Paparan Kalakhar BNN Di Depan Ketua BNN

26 Mei 2004

Krisna Anggara, Rupattama Mabes Polri. Pada tanggal 15 Maret 2004, bertempat di Ruang Perjamuan Ruppatama Mabes Polri diselenggarakan acara paparan lakhar BNN di depan Kapolri selaku Ketua BNN. Pada tanggal 15 Maret 2004, bertempat di Ruang Perjamuan Ruppatama Mabes Polri diselenggarakan acara paparan lakhar BNN di depan Kapolri selaku Ketua BNN. Acara yang dimulai pada pukul 14.30 WIB tersebut dihadiri para pejabat utama Mabes Polri, BNN dan Balai Kasih Sayang Pamardi Siwi. Acara dimulai dengan laporan Kalakhar BNN Komjen Pol Drs. Togar M. Sianipar, MSi kepada Ketua BNN Jenderal Pol Drs Da?i Bachtiar, SH, yang dilanjutkan dengan paparan pertama mengenai hasil pelaksanaan survey nasional penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba oleh Prof. DR. Budi Santoso selaku Kepala Lembaga Penelitian Pranata Universitas Indonesia. Survey nasional yang merupakan kerjasama antara BNN dan Lembaga Pranata Penelitian UI ini bertujuan untuk mendapatkan data yang akurat mengenai masalah penyalahgunaan Narkoba di Indonesia, meliputi jumlah pemakai serta trend penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa.Paparan kedua oleh Direktur Statistik Ketahanan Sosial BPS mengenai hasil penelitian di 10 Lapas Narkoba yang tersebar di berbagai kota besar. Penelitian tersebut berupaya untuk mengetahui tingkat peredaran Narkoba yang dilakukan oleh para napi di dalam Lapas itu sendiri. Disinyalir selain memakai, para napi tersebut juga mengedarkan Narkoba.Dilanjutkan dengan paparan ketiga, mengenai Konsep Hubungan Tata Cara Kerja (HTCK) Dit IV / TP Narkoba & KT Bareskrim Polri oleh Kombes Pol Drs. Adang Rochjana selaku Pjs Direktur IV TP Narkoba dan KT Bareskrim Polri.Adapun paparan terakhir mengenai pengelolaan dan peningkatan pelayanan terapi dan rehabilitasi di Balai Kasih Sayang Pamardi Siwi oleh Kepala Balai Kasih Sayang Pamardi Siwi, Kombes Pol Drs. Dr. Budyo Prasetyo, Sp.RM. Dalam arahannya Ketua BNN meminta agar status dari BKS Pamardi Siwi dapat berada dibawah kendali BNN, mengingat selama ini keberadaannya masih dibawah kendali Polda Metro Jaya, selain itu beliau juga menambahkan agar BKS Pamardi Siwi dapat menjadi rujukan bagi panti-panti rehabilitasi Narkoba lainnya dan diusahakan untuk dapat memberikan pelayanan terapi dan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan Narkoba secara gratis.

2 Polisi Pemeras Diperiksa Intensif

26 Mei 2004

Ajun Komisaris AK dan Ajun Komisaris ZA,Senin (17/5),diperiksa intensif di Direktorat Reserse Krimanal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya atas dugaan pemerasan terhadap Teguh,Bandar narkotika,Psikotropika,dan bahan aktif lain(narkoba).Menurut Paiman,ada sejumlah bukti yang disertakan dalam kasus ini,yaitu uang Rp 50juta,yang pada Jumat lalu di serahkan.Di Polda Metro Jaya diperoleh informasi,kasus ini berawal dari penangkapan Teguh oleh AK dan ZA dengan barang bukti1 kg sabu.Tiba-tiba ke2 polisi mengajukan penawaran ,apakah kasus ini akan dilanjutkan atau berhenti dengan pembayaran Rp100 juta. Saat Syahrial akan membayar itulah,Teguh menghubungi provost Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat,yang membekuk saat kedua polisi menerima uang di Bank MandiriKebon Sirih.Adapun Teguh hingga kini ditahan di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya.

2 Polisi Pemeras Diperiksa Intensif

25 Mei 2004

Sumber : Kompas, Jakarta. Ajun Komisaris AK dan Ajun Komisaris ZA,Senin (17/5),diperiksa intensif di Direktorat Reserse Krimanal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya atas dugaan pemerasan terhadap Teguh,Bandar narkotika,Psikotropika,dan bahan aktif lain(narkoba).Menurut Paiman,ada sejumlah bukti yang disertakan dalam kasus ini,yaitu uang Rp 50juta,yang pada Jumat lalu di serahkan.Di Polda Metro Jaya diperoleh informasi,kasus ini berawal dari penangkapan Teguh oleh AK dan ZA dengan barang bukti1 kg sabu.Tiba-tiba ke2 polisi mengajukan penawaran ,apakah kasus ini akan dilanjutkan atau berhenti dengan pembayaran Rp100 juta. Saat Syahrial akan membayar itulah,Teguh menghubungi provost Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat,yang membekuk saat kedua polisi menerima uang di Bank MandiriKebon Sirih.Adapun Teguh hingga kini ditahan di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya.

Bandara Kunci Pertama Jegal Narkoba

25 Mei 2004

Republika, Banten. Hingga saat ini Bandara masih sering digunakan para penyelundup jaringan narkoba sebagai tempat persinggahan barang berbahaya itu. Kondisi itu membuat BNN yang diketuai oleh Komjen Pol Togar Sianipar membuat langkah pencegahan Berbekal peraturan pemerintah mulai 23 juli 2003 di bandara Soekarno Hatta dibentuk Satgas Soekarno Hatta Airport Interdiction. Tujuannya adalah untuk mencegah keluar masuknya narkoba dari bandara ini jelas Nofrial yang juga kepala cabang pelayanan Bea Cukai bandara Soekarno Hatta. Satgas akan ditempatkan disetiap sudut bandara. ?kalau masih ada yang menyelundupkan narkoba lewat bandara Soekarno Hatta itu namanya sangat berani.

DIDUGA PERAS BANDAR NARKOBA,DUA PERWIRA POLISI DI TANGKAP

25 Mei 2004

Sumber : Media Indonesia, Jakarta. Dua perwira dari Badan Reserse Kriminal(Bareskrim) Mabes Polri ditangkap Satuan Profesi dan Pengamanan Polres Jakarta Pusat karena tuduhan memeras bandar narkoba.Kedua perwira tersebut,Ajun Komisaris Kur dan Ajun Komisaris Ar,ditangkap di kawasan Kebun Sirih,Jakarta Pusat,Sabtu(15/5)malam.turut disita uang tunaiRp50 jutaSebagai uang muka,dari Rp100 juta yang diminta kepada sang bandar.Bukan rahasia umum lagi,bandar narkoba sering dimanfaatkan petugas untuk mendapatkan pemasukan tidak resmi.Ajun Komisaris Denny Riswana, anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya itu ditangkap di Diskotek Batavia,Jl.Kalibaru,Jakarta Barat,21 Juni 2003 ,Polisi menemukan uang tunai Rp3 juta dan 3 butir pil ekstasi sebagai barang bukti,Sebagai penganyom masyarakat seharusnya mereka memberi contoh yang bak.

Paparan Kalakhar BNN Di Depan Ketua BNN

18 Maret 2004

Krisna Anggara, Rupattama Mabes Polri. Pada tanggal 15 Maret 2004, bertempat di Ruang Perjamuan Ruppatama Mabes Polri diselenggarakan acara paparan lakhar BNN di depan Kapolri selaku Ketua BNN. Pada tanggal 15 Maret 2004, bertempat di Ruang Perjamuan Ruppatama Mabes Polri diselenggarakan acara paparan lakhar BNN di depan Kapolri selaku Ketua BNN. Acara yang dimulai pada pukul 14.30 WIB tersebut dihadiri para pejabat utama Mabes Polri, BNN dan Balai Kasih Sayang Pamardi Siwi. Acara dimulai dengan laporan Kalakhar BNN Komjen Pol Drs. Togar M. Sianipar, MSi kepada Ketua BNN Jenderal Pol Drs Da?i Bachtiar, SH, yang dilanjutkan dengan paparan pertama mengenai hasil pelaksanaan survey nasional penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba oleh Prof. DR. Budi Santoso selaku Kepala Lembaga Penelitian Pranata Universitas Indonesia. Survey nasional yang merupakan kerjasama antara BNN dan Lembaga Pranata Penelitian UI ini bertujuan untuk mendapatkan data yang akurat mengenai masalah penyalahgunaan Narkoba di Indonesia, meliputi jumlah pemakai serta trend penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa.Paparan kedua oleh Direktur Statistik Ketahanan Sosial BPS mengenai hasil penelitian di 10 Lapas Narkoba yang tersebar di berbagai kota besar. Penelitian tersebut berupaya untuk mengetahui tingkat peredaran Narkoba yang dilakukan oleh para napi di dalam Lapas itu sendiri. Disinyalir selain memakai, para napi tersebut juga mengedarkan Narkoba.Dilanjutkan dengan paparan ketiga, mengenai Konsep Hubungan Tata Cara Kerja (HTCK) Dit IV / TP Narkoba & KT Bareskrim Polri oleh Kombes Pol Drs. Adang Rochjana selaku Pjs Direktur IV TP Narkoba dan KT Bareskrim Polri.Adapun paparan terakhir mengenai pengelolaan dan peningkatan pelayanan terapi dan rehabilitasi di Balai Kasih Sayang Pamardi Siwi oleh Kepala Balai Kasih Sayang Pamardi Siwi, Kombes Pol Drs. Dr. Budyo Prasetyo, Sp.RM. Dalam arahannya Ketua BNN meminta agar status dari BKS Pamardi Siwi dapat berada dibawah kendali BNN, mengingat selama ini keberadaannya masih dibawah kendali Polda Metro Jaya, selain itu beliau juga menambahkan agar BKS Pamardi Siwi dapat menjadi rujukan bagi panti-panti rehabilitasi Narkoba lainnya dan diusahakan untuk dapat memberikan pelayanan terapi dan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan Narkoba secara gratis.

Lokakarya Standardisasi Formulir Pencatatan dan Pelaporan ATS

30 Januari 2004

KSG IV, Jakarta. BNN, Jakarta, Pada tanggal 30 Januari 2004 bertempat di Hotel Ambhara Jakarta telah dilaksanakan Lokakarya Standardisasi Formulir Pencatatan dan Pelaporan ATS yang diikuti oleh para pakar instansi Departemen Kesehatan dan instansi terkait, serta perwakilan dari BNP dan BNK. Acara dibuka oleh Kalakhar BNN, Komjen Pol.Drs.Togar M.Sianipar Msi.BNN, Jakarta, Pada tanggal 30 Januari 2004 bertempat di Hotel Ambhara Jakarta telah dilaksanakan Lokakarya Standardisasi Formulir Pencatatan dan Pelaporan ATS sebagai tindak lanut Hasil Penelitian Puslitbang FOT Depkes dan berkaitan dengan Projek ATS Data and Information System dari UNODC, yang diikuti oleh para pakar instansi Departemen Kesehatan dan instansi terkait, serta perwakilan dari BNP dan BNK. Acara dibuka oleh Kalakhar BNN, Komjen Pol.Drs.Togar M.Sianipar Msi. Hadir pula John J.Doyle, Jeremy Douglas dan Tun Nay Soe dari UNODC Bangkok sebagai pembicara.Pembicara lainnya adalah Prof.Paulina G.Padmohoedojo Staf Ahli Bidang Pencegahan BNN, selaku Koordinator Nasional, DR.Brotowasisto MPH Ketua Komite P2Napsa Depkes, Dra. Nani Sukasediati, MS, Kapuslitbang FOT Depkes, Bambang Hartono SKM.Msc.MM. Kapusdatin Depkes, AKBP.Muchlis E.Phd dan AKBP Drs.Dedy Permana Apt. Kegiatan akhir adalah diskusi membahas Pencatatan dan Pelaporan serta sistem informasi ATS.Togar menyatakan bahwa: Sumber data masalah narkoba dapat dikelompokkan kedalam bidang-bidang: pencegahan, penegakan hukum, pelayanan kesehatan atau tritmen serta sosial - psikologis. oleh karena itu, sangat diperlukan adanya variabel-variabel yang disepakati bersama dalam pengumpulan data sesuai pembidangannya.Kita berharap loka karya ini akan menjadi titik tolak dalam membangun kesepakatan segenap pihak terkait untuk melakukan pencatatan dan pelaporan masalah narkoba khususnya penyalahgunaan ats secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Sudah saatnya kita mewujudkan langkah baru dilandasi kesadaran bersama bahwa melakukan pencatatan dan pelaporan adalah merupakan salah satu tugas yang sangat penting dalam menghadi ganasnya serangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Mengapa hal itu menjadi penting, karena hasil pengolahan data terstruktur yang menghasilkan informasi akurat, pada hakekatnya merupakan ?senjata utama? untuk menghadapi masalah narkoba baik dalam ruang lingkup lokal, nasional, regional bahkan global.Selanjutnya Togar menekankan dalam sambutannya bahwa: Saya percaya bahwa betapa pun kecilnya hasil yang dapat dicapai, namun mendukung pelaksanaan tugas dalam mewujudkan ?masyarakat yang bebas dari penyalahgunaan narkoba? adalah merupakan karya dan pengabdian yang patut dihargai.Penyalahgunaan Narkoba bukanlah hal yang baru, namun akhir-akhir ini terdapat kesan bahwa penyalahgunaan Narkoba merupakan ? Trend Hidup? masyarakat modern.Kebutuhan hidup masyarakat modern yang demikian kompleks membutuhkan aktivitas dan mobilitas kerja yang cukup tinggi. Sehingga manakala masyarakat tidak mampu lagi mengimbangi aktivitas dan kebutuhan tersebut yang timbul adalah perasaan stress.Penyalahgunaan ATS sebagai Stimulan yang dapat merangsang system syaraf pusat untuk memperoleh energi dan semangat tinggi merupakan salah satu alternatif pelarian mereka dalam memenuhi tuntutan gaya hidup.Dengan adanya peningkatan penyalahgunaan ATS yang sangat cepat dalam masyarakat diperlukan adanya jaringan informasi dan komunikasi sebagai sarana untuk mengantisipasi dan memonitor gerak laju penyalahgunaan ATS guna menentukan kebijakan selanjutnya.Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka diselenggarakan lokakarya (workshop) Standardisasi Formulir Pencatatan dan Pelaporan ATS sebagai pedoman pelaksana teknis di lapangan. Adapun tujuan diselenggarakan lokakarya adalah :1.Sosialisasi standar formulir pencatatan dan pelaporan penyalahgunaan ATS kepada Peserta.2.Dapat disahkannya standar formulir pencatatan dan pelaporan penyalahgunaan ATS.

Lokakarya Standardisasi Formulir Pencatatan dan Pelaporan ATS

30 Januari 2004

KSG IV, Jakarta. BNN, Jakarta, Pada tanggal 30 Januari 2004 bertempat di Hotel Ambhara Jakarta telah dilaksanakan Lokakarya Standardisasi Formulir Pencatatan dan Pelaporan ATS yang diikuti oleh para pakar instansi Departemen Kesehatan dan instansi terkait, serta perwakilan dari BNP dan BNK. Acara dibuka oleh Kalakhar BNN, Komjen Pol.Drs.Togar M.Sianipar Msi.BNN, Jakarta, Pada tanggal 30 Januari 2004 bertempat di Hotel Ambhara Jakarta telah dilaksanakan Lokakarya Standardisasi Formulir Pencatatan dan Pelaporan ATS sebagai tindak lanut Hasil Penelitian Puslitbang FOT Depkes dan berkaitan dengan Projek ATS Data and Information System dari UNODC, yang diikuti oleh para pakar instansi Departemen Kesehatan dan instansi terkait, serta perwakilan dari BNP dan BNK. Acara dibuka oleh Kalakhar BNN, Komjen Pol.Drs.Togar M.Sianipar Msi. Hadir pula John J.Doyle, Jeremy Douglas dan Tun Nay Soe dari UNODC Bangkok sebagai pembicara.Pembicara lainnya adalah Prof.Paulina G.Padmohoedojo Staf Ahli Bidang Pencegahan BNN, selaku Koordinator Nasional, DR.Brotowasisto MPH Ketua Komite P2Napsa Depkes, Dra. Nani Sukasediati, MS, Kapuslitbang FOT Depkes, Bambang Hartono SKM.Msc.MM. Kapusdatin Depkes, AKBP.Muchlis E.Phd dan AKBP Drs.Dedy Permana Apt. Kegiatan akhir adalah diskusi membahas Pencatatan dan Pelaporan serta sistem informasi ATS.Togar menyatakan bahwa: Sumber data masalah narkoba dapat dikelompokkan kedalam bidang-bidang: pencegahan, penegakan hukum, pelayanan kesehatan atau tritmen serta sosial - psikologis. oleh karena itu, sangat diperlukan adanya variabel-variabel yang disepakati bersama dalam pengumpulan data sesuai pembidangannya.Kita berharap loka karya ini akan menjadi titik tolak dalam membangun kesepakatan segenap pihak terkait untuk melakukan pencatatan dan pelaporan masalah narkoba khususnya penyalahgunaan ats secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Sudah saatnya kita mewujudkan langkah baru dilandasi kesadaran bersama bahwa melakukan pencatatan dan pelaporan adalah merupakan salah satu tugas yang sangat penting dalam menghadi ganasnya serangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Mengapa hal itu menjadi penting, karena hasil pengolahan data terstruktur yang menghasilkan informasi akurat, pada hakekatnya merupakan ?senjata utama? untuk menghadapi masalah narkoba baik dalam ruang lingkup lokal, nasional, regional bahkan global.Selanjutnya Togar menekankan dalam sambutannya bahwa: Saya percaya bahwa betapa pun kecilnya hasil yang dapat dicapai, namun mendukung pelaksanaan tugas dalam mewujudkan ?masyarakat yang bebas dari penyalahgunaan narkoba? adalah merupakan karya dan pengabdian yang patut dihargai.Penyalahgunaan Narkoba bukanlah hal yang baru, namun akhir-akhir ini terdapat kesan bahwa penyalahgunaan Narkoba merupakan ? Trend Hidup? masyarakat modern.Kebutuhan hidup masyarakat modern yang demikian kompleks membutuhkan aktivitas dan mobilitas kerja yang cukup tinggi. Sehingga manakala masyarakat tidak mampu lagi mengimbangi aktivitas dan kebutuhan tersebut yang timbul adalah perasaan stress.Penyalahgunaan ATS sebagai Stimulan yang dapat merangsang system syaraf pusat untuk memperoleh energi dan semangat tinggi merupakan salah satu alternatif pelarian mereka dalam memenuhi tuntutan gaya hidup.Dengan adanya peningkatan penyalahgunaan ATS yang sangat cepat dalam masyarakat diperlukan adanya jaringan informasi dan komunikasi sebagai sarana untuk mengantisipasi dan memonitor gerak laju penyalahgunaan ATS guna menentukan kebijakan selanjutnya.Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka diselenggarakan lokakarya (workshop) Standardisasi Formulir Pencatatan dan Pelaporan ATS sebagai pedoman pelaksana teknis di lapangan. Adapun tujuan diselenggarakan lokakarya adalah :1.Sosialisasi standar formulir pencatatan dan pelaporan penyalahgunaan ATS kepada Peserta.2.Dapat disahkannya standar formulir pencatatan dan pelaporan penyalahgunaan ATS.

Pelatihan Monitoring dan Sistem Informasi ACCORD

29 Januari 2004

KSG IV, Jakarta. BNN, Tanggal 27 hingga 29 Januari 2004 BNN bekerjasama dengan UNODC Regional Asia Pasifik telah menyelenggarakan pelatihan Monitoring dan Sistem Informasi ACCORD. Pelatihan tersebut diikuti oleh 20 orang dari instansi terkait yang berkaitan dengan kegiatan ACCORD.BNN, Tanggal 27 hingga 29 Januari 2004 BNN bekerjasama dengan UNODC Regional Asia Pasifik telah menyelenggarakan pelatihan Monitoring dan Sistem Informasi ACCORD. Pelatihan tersebut diikuti oleh 20 orang dari instansi terkait yang berkaitan dengan kegiatan ACCORD.Mr.John J.Doyle dan Mr.Tun Nay Soe dari UNODC Bangkok selaku Tim dari Regional Co-operative Mechanism to Monitor and Execute the ACCORD Plan of Action (AD/RAS/00/F73) bertindak selaku pelatih.Pelatihan ini sebagai tindak lanjut dari Rencana Kerja ACCORD yang merupakan hasil dari Kongres Internasional ?In pursuit of a drug free ASEAN 2015? pada bulan Oktober 2000 membutuhkan koordinasi dan tukar menukar informasi dan sumber daya yang lebih baik dari Negara-negara ASEAN dan China. Kongres tersebut telah mengadopsi empat pilar dalam kegiatan penanggulangan Narkoba berupa:a.Advocacy and public information.b.Drug demand reduction.c.Law Enforcement.d.Alternative development to replace illicit crops.Pada tanggal 19 sampai dengan 20 Juni 2003 UNODC telah menyelenggarakan Pertemuan dalam rangka Kerjasama Mekanisme Regional untuk memonitor dan melaksanakan Rencana Kerja Accord( Proyek AD/RAS/00/F73) di Bangkok, yang diikuti oleh delegasi dari Negara ASEAN dan China. Tujuan utama pertemuan regional tersebut adalah untuk membahas upaya pengumpulan, pertukaran dan analisis data, dengan memanfaatkan teknologi informasi. Negara-negara anggota ACCORD dan lembaga-lembaga rekan kerja diharapkan akan dapat meng-update data dan informasinya secara online melalui web site ACCORD. UNODC telah membangun database informasi narkoba regional guna memfasilitasi penanggulangan narkoba secara regional, serta perkembangan kegiatan ACCORD.

Koneksi BNN Senayan, BNN Cawang dan Kantor Kominfo, Kantor Badan POM dan Bea Cukai.

17 Januari 2004

KSG 4, Jakarta. Jakarta(Litbang Info BNN), Sampai dengan hari Jum''at 16 Januari 2003 telah dilakukan pengecekan koneksi jaringan internet yang terhubung dari BNN Senayan, ke beberapa Lokasi antara lain BNN Cawang di Jl.MT.Haryono No.11 jakarta, Kantor Kominfo, Kantor Badan POM dan Bea Cukai.Jakarta(Litbang Info BNN), Sampai dengan hari Jum''at 16 Januari 2003 telah dilakukan pengecekan koneksi jaringan internet yang terhubung dari BNN Senayan, ke beberapa Lokasi antara lain BNN Cawang di Jl.MT.Haryono No.11 jakarta, Kantor Kominfo, Kantor Badan POM dan Bea Cukai.Jakarta(Litbang Info BNN), Sampai dengan hari Jum''at 16 Januari 2003 telah dilakukan pengecekan koneksi jaringan internet yang terhubung dari BNN Senayan, ke beberapa Lokasi antara lain BNN Cawang di Jl.MT.Haryono No.11 Jakarta, Kantor Kominfo, Kantor Badan POM dan Ditjen Bea Cukai. Pengecekan dilaksanakn oleh KBP.Drs.Bambang Haryoko, KP.Drs.Sumirat Dwiyanto bersama para teknisi dan petugas masing-masing instansi. Keseluruhan kegiatan berjalan lancar, koneksi sudah berjalan baik sehingga kegiatan koordinasi melalui internet dapat dijalankan.

GPR