Kompleksnya Permasalahan Narkotika Butuh Pendekatan Berbeda


Rabu, 24 April 2019

Usai menadatangani nota kesepahaman bersama PT. Sampoerna Agro Tbk., Selasa (23/4) di Hotel Fave, Palembang, Deputi Bidang Pencegahan BNN, Ali Johardi memberikan paparan terkait permasalahan narkotika yang saat ini tengah menghantui Indonesia. Deputi Bidang Pencegahan tersebut menjelaskan kondisi terkini Indonesia yang masih dalam kondisi darurat narkoba dengan berbagai data-data terkait dengan permasalahan narkotika yang dimiliki oleh BNN.

Ali menyampaikan bahwa permasalahan narkotika merupakan permasalahan yang kompleks. Hal tersebut dikarenakan adanya tiga aspek yang saling beririsan menyangkut permasalahan narkotika, diantaranya aspek kesehatan, hukum, dan sosial. Berdasarkan dari sisi kesehatan permasalahan narkotika lebih dipandang pada penyalahgunaan yang merupakan sebuah penyakit yang harus disembuhkan. Hal ini diperkuat oleh dunia internasional yang saat ini mengangkat public health menjadi salah satu masalah besar di dunia.

Sementara itu, pada aspek hukum permasalahan narkotika merupakan tindakan kriminal yang masuk dlm kategori extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa yang harus ditindak tegas untuk memutus mata rantai peredarannya. Pendekatan tersebut pun dipertegas Indonesia diberlakukannya hukuman mati bagi para bandar narkoba. Namun demikian, menurut Ali banyak negara-negara lain yang justru mengecam kebijakan Indonesia tersebut dan memandang bahwa hal itu telah melanggar hak asasi manusia.

Di sisi lain permasalahan narkotika juga merupakan masalah sosial. Permasalahan narkotika sering kali berkaitan dengan masalah-masalah lain seperti kurangnya perhatian orang tua, pergaulan yang membawa dampak negatif dan lain-lain. Kejahatan narkotika bahkan disebut sebut menjadi penyebab dari tindak kejahatan lain seperti pencurian, kekerasan, dan sebagainya.

“Melihat kompleksnya permasalahan narkotika maka penanganannya pun memiliki pendekatan yang berbeda-beda, penanganan terhadap orang-orang yang belum pernah bersentuhan dengan narkoba, para penyalahguna narkotika, maupun para pengedar atau bandar, semua memiliki pendekatan yang tidak sama”, jelas Deputi Bidang Pencegahan BNN.

Lebih lanjut Ali mengajak kepada seluruh karyawan PT. Sampoerna Agro tbk. untuk dapat turut berperan serta baik dalam melakukan edukasi pencegahan maupun meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di lingkungannya. Deputi Pencegahan BNN juga meminta karyawan untuk jangan ragu berkordinasi atau melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya indikasi kejahatan narkotika.