan bahwa pihaknya sangat serius untuk menangkal ancaman bahaya narkoba di kampusnya. Hal ini ditandai dengan pembentukan para penggiat anti narkoba melalui OMAN. Saat ini, ada 108 mahasiswa yang tergabung dalam OMAN dan siap melakukan gerakan penanggulangan masalah narkoba.Menurut Yusuf, kegiatan ini merupakan starting point untuk bergerak lebih serius. “Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama melawan narkoba,” imbuhnya.Dalam sambutannya, Rektor mengatakan bahwa selain kegiatan pelantikan hari ini, juga adanya peninjauan pusat studi kajian narkoba sekaligus pembukaan Selubung Kampus Bersih Narkoba. Lanjut Rektor, tanggung jawab deklarasi anti narkoba itu berat, tapi ini akan menjadi motivasi di lingkungan akademis untuk bebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba.Ketika disinggung soal kajian, Rektor mengatakan pihaknya akan mengkaji masalah narkoba dari berbagai perspektif. Bahkan, kini pihaknya sudah menyediakan klinik yang melayani terapi masalah narkoba dengan pendekatan musik.Menanggapi pentingnya penanggulangan narkoba di lingkungan Kampus, Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H., mengatakan kampus perlu untuk mendeklarasikan sebagai kawasan yang bersih dari narkoba. Hal ini tentunya akan jadi perhatian masyarakat, karena jika kampus itu banyak terjerat kasus narkoba, maka otomatis tidak akan ada peminatnya.Di lingkungan kampus, hal penting yang harus digarisbawahi adalah pelatihan atau ToT untuk para dosen. Ketika mereka sudah terampil, maka mereka akan menjadi kepanjangan tangan BNN untuk mengkampanyekan bahaya narkoba ke seluruh mahasiswa.Kurikulum juga penting untuk diterapkan di perguruan tinggi, mengingat masalah narkoba terus berkembang sehingga mahasiswa perlu memahami persoalannya.Terkait dengan masalah narkoba, Kepala BNN juga mengajak para mahasiswa untuk lebih gencar dalam melakukan penelitian. “Coba itu teliti, apa yang terjadi di dalam lapas, mengapa ada bandar narkoba,” sambung Kepala BNN.Satu pesan penting lagi yang disampaikan oleh Kepala BNN kepada masyarakat, agar tidak lupa untuk melakukan pengabdian masyarakat. “Para relawan anti narkoba harus turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pemahaman bahaya narkoba,” ujar Kepala BNN di akhir sambutannya.Dalam kunjungan kerjanya di UBL, Kepala BNN tak hanya melantik para relawan anti narkoba, akan tetapi juga melakukan tinjauan ke pusat studi kajian narkoba dan membuka selubung Kampus Bersih Narkoba.