BERHASIL UNGKAP PABRIK PCC, BNN DIBERI PENGHARGAAN


Jumat, 20 April 2018
[ratings]

Pemerintah Kota Semarang memberikan penghargaan kepada 38 personel Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat dan Provinsi Jawa Tengah atas keberhasilannya dalam mengungkap keberadaan pabrik pil Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC), di sebuah rumah yang berada di kawasan Halmahera Raya, Semarang, Jawa Tengah, pada tanggal 3 Desember 2017 lalu. Pemberian penghargaan yang ditetapkan melalui keputusan Wali Kota Semarang Nomor 861/231 Tahun 2018 ini secara simbolis diberikan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, kepada Komjen Pol. (Purn) Budi Waseso (Kepala BNN periode 2015 – 2018), Irjen Pol Arman Depari (Deputi Pemberantasan BNN), dan Tri Agus Heru Prasetyo (Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah), dengan disaksikan oleh Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko, di Balai Kota Semarang, pada Kamis (19/4).Hendrar mengatakan bahwa para personel BNN tersebut pantas mendapatkan penghargaan karena dinilai berjasa dalam memberantas Narkoba di Indonesia, khususnya di Kota Semarang. “Kami mewakili masyarakat Kota Semarang memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya dan jangan dinilai harganya, tapi inj bentuk dari pemberian semangat kepada BNN untuk tidak henti-hentinya berantas Narkoba. Selain itu, penghargaan ini juga merupakan bentuk terima kasih yang sebesar-besarnya karena pabrik PCC terbesar di Indonesia bisa terungkap”, ujar Hendrar dalam sambutannya.Sementara itu, kebahagiaan terpancar dari wajah Budi Waseso usai menerima penghargaan. Dalam sambutannya, Ia mengungkapkan bahwa tugas di BNN adalah tugas yang sangat mulia. Bahkan baginya tidak ada tugas yang paling mulia dimanapun selain di BNN karena berkaitan dengan nyawa dan nasib bangsa serta negara. Dalam kesempatan yang sama, Heru Winarko kembali menegaskan bahwa Narkoba adalah musuh bersama. “Narkoba musuh Kita, bukan hanya BNN saja, bukan hanya Polri saja, tapi semua bertanggung jawab! Diharapkan semua pihak aktif untuk memerangj barang haram tersebut. Semuanya harus bangun, jangan sampai ada pecandu, bandar, atau pabrik pil PCC di wilayah masing-masing!”, tegasnya. Terkait hal tersebut, Heru mengharapkan peran Babinsa, Babinkamtibmas, serta para ibu di Posyandu agar lebih dimaksimalkan lagi guna menangkal penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *