Dosen & Guru di OKI siap jadi penggiat Anti narkoba

21 Februari 2019

Usai menjalani dua hari bimbingan teknis dari Direktorat Peran Serta Masyarakat BNN, para pendidik yang telah menjadi penggiat anti narkoba mengaku mendapatkan banyak sekali wawasan dan pemahaman tentang persoalan narkoba yang begitu mengancam. Sebagai bentuk tanggung jawabnya, para penggiat anti narkoba yang berasal dari kalangan guru Bimbingan dan Konseling (BK) dan dosen menyatakan kesiapannya mendukung BNN dalam menangkal ancaman narkoba di lingkungan pendidikan di daerahnya.Erguno, seorang guru dari SMKN 2 Kayuagung mengaku mendapatkan banyak wawasan dari sejumlah pemateri. Dengan tambahan wawasan yang ia dapatkan, ia telah merencanakan sejumlah aksi untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan sekolah.“Sosialisasi bahaya narkoba sangat penting untuk disampaikan, dan itu bisa diimplementasikan saat upacara hari Senin,” imbuhnya usai kegiatan penutupan Bimtek Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan, di Ogan Komering Ilir, Kamis (21/2)Di samping itu, ia juga akan memperbanyak bahan-bahan informasi termasuk banner di sekolah yang memuat bahaya narkoba. Media ini tidak hanya dipasang di dalam lingkungan sekolah tapi juga di tempat-tempat strategis yang berada di sekitar sekolah.Sementara itu Muzakkar, seorang pengajar dari SMA 3 Kayuagung, mengaku miris dengan fakta permasalahan narkoba yang melanda negeri ini termasuk di daerah Ogan Komering Ilir yang ternyata angka penyalahgunaan narkobanya cukup tinggi.Ketika ditanyakan tentang rencana aksi ke depan, ia mengatakan akan mengintegrasikan materi narkoba ke dalam Rencana Pelaksanaan Pelajaran (RPP), sebagai program pengajaran di kelas, di seluruh mata pelajaran. Selain itu, ia juga melihat bahwa potensi organisasi di sekolah seperti PMR dan PIKR, sangat strategis untuk dilibatkan dalam upaya penanggulangan narkoba di lingkungan sekolah.Penggiat anti narkoba yang dikukuhkan hari ini tidak hanya dari kalangan guru SMP dan SMA, namun ada juga satu-satunya dosen yaitu Sarjon Sabit, dari Universitas Islam OKI. Dari perspektifnya, penanggulangan narkoba di lingkungan kampus harus dimulai dengan konsolidasi dengan semua stakeholder di kampusnya untuk membuat program pencegahan seperti sosialisasi bahaya narkoba pada mahasiswa. Selain itu, ia juga menyebut perlunya dilakukan tes urine sebagai wujud komitmen institusinya untuk bersih dari narkoba.Sebagai bentuk tanggungjawab dan pengabdian pada masyarakat, dalam program KKN, nantinya mahasiswa diminta untuk terjun ke masyarakat, dan mampu memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba.Menanggapi komitmen yang telah disampaikan, Agus Sutanto, selaku Kasubdit Lingkungan Pendidikan di Direktorat Peran Serta Masyarakat BNN menyatakan apresiasinya. Ia berharap agar para penggiat anti narkoba ini betul-betul mampu menyusun rencana aksi P4GN secara nyata, demi membantu memproteksi anak bangsa dari ancaman narkoba.

ESQ; Misi Mulia Penggiat Anti Narkoba

21 Februari 2019

Menjadi penggiat anti narkoba adalah langkah mulia, karena merupakan satu bentuk upaya memproteksi anak bangsa dari ancaman kehancuran di masa depan. Karena itulah, diperlukan niatan yang tulus, dan alasan yang kuat untuk menjalani misi mulia tersebut. Seorang motivator dari ESQ, Andri Fallash berpesan agar para penggiat anti narkoba untuk tetap semangat, dan konsisten untuk melakukan aksi nyata menangkal ancaman narkoba terhadap anak didiknya, usai mendapatkan bimbingan teknis dari BNN, melalui Direktorat Peran Serta Masyarakat.“Apa yang Anda bayangkan, jika ada konsisten, terus memberikan nasihat tentang bahaya narkoba, lalu anak didik anda di suatu hari mengatakan terima kasih yang setinggi-tingginya karena telah membuat mereka sukses dan jauh dari narkoba,” ungkap Andri saat memberikan motivasi kepada para guru BK yang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan, di Sumatera Selatan, tepatnya di Kabupaten OKI, Kamis (21/2).Untuk menjadi penggiat anti narkoba yang baik diperlukan sejumlah hal agar bisa menjadi handal. Andri Fallash mengungkapkan, ada tiga hal penting yang menjadi pembeda mana orang yang sukses atau tidak yaitu dalam hal gerak, kata dan fokus. Penggiat anti narkoba yang sukses akan tampak dari bagaimana dia bertindak, berkomunikasi dan fokus pada cita-cita atau targetnya.Para penggiat anti narkoba yang baik, akan senantiasa berindak dengan penuh keramahan sehingga bisa diterima semua kalangan, lalu senantiasa menyampaikan hal positif, dan teguh pada fokus targetnya.“Diharapkan, para penggiat anti narkoba memiliki target paling tidak agar anak didik di sekolahnya tidak mencoba narkoba,” ungkap AndriKesemua hal positif itu merupakan karakter yang harus dimiliki oleh semua penggiat anti narkoba. Menurutnya, pembangunan karakter yang benar akan sejalan dengan prestasi atau pencapaian seseorang. Karakter yang kuat akan tampak pada bagaimana dia menunjukkan attitude. Hal ini terbukti dengan banyaknya orang yang sukses bukan karena seberapa tinggi IQ-nya, akan tetapi dengan attitude atau sikap seseorang dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam hidupnya.Kepada para penggiat anti narkoba, Andri juga menitipkan pesan agar para penggiat anti narkoba di kalangan tenaga pendidik menggarisbawahi pentingnya value atau nilai-nilai yang harus diinternalisasi, kemudian dilatih agar menjadi kebiasaan atau karakter. Kemudian hal ini dikuatkan dengan adanya regulasi yang jelas atau di lingkungan yang ditegakkan dengan didukung oleh sebuah leadership yang bisa memberikan role model yang kuat.Selain pembekalan motivasi, para penggiat anti narkoba juga mendapatkan berbagai tips dalam hal public speaking. Andriko Okta Pratama, seorang pakar public speaking mengatakan agar para penggiat anti narkoba tidak lelah untuk terus belajar dan belajar dalam konteks bicara di depan audiensnya.Salah satu tips yang ia bagikan adalah pentingnya melakukan visualisasi setiap akan melakukan presentasi atau penyuluhan bahaya narkoba. Para penggiat narkoba yang akan menyuluh, diajak dalam sebuah simulasi, untuk membayangkan dalam alam pikirannya, dari mulai masuk ke dalam gedung atau tempat kegiatan, lalu menyampaikan materi hingga pada akhirnya mendapatkan apreasiasi dari orang-orang yang melihatnya.

Pemprov Kaltim berkomitmen tingkatkan Anggaran Pencegahan narkoba.

21 Februari 2019

"Narkoba merusak fisik dan psikis, oleh karena itu masyarakat harus memiliki pemahaman dan ketahanan agar bisa menangkal ancaman narkoba" ungkap Kepala BNN, Drs. Heru Winarko saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (21/02).kunjungan kerja yang rencananya akan dilaksanakan selama dua hari tersebut diawali dengan kegiatan tatap muka bersama Forum komunikasi pimpinan daerah (Forompinda) Provinsi Kalimantan Timur beserta komponen masyarakat di Gedung Lamin Etam, Samarinda.Hadir dalam Forkompinda bersama Kepala BNN RI, Wakil Gubernur Kaltim H. Hadi Mulyadi, Deputi Dayamas Dunan Ismail, Wakapolda Kaltim, Kepala BNNP Kaltim, Ka. BINDA, Ka Kanwil Kemenkumhan beserta pejabat lainnya perwakilan Kabupaten/Kota di Provinsi Kaltim. H. Hadi Mulyadi dalam sambutannya menyampaikan Provinsi Kalimantan Timur siap mendukung program P4GN dan Tahun 2019 ini kami telah berkomitmen menganggarakan pelaksanaan tes urin kepada ASN Provinsi Kaltim. Sementara Kepala BNN, Heru Winarko menyampaikan pentingnya sinergitas dalam menangani permasalahan narkoba.Saat di wawancarai oleh berbagai media Heru Winarko memberikan atensi khusus pada wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain. Dengan kondisi geografis Indonesia, banyak celah yang bisa dimanfaatkan bandar narkoba. Oleh karena itulah masyarakat dan aparat yang bertugas di perbatasan diharapkan bisa merapatkan barisan guna melawan peredaran narkoba.Dalam kegiatan tersebut turut serta dilaksanakan MoU Bidang P4GN antara BNNP Kaltim dengan Universitas Mulawarman dan Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID), serta simbolis penyerahan mobil operasional dari Pemprov Kaltim kepada BNNP Kaltim yang disaksikan oleh Kepala BNN RI dan Wakil Gubernur Kaltim.

Bina Karakter Siswa Lawan Narkoba

21 Februari 2019

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menangkal ancaman narkoba di lingkungan pendidikan. Seperti diuraikan oleh Kabid Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan Ogan Komering Ilir , Dedi Rusdianto, bahwa langkah pencegahan yang utama salah satunya dengan pemantapan pendidikan karakter dan budaya di lingkungan sekolah.Menurutnya, pendidikan karakter yang kuat ditambah dengan nilai-nilai keagamaan bisa menjadi salah satu cara menguatkan mental siswa dalam menghadapi berbagai macam persoalan. Namun, hal itu juga harus ditunjang dengan sebuah kultur pendidikan yang kondusif. Artinya, kultur sekolah dibangun sebagai taman yang nyaman dan menyenangkan di mana komunikasi antara guru dan siswanya berjalan dengan efektif.“Ketika lingkungan sudah dianggap nyaman layaknya tempat wisata, maka siswa lupa terhadap hal negatif, sehingga mereka lebih terfokus untuk melakukan hal-hal positif dan kreatif,” imbuh Dedi di hadapan para Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dari SMP dan SMA di OKI, yang sedang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan, Rabu (20/2).Point penting lainnya yang ingin disampaikan Dedi adalah tentang betapa perlunya upaya monitoring dan evaluasi oleh guru terhadap siswanya.“Guru harus mencatat atau mendeteksi segala permasalahan dan penyimpangan perilaku siswanya. Selanjutnya, setiap dua minggu atau sebulan sekali, masalah-masalah penyimpangan itu dibahas bersama untuk dicarikan solusinya,” papar Dedi dalam kegiatan Bimtek yang diselenggarakan oleh Direktorat Peran Serta Masyarakat BNN.Sebagai langkah antisipasi di sekolah, Dedi juga mengingatkan agar sekolah proaktif bekerja sama dengan BNNK OKI. Di setiap masa-masa orientasi tahun ajaran baru, seyogyanya, sosialisasi bahaya narkoba dan juga tes urine dilakukan guna menangkal ancaman narkoba sedini mungkin.Menyambung langkah ini, Kepala BNN Kabupaten OKI, H. Ahmad S.Sos , M.M mengungkapkan, jika nantinya di sekolah ada yang terkena narkoba, maka segeralah melaporkan ke BNNK agar nantinya dibina dan diberikan layanan rehabilitasi.

KPK BERIKAN ASET SITAAN KORUPSI PADA BNN

20 Februari 2019

Badan Narkotika Nasional (BNN) menerima aset hasil rampasan terpidana kasus korupsi yang berhasil diamankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Total aset yang diterima BNN senilai Rp 94.259.142.000 dan diserahkan secara simbolik kepada Kepala BNN, Heru Winarko, oleh Ketua KPK, Agus Rahardjo, di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Rabu (20/2). Aset yang diterima BNN berupa sebidang tanah seluas 9.944 meter di kawasan Jalan Duren Tiga VII No 65 RT 006/RW 003, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Mewakili BNN, Heru menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan KPK terhadap BNN.“Lahan ini akan kami manfaatkan untuk membangun gedung perkantoran dan rusunawa angota BNN, terutama mereka yang bertugas dilapangan” ujar Heru.Sementara itu, Ketua KPK, Agus Raharjo, menilai yang dilakukan ini merupakan wujud nyata dari kerjasama antara KPK dan BNN. Tak hanya BNN, Kejaksaan Agung juga menerima hibah aset sitaan dari KPK."Ini adalah hasil rampasan yang kemudian pengelolaannya diserahkan kepada teman-teman instansi terkait yang dirasa memerlukan barang-barang seperti ini," kata Agus dalam sambutannya.Total aset yang diserahkan KPK kepada Kejagung dan BNN sebesar sekitar Rp. 110 Miliar. Rincian aset tersebut terdiri dari satu bidang tanah seluas 9.944 meter per segi di Jalan Duren Tiga VII No 65 RT 006/RW 003, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Aset rampasan ini berasal dari terpidana korupsi M Nazaruddin.Kedua, aset tanah seluas 1194 meter per segi dan bangunan selias 476 meter per segi di Jalan Kenanga Raya Nomor 87, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara. Aset senilai Rp5.196.837.000 ini merupakan rampasan dari terpidana korupsi Sutan Bhatoegana.Ketiga, aset tanah seluas 829 meter per segi dan bangunan seluas 593 meter per segi di Perumahan Kubu Pratama Indah Kavling A1-A2, Jalan Imam Bonjol No. 417, Desa Pemecutan Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Bali. Aset senilai Rp10.782.506.000 ini merupakan rampasan dari terpidana korupsi Fuad Amin. Dua aset di Sumatera Utara dan Bali tersebut akan diserahkan ke Kejaksaan Agung.Pihak KPK berharap penyerahan aset melalui mekanisme Penetapan Status Penggunaan (PSP) ini bisa mendukung kinerja Kejaksaan Agung dan BNN dalam penegakan hukum."Sekali lagi mudah-mudahan aset tambahan akan lebih mengoptimalkan kerja di instansi masing-masing. Memang target dari penindakan korupsi pasti bukan hanya hukum orangnya tapi untuk mengembalikan kerugian," tutur Agus.Humas BNN

Tenaga Pendidik di OKI Dilatih Jadi Penggiat Anti Narkoba

20 Februari 2019

Peran para tenaga pendidik dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba sangat strategis. BNN, melalui Direktorat Peran Serta Masyarakat Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat memandang perlu, agar mereka diberikan pembekalan melalui bimbingan teknis agar memiliki kemampuan untuk menyebarluaskan bahaya narkoba kepada siswanya. Penyampaian bahaya narkoba itu bisa dilakukan dalam bentuk banner, atau saat apel sebelum pelajaran dimulai.Hal ini disampaikan Kepala BNNP Sumatera Selatan, Jhon Turman, saat membuka kegiatan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Anti Narkoba Bidang P4GN di Lingkungan Pendidikan di daerah Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan, Rabu (20/2).Kepada para guru yang hadir dalam kegiatan ini, Jhon mengatakan agar guru bisa menjelaskan tentang dampak buruk yang disebabkan narkoba. Ia menjelaskan bahwa narkoba berdampak buruk pada otak manusia. Dengan kerusakan otak tersebut, bisa membuat penyalahgunanya bersikap kurang ajar atau kehilangan sopan santun pada orang lain bahkan pada orang tuanya sendiri.“Perlu menjadi atensi juga bahwa narkoba bisa membuat ketergantungan, jika pelajar yang mengalami ketergantungan, maka dikhawatirkan mereka kehilangan masa depannya,” imbuh Kepala BNNP.Dengan kegiatan ini, ia berhadap agar para pendidik dapat mengambil peran penting dalam membangkitkan kesadaran pada anak didik untuk melawan penyalahgunaaan dan peredaran narkoba.Menanggapi kegiatan ini, seorang tenaga pengajar di SMPN 1 OKI, Wahyudi, S.Pd mengatakan bahwa kegiatan pembekalan materi bahaya narkoba itu penting. Menurutnya, dengan pemahaman yang dimiliki, maka seorang guru, khususnya guru Bimbingan Konseling (BK), bisa menyampaikan dampak-dampak bahaya narkoba pada siswanya di momentum tertentu, baik saat sesi konseling ataupun mengisi jam kosong di kelas.Kegiatan Bimtek ini dihadiri oleh kurang lebih 40 guru SMP dan SMA yang berasal dari wilayah Ogan Komering Ilir (OKI). Dalam dua hari, mereka akan dibekali materi narkoba sehingga nantinya mereka bisa mendapatkan pemahaman yang komprehensif untuk kembali menyampaikannya pada anak didiknya.

MUSNAHKAN 15 TON GANJA BASAH, BNN MEMUTUS RANTAI SUPPLY

20 Februari 2019

Untuk pertama kalinya di tahun 2019, Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Direktorat Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan bekerjasama dengan BNN Provinsi Aceh, Polda Aceh, Polres Aceh Besar, Kodim 0101/BS Aceh, memusnahkan tanaman ganja seluas 1 Ha di Pegunungan Meuree, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Banda Aceh (19/2).Kegiatan ini di pimpin langsung oleh Kasubdit Narkotika Sintetis, Kombes Pol. Iwan Eka Putra, S.Ik,. Ladang ganja dengan total luas ± 1 Ha ini berawal dari informasi masyarakat kemudian ditindaklanjuti oleh petugas BNN melalui proses penyelidikan kurang lebih 1-2 minggu untuk kemudian dimusnahkan.Dari hasil penyelidikan tim, didapati ladang ganja yang siap panen dengan tinggi sekitar 75 - 300 centimeter, dengan tingkat kerapatan tanaman sekitar ± 1 - 4 batang per meter persegi dan berada di ketinggian sekitar ± 286 MDPL yang. 1 batang tanaman ganja tersebut dapat menghasilkan ganja basah sebanyak 650 gr.Dengan begitu, tim gabungan ini berhasil memusnahkan tanaman ganja yang siap panen sebanyak ± 15 ton ganja basah. Tim gabungan yang berjumlah 70 personil ini berkendara sekitar ± 2 jam melalui Kota Banda Aceh ke Kecamatan Indrapuri dan kemudian meneruskan waktu sekitar 45 menit dengan berjalan jalan kaki dari titik point akhir kendaraan berhenti. Medan yang cukup berat menjadi tantangan tersendiri bagi para personil tim gabungan untuk dapat mencapai titik ladang ganja.Terkait penemuan ladang ganja untuk pertama kalinya di Tahun 2019 ini, Kombes Pol. Iwan Eka Putra, S.Ik, selaku Kasubdit Narkotika Sintetis Deputi Bidang Pemberantasan BNN mengatakan, agar seluruh masyarakat di Indonesia khususnya Aceh Besar untuk tidak lagi menanam tanaman ganja, karena ganja dengan kandungan zat THC (Tetra Hydro Cannabinol) di dalamnya ini merupakan tanaman yang dilarang, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Oleh karena itu, bagi siapa saja yang masih menanam maka akan dipidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.HUMAS BNN

Gerebek Toko, BNN sita Obat daftar G & Psikotropika

20 Februari 2019

Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui direktorat Prekursor dan Psikotropika Deputi Pemberantasan mengungkap Tindak Pidana Penyalahgunaan dan peredaran gelap obat daftar G dan Psikotropika di salah satu toko obat dan Kosmetik di Kp. Cibogo, Kec. Ciseeng, Parung, Kab. Bogor, sabtu (16/2).Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang tergabung dalam sebuah LSM di wilayah kab Bogor. Petugas mengamankan 1 orang pria penjual berinisial J (27) warga Ciseeng kab bogor dan 11 orang pembeli berinisial antara lain, SA (21), FAS (19), H (17), R (18), M (27), D (18), MK (31), SH (22), MD (25), S (33) dan E (28). Selain berprofesi sebagai wiraswata, 2 diantara berstatus pelajar SMK dikota bogor.Adapun Barang Bukti yg diamankan petugas berupa :1. Tramadol : 330 butir 2. Trihex : 24 butir 3. Tramadol Kapsul : 49 butir 4. Tramadol Kupasan : 54 butir 5. Hexymer : 640 butir 6. Uang hasil penjualan sebanyak Rp. 710.000Berdasarkan informasi dari masyarakat Toko obat dan kosmetik ini sudah lama melakukan jual beli obat-obatan daftar G dan psikotropika tanpa adanya resep dokter. Sebagian besar konsumen yang membeli adalah kalangan anak anak dan pelajar.Guna pengembangan lebih lanjut, tersangka dan barang bukti diserahkan kepada Sat Narkoba Polres Kab bogor.Humas BNN

Musisi Jalanan dan Pelawak Kampanye Anti Narkoba di Banten

18 Februari 2019

BNNP Banten bersama dengan Gerakan Hantam Narkoba (GERHANA), Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Rangkasbitung, serta artis dan pelawak Fadiel Ceria, Ucok Baba, Loly Unyu dan Karina Amoy, menggelar Jalan Sehat Stop Narkoba di Alun – Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, hari Minggu 17 Februari 2019. Kolaborasi ini merupakan salah satu cara kreatif untuk mengampanyekan bahaya narkoba secara masif kepada masyarakat di wilayah Banten.Plt. Kasi Pemberdayaan Masyarakat BNNP Banten, Mita Maharani mengatakan dalam melaksanakan program P4GN pihaknya memberdayakan seluruh elemen masyarakat untuk dapat melakukan kegiatan terkait pencegahan penyalahgunaan da peredaran gelap narkoba secara mandiri.“Salah satunya kita mempunyai beberapa pegiat anti narkoba salah satunya GERHANA. Dalam melakukan kegiatannya Gerhana selalu aktif, salah satunya melakukan kegiatan penyebarluasan informasi seperti ini,”kata Mita usai acara Jalan Sehat Stop Narkoba.Mita menambahkan, kegiatan kampanye anti narkoba secara masif harus dilakukan, mengingat negara ini sedang dalam kondisi darurat narkoba.“Untuk itu, kita terus melakukan penyuluhan, pemberantasan jaringan, rehabilitasi, dan salah satunya seperti ini memberdayakan masyarakat agar berperan serta secara aktif dan mandiri. Sehingga diharapkan masyarakat semakin imun, semakin tahu bahwa narkoba itu berbahaya dan tidak mau mencoba untuk memakainya,” timpalnya.Senada dengan hal tersebut, Ketua Gerakan Hantam Narkoba (GERHANA) Banten, Fadiel Ceria mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk Kemandirian Relawan dan Pegiat Anti Narkoba dalam melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba.“Dengan Kondisi Darurat Narkoba seperti saat ini, saya merasa miris, untuk itu, kita bersama rekan artis dan pelawak seperti Ginanjar, Ucok Baba, Loly Unyu dan Karina amoy sebagai penggiat anti narkoba menginiasisi kegiatan Jalan Sehat Stop Narkoba”, ungkapnya.

Dongkrak Kinerja Melalui Pembangunan Infrastruktur

16 Februari 2019

Kelengkapan infrastruktur terus ditingkatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) guna menunjang kinerja yang optimal. Beberapa sarana dan prasarana dibangun baik di pusat maupun daerah.Tujuh diantaranya saat ini telah selesai dan siap untuk digunakan. Sebagai tanda peresmian sarana dan prasarana tersebut, Drs. Heru Winarko, S.H. selaku kepala BNN melakukan penandatanganan prasasti yang akan diletakkan pada tujuh sarana dan prasarana tesebut. Ketujuh sarana dan prasarana yang dimaksud yaitu gedung taktis terpadu K-9, gedung dormintori I pusat pengembangan sumber daya manusia (PPSDM) BNN, ruang diskusi dan ruang transit PPSDM BNN, masjid An Nur PPSDM BNN, Jalan Akses Utama menuju PPSDM BNN, Laboratorium Narkoba BNN Baddoka, dan Laboratorium Narkoba BNN Deli Serdang.Penandatanganan prasasti-prasasti tersebut dilakukan Kepala BNN pada kegiatan sosialisasi P4GN di kalangan keluarga besar BNN dan keluarga besar Delima Nusantara setelah pelaksanaan gowes bersama di Lido, Jawa Barat, Sabtu (16/2)."Dengan adanya semua ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak manfaat dan menunjang dalam peningkatan kinerja dari BNN," ungakap Heru.Dalam kesempatan tersebut Kepala BNN bahkan mengajak para peserta bersepeda bersama untuk melihat secara langsung beberapa insfrastruktur yang diresmikan di lingkungan PPSDM, maupun unit deteksi dini K-9. Heru menambahkan bahwa ke depan BNN akan memiliki pusat pelatihan internasional yang akan digunakan secara bersama oleh para penegak hukum dalam mengatasi permasalah peredaran gelap narkotika.

GPR