BNN RI PERKUAT KERJASAMA DENGAN UNUD, PARAREM DAN PENGUKUHAN RELAWAN SERTA LAUNCHING DESA BERSINAR SE-BALI


Rabu, 15 Mei 2019

Peran Mahasiswa dalam P4GN yaitu terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian,serta pengabdian ke masyarakat. Mahasiswa sebagai penerus bangsa harus dibentengi dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng Universitas Udayana (UNUD) untuk bersama melaksanakan progam pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN). Kerja sama diantara BNN dan Universitas Udayana dikukuhkan dengan ditangatanganinya nota kesepahaman antara kedua institusi, Selasa (14/5) Pukul 13.00 wita Bertempat di Ruang A.A Made Djelantik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana .

Kepala BNN, Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, S.H. bersama Rektor Universitas Udayana Dr.dr. A.A. Raka Sudewi, Sp menandatangani nota kesepahaman disaksikan oleh Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. Penandatanganan nota kesepahaman meliputi beberapa hal yakni penyebaran informasi tentang P4GN, meningkatkan peran serta para akademisi Universitas Udayana sebagai relawan dan penggiat anti narkoba, pelaksanaan tes/uji narkoba di lingkungan kampus Universitas Udayana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan kedua instansi, serta pertukaran data dan informasi terkait dengan upaya P4GN.

Selain hal-hal tersebut di atas, BNN dan Universitas Udayana juga sepakat bekerja sama dalam bidang; penelitian dan pengkajian P4GN untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, teknologi, dan kebijakan publik; publikasi hasil penelitian dan pengkajian P4GN, pengembangan materi bahaya penyalahgunaan narkotika yang terintegrasikan ke dalam mata kuliah; pelaksanaan program pendidikan tinggi, pelatihan, lokakarya, seminar dan kegiatan ilmiah di bidang pencegahan dan pemberantasan, pembinaan/pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya P4GN, pemanfaatan sarana dan prasarana yang dimiliki kedua instansi dalam mendukung kerja sama tersebut serta kerja sama terkait Perawatan dna Pengembangan Anjing Pelacak BNN di Kedokterah Hewan UNUD.

Bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, Penanda Tanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Deputi Pencegahan dengan Wakil rektor 2 ,PKS antara Deputi Pemberdayaan Masyarakat dengan Wakil Rektor 3 , Serta Kepala BNNP Bali dengan Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UNUD.
Dalam kegiatan tersebut juga dirangkai penandatangan pararem dari 76 desa adat se-Bali, 20 desa bersih, pelantikan relawan sebanyak 76 orang. Penandatanganan ini akan dilakukan oleh Kepala BNN RI,Gubernur Bali,Walikota dan 5 Bupati se-Bali.

Dalam sambutannya Rektor UNUD Menyampaikan bahwa Kerja sama ini sangat penting bagi universitas udayana terlebih terkait tri dharma perguruan tinggi. Dunia pendidikan di indonesia perlu mendapatkan perhatian khusus terhadap bahaya narkoba. Saat ini banyak mahasiswa yang terkena penyalahguna narkoba, hal ini sangat mengkhawatirkan tentunya untuk universitas udayana ,sudah tentu perlu perguruan tinggi harus menjadi garda depan dalam perlindungan peserta didik dari bahaya

Dalam Sambutannya Gubernur Bali menyampaikan Apresiasi terhadap penyelenggaraan penanda tanganan nota kesepahaman pada hari ini.

Bahwa Gubernur sangat mendukung upaya P4GN di Provinsi Bali dimana akan melibatkan semua pihak termasuk desa adat dengan menggunakan pararem desa adat.

Hal ini secepatnya akan dijadikan program di provinsi bali. Program pemberantasan narkoba sangat penting dimana Bali adalah destinasi wisata dunia tentu saja rawan terhadap penyalahgunaan narkoba dan sangat merugikan penduduk bali.

Gubernur memiliki tanggung jawab besar menangani masalah ini dengan serius dan tuntas. Walau pun tingkat ketahanan narkoba sangat tinggi di Bali namun korban narkoba ini jarus bisnaterus ditekan krena menyebabkan loss generation dan hal ini tidak bisa biarkan.

“Kelebihan bali dari daerah lain adalah adanya 1900 an desa adat di bali, saat ini sedang dibuat peraturan untuk menjadikan desa adat sebagai pilar pemberantasan narkoba melalui pararem dan dipayungi oleh peraturan daerah” Ungkap Gubernur Bali.

Dalam kuliah Umum Kepala BNN RI Menyampaikan bahwa 80 persen penyeludupan terjadi di wilayah laut,dimana di Indonesia terdapat banyak jalan tikus yang digunakan pengedar untuk menyelundupkan narkoba. perkembangan prevalensi lahgun selama tahun 2008,2011, 2014 2017 berdasarkan hasil kerja sama antara BNN dengan PusliKet UI didapatkan angka prevalensi lahgun di Indonesia berada di kisaran angka 1,7 -2,2 persen atau 3-5 juta jiwa

“Strategi bnn melalui pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi,
Tahun ini tahunnya milenial,sehingga bnn melakukan pendekatan millenial melalui media sosial” ungkap Kepala BNN RI.

Dalam kuliah umum juga disampaikan
Fenomena Narkoba jenis NPS yang beredar di Indonesia bersumber dari luar negeri, Kebijakan penanganan terhadap bandar narkoba yaitu hukuman mati dan perampasan aset dalam bentuk TPPU.

Kedepannya kerja sama yang sudah terjalin ini akan terus dikembangkan dengan menitikberatkan Upaya pencegahan narkoba di lingkungan kampus dinilai sangat penting dilakukan. Menyongsong kesiapan Indonesia menghadapi bonus demografi 2030 mendatang, diharapkan para generasi muda bebas dari narkoba.

#bersinar
#stopnarkoba
#BNNPBALI