Pelatihan Sistem Informasi P4GN bagi anggota BNP

30 Maret 2007

Pelatihan Sistem Informasi P4GN bagi anggota BNP adalah untuk meningkatkan kemampuan petugas / operator khususnya didalam melaksanakan tugas yang terkait dengan pengembangan Sistem Informasi dan ketersediaan data.

Pelaksanaan Sosialisasi Panduan Peran Serta Masyarakat Di Propinsi Banda Aceh Tanggal 12 S/D 14 September 2006

27 September 2006

Sdrm, Aceh. Sosialisasi Panduan Peran Serta Masyarakat ini dimaksudkan untuk memberikan bekal kepada segenap komponen masyarakat agar dapat melaksanakan peran sertanya di dalam P4GN.Pelaksanaan Sosialisasi Panduan Peran Serta Masyarakat di Propinsi Banda Aceh bertujuan :1)Memberikan pemahaman kepada segenap potensi masyarakat tentang bahaya narkoba, ditinjau dari aspek kesehatan, hukum dan lain-lain. 2)Memberikan pemahaman tentang upaya-upaya untuk mencegah narkoba, dengan pendekatan agama, moral dan ?Parenting Skill?.3)Mengajak seluruh potensi di daerah untuk berperan aktif menyebar luaskan informasi tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS kepada keluarga ataupun lingkungan sehingga terbentuk daya tangkal yang kuat terhadap kejahatan narkoba.4) Mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mendukung Program Alternative Development di Banda Aceh.Bahwa Program Alternative Development harus disosialisasikan kepada masyarakat luas secara terus-menerus melalui peran kita semua. Program Alternative Development bertujuan :a.Meningkatkan kesehatan.b.Memberantas kemiskinan dengan meningkatkan kesejahteraan dengan tanpa tanaman ganja.c.Meningkatkan pendidikan. Ruang lingkup Sosialisasi Panduan peran serta Masyarakat ini meliputi Permasalahan penyalahgunaan narkoba dan upaya pencegahannya, penyatuan komitmen, dan Pemberdayaan sumber daya yang ada di BNP / BNK, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pemuda Gereja, Guru, Organisasi PKK, RT/RW, lingkungan Perguruan Tinggi, Dunia Usaha dan Instansi terkait dan lain-lain untuk melaksanakan P4GN di wilayah masing-masing. Hasil yang diharapkan pada kegiatan ini adalah :a.Terbentuknya kesadaran akan ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba dan berupaya mencegah narkoba dengan pendekatan agama, moral serta ?Parenting Skill?.b.Memotivasi terciptanya daya tangkal / ketahanan terhadap bahaya Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.c.Masyarakat berperan aktif dalam memerangi narkoba dan HIV/AIDS baik dibidang pencegahan maupun untuk mengawasi lingkungan dari kejahatan narkoba

PENYULUHAN SADAR NARKOBA UNTUK LINGKUNGAN TNI-AL (ARMATIM, KODIKAL DAN AAL) SURABAYA, 21 SEPTEMBER 2006

27 September 2006

Sdm, Srby. PenMAKSUDPenyuluhan Sadar Narkoba ini dimaksudkan untuk memberikan bekal kepada segenap komponen TNI-AL (Armatim, Kodikal dan AAL) agar dapat melaksanakan peran sertanya di dalam P4GN.b. TUJUAN 1) Memberikan pemahaman kepada segenap potensi komponen TNI-AL (Armatim, Kodikal dan AAL) tentang bahaya narkoba, ditinjau dari aspek kesehatan, hukum dan lain-lain. 2) Memberikan pemahaman tentang upaya-upaya untuk mencegah narkoba.3) Mengajak seluruh komponen TNI-AL (Armatim, Kodikal dan AAL) untuk berperan aktif menyebar luaskan informasi tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS kepada keluarga ataupun lingkungan sehingga terbentuk daya tangkal yang kuat terhadap kejahatan narkoba.Penyuluhan Sadar Narkoba dilaksanakan pada tanggal 21 September 2006 bertempat di Aula Armatim Surabaya, yang dihadiri oleh Perwira, Bintara dan Tantama berjumlah 850 orang.Pada kegiatan tersebut dihasilkan : 1. MoU antara BNN dengan Armatim, Kodikal dan AAL.2. Komitmen TNI - AL : An. KASAL, ASPERS LAKSDA TNI DR. MOEDJIONO M.Sc akan mengambil langkah-langkah dalam upaya penindakan Lahgun Narkoba secara terpadu dilingkungan TNI - AL : a. Bagi pengguna dengan hukuman minimal adalah Arest Berat sambil diobati dan hukuman maksimal adalah diajukan ke Mahmil. b. Bagi Penyimpan : 1) Karena kekhilafannya hukuman minimal adalah teguran dan maksimal adalah Arest Berat. 2) Dengan sengaja, hukuman minimal adalah disiplin militer terberat dan hukuman maksimal adalah BTDH serta diajukan ke Mahmil. 3) Bagi Pengedar, hukumannya adalah BTDH dan diajukan ke Mahmil. 4) Bagi yang memproduksi, hukumannya adalah BTDH dan diajukan ke Mahmil. 5) Bagi Orang-tua/anggota, yang putra/i nya termasuk istri terlibat, utk pertama kali dikenakan tindakan disiplin, berupa tegoran tertulis, dan untuk kedua kalinya dikenakan hukuman disiplin prajurit berupa tegoran dan dan hanya berlaku untuk satu kali saja, serta melaporkan secara priodik kepada Ankumnya tentang perkembangan penanggulangannya. c. Agar para Ankum sebelum menjatuhkan hukuman membuat BAP oleh Provos, yg bekerjasama dgn Diskum dan Dispam dari kesatuan masing- masing.

PELAKSANAAN CERAMAH RSPAD Gatot Subroto Jakarta, 21 Agustus 2006

24 Agustus 2006

STAF CEGAH, RSPAD GATOT SUBROTO JAKARTA. Materi Ceramah yang disampaikan tentang ?Penyuluhan dan Pencegahan Bahaya Narkoba membentuk Generasi Penerus yang Tangguh?.PELAKSANAAN1. Tempat : RSPAD Gatot Subroto Jakarta 2. Hari/Tanggal : Senin, 21 Agustus 20063. W a k t u : Pukul 11.00 ? 13.00 WIB4. Peserta : Para Finalis Puteri Indonesia 2006 (38 orang), Team Yayasan Puteri Indonesia (28 orang) beserta undangan (120 orang)5. Penyelenggara : Yayasan Puteri Indonesia 6. Bentuk Kegiatan : Penyuluhan diberikan dengan Metode : ?Ceramah, diskusi dan tanya jawab, Pemutaran Film Bahaya Narkoba, Hiburan (Sulap, drama, Akrobat, Pantomim, Band) dan Pameran narkoba, dilaksanakan selama kurang lebih 120 Menit.

Pelatihan Dosen dan Instansi Pemerintahan sebagai Fasilitator Penyuluh Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

24 Agustus 2006

tayeb, jakarta. Kegiatan Pelatihan Dosen dan Pegawai Instansi Pemerintah Sebagai Fasilitator Penyuluh Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba ini dimaksudkan untuk mengoptimalisasi pemberdayaan potensi Dosen dan Pegawai Instansi Pemerintah yang representatif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Kampus dan Instansi Pemerintah.Untuk mencapai tujuan kegiatan Pelatihan Dosen dan Pegawai Instansi Pemerintah Sebagai Fasilitator Penyuluh Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, dilakukan dengan tahapan : 1. Tahap I Persiapan a. Menyusun Panitia Pelatihan Dosen dan Pegawai Instansi Pemerintah Sebagai Fasilitator Penyuluh Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dengan Surat Perintah Kalakhar BNN Nomor : Sprin/747/VII/2006/P.Cegah/BNN tanggal 12 Juli 2006, tentang Kepanitiaan Pelatihan Dosen dan Pegawai Instansi Pemerintah Sebagai Fasilitator Penyuluh Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba. b. Penentuan Penceramah dan Materi Pelatihan Dosen dan Pegawai Instansi Pemerintah Sebagai Fasilitator Penyuluh Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, dengan Surat Kalakhar BNN Nomor : B/858/VII/2006/P.Cegah/BNN tanggal 11 Juli 2006, perihal Permohonan Sebagai Penceramah. c. Penyiapan bahan materi pelatihan oleh Pembicara. d. Pemanggilan peserta Pelatihan Dosen dan Pegawai Instansi Pemerintah Sebagai Fasilitator Penyuluh Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, dengan Surat Telegram Kalakhar BNN Nomor : ST/28/VII/2006/P.Cegah/BNN tanggal 11 Juli 2006 dan ST/32/VII/2006/P.Cegah/BNN tanggal 17 Juli 2006 tentang pemanggilan peserta pelatihan.2. Tahap II : PelaksanaanPenyelenggaraan Pelatihan Dosen dan Pegawai Instansi Pemerintah Sebagai Fasilitator Penyuluh Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dilaksanakan sebagai berikut :a. Waktu dan Tempat Tanggal 17 ? 21 Juli 2006, di Pusdiklat Nasos Wisma Tanah Air, Dewi Sartika Jakarta Timur.b. Peserta Peserta Pelatihan Pegawai Instansi Pemerintah berjumlah 63 orang berasal dari 22 Propinsi, yaitu : DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Riau, Bengkulu, Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Bali dan Nusa Tenggara Barat .c. Metoda Metoda yang dipergunakan dalam Pelatihan Dosen dan Pegawai Instansi Pemerintah Sebagai Fasilitator Penyuluh Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba ini adalah : 1) Ceramah 2) Diskusi 3) Pre Test dan Post Test 4) Penyusunan dan presentasi Program Kerja P4GN di Lingkungan Kampus dan Instansi Pemerintah.5) Kunjungan Lapangan ke Balai Kasih Sayang Pamardi Siwi, Jakarta Timur.d. PengajarTenaga pengajar/Instruktur terdiri dari : Pejabat BNN, Pakar psikologi, pakar pendidikan dan pakar penyuluhan.e. Kegiatan Rangkaian Kegiatan Pelatihan Dosen dan Pegawai Instansi Pemerintah Sebagai Fasilitator Penyuluh Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dilaksanakan

Pelatihan aplikasi tenaga kerja workflow management system

3 Agustus 2006

aman, BNN. Pelatihan ini ditujukan kepada Staf Lakhar BNN dalam menggunakan aplikasi yang ada di website BNN. Aplikasi ini bermanfaat untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum. Dan juga untuk informasi antar bagian di BNN sendiri mengenai kegiatan-kegiatan antar pus, dan juga memberikan artikel-artikel menarik kepada masyarakat.

Pelatihan Pegawai Instansi Pemerintahan sebagai Fasilitator Penyuluh Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

3 Agustus 2006

anche, jakarta. Kegiatan Pelatihan Pegawai Instansi Pemerintah Sebagai Fasilitator Penyuluh Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba ini dimaksudkan untuk mengoptimalisasi pemberdayaan potensi Pegawai Instansi Pemerintah yang representatif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Instansi Pemerintah.Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba kian menjadi masalah yang kompleks dan multidimensional, yang penyebarannya sedemikian cepat meluas ke seluruh negeri di semua lapisan masyarakat. Berdasarkan hasil survey Nasional Penyalahgunaan Narkoba yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional terhadap 13.710 responden, diperoleh data dalam setahun terakhir (Annual prevalence) bahwa usia termuda penyalahguna narkoba adalah anak usia 7 tahun, dimana jenis narkoba yang sering digunakan adalah inhalan, sementara pada usia 8 tahun sudah menggunakan ganja. Data tersebut menggambarkan semakin dininya usia korban penyalahguna narkoba, yang merupakan ancaman serius serta harus diwaspadai oleh para orang dewasa dalam meminimalisir serta melindungi para anak dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Sekalipun data hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil anak yang telah menjadi penyalahguna narkoba, tetapi bagian yang cukup besar berpotensi untuk tertarik terhadap penyalahgunaan narkoba, apabila tidak mendapat benteng yang kuat dari lingkungan terdekatnya. Anak adalah aset bangsa yang amat berharga yang menentukan kelangsungan hidup, kualitas dan kejayaan suatu negara di masa yang akan datang. Agar dapat menjadi aset bangsa yang berharga, anak mempunyai hak dan kebutuhan hidup untuk dipenuhi, antara lain kebutuhan akan pendidikan, lingkungan keluarga dan lingkungan sosial yang kondusif bagi kelangsungan hidup, tumbuh kembang dan perlindungannya. Termasuk perlindungan terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Berkaitan dengan permasalahan tersebut di atas dibutuhkan Pelatihan Pegawai Instansi Pemerintah Sebagai Fasilitator Penyuluh Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai Konselor, Fasilitator, Penyuluh Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dalam lingkungan instansi pemerintah di daerah masing-masing.

Pelaksanaan Sosialisasi Panduan Peran Serta Masyarakat Di Propinsi Papua Tanggal 9 S/D 11 Mei 2006

3 Agustus 2006

dirman, jayapura. Sosialisasi Panduan Peran Serta Masyarakat ini dimaksudkan untuk memberikan bekal kepada segenap komponen masyarakat agar dapat melaksanakan peran sertanya di dalam P4GN.Pelaksanaan Sosialisasi Panduan Peran Serta Masyarakat di Propinsi Papua bertujuan :1)Memberikan pemahaman kepada segenap potensi masyarakat tentang bahaya narkoba, ditinjau dari aspek kesehatan, hukum dan lain-lain. 2)Memberikan pemahaman tentang upaya-upaya untuk mencegah narkoba, dengan pendekatan agama, moral dan ?Parenting Skill?.3)Mengajak seluruh potensi di daerah untuk berperan aktif menyebar luaskan informasi tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS kepada keluarga ataupun lingkungan sehingga terbentuk daya tangkal yang kuat terhadap kejahatan narkoba. Ruang lingkup Sosialisasi Panduan peran serta Masyarakat ini meliputi Permasalahan penyalahgunaan narkoba dan upaya pencegahannya, penyatuan komitmen, dan Pemberdayaan sumber daya yang ada di BNP / BNK, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pemuda Gereja, Guru, Organisasi PKK, RT/RW, lingkungan Perguruan Tinggi, Dunia Usaha dan Instansi terkait dan lain-lain untuk melaksanakan P4GN di wilayah masing-masing. Pada kegiatan ini, Gubernur Papua menyampaikan sambutan :1. Tekad mantan Presiden Ibu Megawati dan Kapolri Sutanto yaitu ?Perang terhadap Narkoba? akan segera kita wujudkan di Papua.2.Mengingat kondisi geografi Provinsi Papua dari sisi perdagangan sehingga menjadi daerah pemasaran narkoba yang subur. Dan secara nasional Papua menempati ranking pertama pengidap HIV/AIDS, sedangkan untuk tingkat kabupaten Jayapura menempati rangking kedua sesudah kabupaten Merauke, penyalahgunaan narkotika berupa daun ganja kering yang dipasok dari PNG dan psikotropika berupa ekstasi dan shabu-shabu yang dipasok dari Jakarta dan Ujung Pandang mengalami peningkatan. Dengan adanya hal tersebut, pihak terkait harus segera mengajak seluruh lapisan di masyarakat Papua agar peduli terhadap P4GN dan mengadakan deteksi dini terhadap masyarakat diantaranya Pemuda Gereja. 3.Mengadakan kerjasama di berbagai pihak (Instansi, Tomas, Toga, Tokoh Adat dll) serta harus mempunyai komitmen yang sangat tinggi ( Contoh Negeri Cina telah berhasil memberantas narkoba ).4.Melanjutkan Sosialisasi Panduan Peran serta Masyarakat yang diadakan BNN, sampai ke pelosok Papua.5.Aparat Hukum di Papua agar menindak tegas terhadap pemakai dan pengedar narkoba tanpa pandang bulu.6.Miras tidak diijinkan untuk masuk atau beredar di Papua.7.Perlunya dukungan dana untuk penanggulangan narkoba dan HIV/AIDS.Hasil yang diharapkan pada kegiatan ini adalah :a.Terbentuknya kesadaran akan ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba dan berupaya mencegah narkoba dengan pendekatan agama, moral serta ?Parenting Skill?.b.Memotivasi terciptanya daya tangkal / ketahanan terhadap bahaya Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.c.Masyarakat berperan aktif dalam memerangi narkoba dan HIV/AIDS baik dibidang pencegahan maupun untuk mengawasi lingkungan dari kejahatan narkoba

Sarasehan Nasional Organisasi Kemasyarakatan/LSM dan Mahasiswa Bidang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Jakarta

2 Agustus 2006

ANIE, Wisma handayani Pusdiklat Depdiknas. Tujuana.Diperolehnya kerangka acuan dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengendalikan kegiatan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.b.Terwujudnya kesamaan pemahaman, gerak dan langkah antar pelaku Program P4GN baik dari unsur pemerintah dan dunia usaha, maupun dari unsur masyarakat itu sendiri.c.Terbentuknya sentra pelayanan informasi tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba yang diselenggarakan LSM terutama di tingkat lapangan.Sarasehan Nasional Organisasi Kemasyarakatan/LSM dan Mahasiswa bidang Pencegahan sebagai berikut :1). Waktu dan TempatPada tanggal 20 s/d 21 Juni 2006 bertempat di Wisma Handayani Pusdiklat Depdiknas Jl. R. S Fatmawati Cipete Jakarta Selatan.2). PesertaSarasehan Nasional Organisasi Kemasyarakatan/LSM bidang Pencegahan diikuti oleh LSM Bidang Pencegahan dari 29 Propinsi se Indonesia dan Mahasiwa dari 10 Perguruan Tinggi di Jakarta yang berjumlah 54 Orang. 3). MetodeMetode yang digunakan dalam penyelenggaraan Sarasehan Nasional adalah Diskusi.Hasil Yang Diharapkan a. Memperoleh data laporan kegiatan P4GN yang telah dilaksanakan LSM seluruh Indonesia.b. Terciptanya efektifitas dan efisiensi untuk meningkatkan upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba.c. Adanya komitmen dan dukungan dalam menciptakan pola kerjasama diantara LSM dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Penguatan Kelembagaan Peran Serta Masyarakat Bidang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Propinsi Gorontalo

2 Agustus 2006

ANIE, GORONTALO. Penguatan Kelembagaan Peran Serta Masyarakat dimaksudkan untuk menumbuhkan komitmen para pengambil kebijakan agar peduli dalam permasalahan narkoba di lingkungannya masing-masing, serta memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi masyarakat untuk waspada terhadap penyalahgunaan Narkoba.HOTEL QUALITY GORONTALOTANGGAL 22 S/D 24 MEI 2006Penguatan Kelembagaan Peran Serta Masyarakat bertujuan untuk membangkitkan kesadaran dan peran aktif para pengambil kebijakan guna mendukung terlaksananya program P4GN di daerahnya masing-masing. Penguatan Kelembagaan Peran Serta Masyarakat bidang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dilaksanakan sebagai berikut :1). Waktu dan Tempat Pada tanggal 22 s/d 24 Mei 2006 bertempat di Hotel Quality Propinsi Gorontalo.2). PesertaPenguatan Kelembagaan Peran Serta Masyarakat bidang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba diikuti oleh 88 orang peserta dari unsur Pengambil Kebijakan yang terdiri dari :a). Pejabat BNPb). Para Kadis Pemdac). Para Kakanwild). Para Ketua BNKe). Para Kapolresf). Perwakilan Pejabat TNI / Polri setingkat Poldag). Tokoh Masyarakat / Agama 3). Undangan yang Hadir a) Wakil Gubernur Propinsi Gorontalob) Sekretaris Daerah Propinsi Gorontaloc) Kapolda Gorontalod) Wakapolda Gorontaloe) Ketua DPRD Gorontalof) Kepala Kejaksaan Tinggi GorontaloMetode yang digunakan dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan Peran Serta Masyarakat bidang Pencegahan adalah Ceramah dan Diskusi Panel.

GPR