Strategi Bersinar Jadi Senjata Bagi Kampus di Bandung Lawan Narkoba

5 Maret 2019

Narkoba merupakan sillent killer atau pembunuh tak terlihat karena tidak mudah mendeteksi para penyalahguna tetapi membunuh banyak orang. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BNN Provinsi Jawa Barat, Drs. Sufyan Syarief, M.H. di hadapan para dosen dan mahasiswa dalam bimbingan teknis penggiat anti narkoba bidang P4GN di hotel Courtyard Dago, Jawa Barat, Senin (5/3).Lebih lanjut Sufyan pun menyampaikan bahwa para akademisi harus peduli terhadap lingkungan sekitar. Para mahasiswa diimbau untuk saling menjaga dengan teman-temannya, begitu pula dengan para dosen yang harus lebih memperhatikan para mahasiswa serta rekan-rekannya untuk dapat cepat mengetahui apabila ada yang terkena narkoba, sehingga segera tertangani dan mampu menciptakan kampus yang bersih dari narkoba.Kepala BNN Provinsi Jawa Barat dalam paparannya juga menyampaikan bahwa saat ini telah ada surat edaran Gubernur Jawa Barat terkait dengan program bersih narkoba (bersinar), diantaranya program desa bersinar, kampus bersinar, sekolah bersinar, program wajib rehabilitasi untuk seluruh rumah sakit dan Puskesmas, dan dibentuknya Satgas anti narkoba di lingkungan masing-masing."Penyalahguna, pengedar, dan bandar itu berbeda, kita tidak bisa menyamaratakan, maka dibutuhkan strategi tersendiri untuk penanganannya," jelas Sufyan.Oleh sebab itu, program bersinar hadir di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan sehingga kebijakan supply dan demand dalam penanganan narkotika dapat berjalan seimbang. Adanya program bersinar ini diharapkan dapat menekan angka demand dengan melakukan pencegahan di seluruh lini yang melibatkan semua elemen masyarakat dan menekan angka supply melalui rehabilitasi yang saat ini telah melibatkan Puskesmas-Puskesmas.

Mitra Strategis Sebagai Ujung Tombak BNN Bersihkan Bandung Dari Narkoba

5 Maret 2019

Menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Tahun 2018- 2019, Direktorat Peran Serta Masyarakat menyelenggarakan bimbingan teknis bagi para penggiat anti narkoba di Bandung, Jawa Barat sebagai salah satu daerah rawan narkoba di Indonesia. Para penggiat tersebut terdiri dari perwakilan instansi pemerintah, tokoh masyarakat, dan lingkungan pendidikan di Jawa Barat, khususnya kota Bandung.Beberapa perwakilan yang hadir diantaranya yakni para lurah, kapolsek, Dandim, Danramil, Babinsa, Babhinkantibnas, perwakilan dari Puskesmas, tokoh agama, karang taruna, komunitas, dan LSM. Hadir pula dalam kegiatan tersebut perwakilan dari lingkungan pendidikan yaitu para dosen dan mahasiswa.Kegiatan yang bertujuan untuk membangun kemitraan dan komitmen dalam program P4GN ini berlangsung selama dua hari pada hari Senin sampai dengan Selasa, 5 - 6 Maret 2019. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Direktur Peran Serta Masyatakat, Drs. Mohamad Jupri, M.M. dan didampingi oleh Kepala BNN Provinsi Jawa Barat, Drs. Sufyan Syarief, M.H.Dalam sambutannya Direktur Peran Serta Masyarakat menyampaikan kepada seluruh peserta yang hadir untuk nantinya dapat menyuarakan P4GN di lingkungannya masing-masing. Menurut Jupri semua pihak harus bekerja sama dengan komitmen yang kuat untuk dapat menekan tingkat peredaran maupun penyalahgunaan narkoba, khususnya di Jawa Barat."Bapak, Ibu, dan adik-adik yang hadir merupakan ujung tombak dalam P4GN di lingkungan masing-masing. Kita semua harus berkerja bersama-sama mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba untuk menyelamatkan masa depan bangsa," ungkap Direktur Peran Serta Masyarakat dalam sambutannya.Kepala BNN Provinsi Jawa Barat pun dalam kesempatan tersebut mengimbau kepada seluruh peserta yang hadir untuk bekerjasama sebagai mitra strategis BNN, khususnya dalam upaya-upaya pencegahan. Dengan demikian diharapkan nantinya di desa-desa, di sudut kota, maupun di lingkungan pendidikan akan bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Jajaran direksi BUMN, Siap jalani tes narkoba.

28 Februari 2019

Kepala BNN, Drs Heru winarko S.H, hadir dalam acara rapat koordinasi (Rakor) BUMN Tahun 2019 "Satukan gerak, kuatkan sinergi wujudkan kerja nyata untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat", yang diselenggarakan di ruang cendrawasih, Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (28/2).Saat memberikan materi P4GN, Kepala BNN menyampaikan apabila ada keluarga atau kerabat yang menjadi penyalahguna narkoba, segera bawa ke pusat Rehabilitasi narkoba. Dengan langkah tersebut, Heru yakin jumlah supply (permintaan) narkoba bisa ditekan di Indonesia.Hal ini diamini oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno dihadapan lebih dari 150 direksi perseroan dibawah kementerian BUMN. Menurutnya, saat ini penyalahgunaan narkoba merupakan kejahatan yang tidak bisa ditolerir karena dampaknya secara jangka panjang mengancam masa depan bangsa. Tidak hanya menyasar orang dewasa, saat ini penyalahgunaan narkoba sudah masuk ke kalangan anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa."Ini komitmen saya dengan BNN, bahwa Direksi dan Komisaris BUMN harus tes narkoba, tes urin. Oke ya?," ungkap ibu menteri yang langsung mendapat tanggapan setuju dari direksi dan komisaris yang hadir.Menangapi hal itu, Kepala BNN mengatakan bisnis narkoba seperti multi level marketing, dimana peredaran di lakukan secara berjenjang dan merekrut banyak jaringan anggota. "BNN akan mengeruk aset para pengedar, tidak menutup kemungkinan sampai ke koorporat apabila terbukti", ungkap Heru.Diakhir pertemuan, Ibu Menteri minta jajaran BUMN harus saling membantu agar Kepala BNN bisa lebih mempercepat pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Indonesia," tutup Rini. StopnarkobaHUMAS BNN

Rehabilitasi Pemutus Rantai Jaringan Narkoba

28 Februari 2019

Rehabilitasi merupakan salah satu upaya untuk memutus jaringan peredaran gelap narkotika. Hal ini disampaikan oleh Dunan Ismail Isja selaku Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN, ketika hadir sebagai narasumber pada acara Rapat Pimpinan Daerah TNI Polri di Makodam VI/ Mulawarman Balikpapan Kalimantan Timur, Kamis (28/2)."Setiap penyalahguna itu wajib menjalankan rehabilitasi karena untuk mengatasi tingkat kecanduannya, sehingga diharapkan orang tersebut tidak lagi menyalahgunakan narkoba," imbuh Dunan. Dengan tidak lagi menyalahgunakan narkoba maka otomatis permintaan akan berkurang bahkan bisa memutus jaringan peredaran narkoba.Dikarenakan upaya rehabilitasi menjadi sangat penting, Dunan mengatakan agar setiap penyalahguna maupun pecandu untuk segera melapor kepada institusi penerima wajib lapor dalam hal ini bisa BNN, agar segera mendapatkan penanganan rehabilitasi.Pada kesempatan tersebut Dunan mengingatkan kepada setiap Kementerian Lembaga termasuk TNI dan Polri bersama- sama melaksanakan rencana aksi P4GN sebagaimana tertuang pada Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2018."Penting dilaksanakan karena untuk percepatan penanggulangan penyalahguna dan peredaran gelap narkoba di Indonesia," ucap Dunan.Dunan melanjutkan BNN tidak mempunyai kekuatan dalam menangani peredaran gelap narkoba di Indonesia. BNN butuh bantuan dan kerjasama dari setiap Kementerian Lembaga termasuk TNI dan Polri. Dunan mencotohkan seperti upaya Alternatif Development yang dilakukan di Aceh."Seperti upaya alternatif development yang kita lakukan di Aceh. Kita melibatkan beberapa kementerian, seperti dari kementerian perhutani, kementerian pertanian, pemda setempat. Kalau BNN sendiri mana mampu kita," ujar Dunan.

Cegah Narkoba di Sektor Wisata

28 Februari 2019

Potensi Indonesia dalam sektor wisata sangat luar biasa telah mendapatkan pengakuan dunia. Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu dari 6 destinasi wisata terindah di dunia. Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya mengatakan, Indonesia termasuk sebagai negara dengan pertumbuhan cepat dalam sektor wisata nomor 9 di dunia. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa pariwisata merupakan sektor unggulan selain pertanian dan perikanan.Namun, potensi wisata yang sangat mendunia ini juga bisa membuka celah bagi masuknya hal-hal negatif salah satunya narkoba. Menanggapi hal ini, Menpar Arief Yahya mengatakan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) menjadi hal yang strategis.“Kita harap dengan adanya kerja sama dengan BNN maka sedari awal kemungkinan terjadinya penetrasi narkoba terutama di daerah wisata akan bisa dicegah,” tegas Menpar usai kegiatan penandatanganan nota kesepahaman BNN dengan Kementerian Pariwisata di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (28/2).Implementasi lainnya dalam upaya menangkal ancaman narkoba adalah upaya pencegahan melalui institusi pendidikan yang berada di bawah naungan atau bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, seperti STP Bali, STP NHI Bandung, Poltek Pariwisata Medan, Palembang, Makassar dan Lombok.Seperti diuraikan Dewa Byomantara, selaku Ketua STP Bali, bahwa upaya P4GN di lingkungan pendidikan, dilakukan dengan cara tes urine pada saat seleksi masuk.“Ketika ada calon mahasiswa terindikasi positif narkoba, maka kita akan tolak,” imbuh Dewa.Selain itu sosialisasi bahaya narkoba juga sudah dilakukan berkat kerja sama dengan BNN setempat. Sedangkan, sebagai bentuk pengabdian di tengah masyarakat, pihaknya dapat memfasilitasi BNN untuk memberikan sosialisasi bahaya narkoba di objek wisata.StopnarkobaHUMAS BNN

UNGKAP KASUS NARKOBA DENGAN DATA BIOMETRIKS

27 Februari 2019

Badan Narkotika Nasional (BNN) dan PT. Akurat Satu Legalitas Identitas Rancangan Indonesia (ASLI RI) sepakat menjalin kerjasama dibidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kerjasama ini secara resmi tertuang dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani kedua belah pihak di Ballroom Grand Thamrin, Pullman Hotel, Jakarta, (27/2).ASLI RI merupakan sebuah badan hukum yang bergerak dalam bidang jasa verifikasi biometrik dan didirikan berdasarkan hukum di Indonesia. Sementara verifikasi biometric adalah verifikasi identifikasi dari seseorang menggunakan karakter fisik dan prilaku.Ruang lingkup kerjasama yang disepakati bersama meliputi pembangunan sistem catatan Narkotika dengan menggunakan teknologi biometrik yang dibutuhkan dalam melaksanakan program P4GN.Hal lain yang disepakati adalah kerjasama kedua pihak dalam pengembangan online marketplace melalui sistem yang disediakan dan dikelola secara khusus guna mambantu memasarkan produk hasil buatan warva binaan BNN.Kepala BNN, Heru Winarko, menyambut baik kerjasama tersebut dan menilai ini merupakan kerjasama yang sangat bermanfaat bagi BNN."Verifikasi Biomatrix yang dikelola oleh selaku ASLI RI sangat kami perlukan terutama dibidang Pemberantasan Narkoba", ujar Heru Winarko."Data tersebut nantinya dapat kami gunakan untuk mengungkap kasus narkoba. Sejauh ini sudah kami gunakan untuk pengungkapan kasus TPPU", tambahnya.Sementara itu Direktur Utama ASLI RI, Arief Dharmawan, mengklaim bahwa kemampuan Biomatric Matching System yang dimilikinya adalah yang paling akurat. Kerjasama pihaknya dengan BNN sangat diperlukan guna memberi ketetapan hukum bagi data yang dibutuhkan oleh user-nya."ASLI RI menyediakan system teknologi biometricnya,tapi end user harus tetap meminta izin kepada empunya data, misal Kepoliasian, BNN, BNPT, dan sebagainya, sesuai dengan yang diperbolehkan di PJOK", ujar Arief Dharmawan melalui siaran pers.Dengan adanya kerjasama ini kedua pihak berharap dapat saling menyokong kebutuhan masing masing lembaga dibidang pencegahan dan pemberantasan narkoba.Humas BNN

Struktur Megah dengan Design Futuristik, Kantor BNN Provinsi Jawa Barat diresmikan

26 Februari 2019

Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, SH bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan kantor BNN Provinsi (BNNP) Jawa Barat yang berlokasi di Jl. Hasan No. 1, Soekarno Hatta, Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (26/2).Gedung yang terdiri dari lima lantai dengan luas bangunan 3.605 meter persegi ini, berdiri diatas tanah seluas 2.300 meter persegi melalui hibah Pemerintah Kota Bandung yang di gagas oleh bapak Achmad Heryawan ( Gubernur Jawa barat Periode 2008 - 2018) serta didukung oleh bapak Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.Pembangunan gedung kantor BNNP Jawa Barat merupakan anggaran hibah murni Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2017 dan 2018 dengan total senilai Rp. 31,19 milliar, gedung ini telah dilengkapi fasilitas ruang perkantoran, ruang tahanan, ruang klinik, ruang rehabilitasi serta dilengkapi dengan ruangan unit K-9.Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam sambutannya mengatakan, gedung yang mewah ini membuktikan bahwa Provinsi Jawa Barat benar-benar serius dalam permasalahan P4GN. Desa Bersinar yang di gagas oleh BNN juga telah kami laksanakan dan tersebar di beberapa wilayah di Provinsi Jawa Barat, tambahnya.Kepala BNN, Heru Winarko, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah mendukung pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui pembangunan gedung kantor yang mewah dan megah tersebut.“BNN tidak bisa berdiri sendiri untuk menanggulangi permasalahan Narkoba. Diperlukan kerja sama dari semua unsur terkait seperti yang telah diinstruksikan oleh Presiden dalam Inpres No. 6 Tahun 2018”, ungkap heru.Kepada jajaran personel BNNP Jawa Barat Kepala BNN berpesan, dapat meningkatkan kinerja dan bersinergi dengan seluruh komponen daerah dan bekerjasama yang lebih komprehensif.Di pertengahan kegiatan peresmian kantor BNNP Jawa Barat, terselip kegiatan penandatangan nota kesepahaman antara BNN dengan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) yang di tanda tangani langsung oleh Kepala BNN dengan Direktur Personalia dan Umum terkait program sosialiasai P4GN melalui alat digital yang dimiliki oleh PT. KAI baik di stasiun maupun didalam moda transportasi KAI.#stopnarkoba HUMAS BNN

PERKUAT PERTAHANAN, BNN GELAR PELATIHAN INTERDIKSI BERSAMA LIMA NEGARA

25 Februari 2019

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyelenggarakan pelatihan interdiksi terpadu bersama 5 negara. Pelatihan ini diikuti 30 orang peserta yang merupakan perwakilan penegak hukum dari beberapa negara, di antaranya Laos, Fiji, Sri Lanka, Filipina dan Timor Leste. Selain itu, ada perwakilan Polri, Kejaksaan, Bea Cukai, Imigrasi hingga Bakamla. Diselenggarakanya pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat pengamanan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika di perbatasan Indonesia. Kepala BNN, Heru Winarko, mengatakan digelarnya pelatihan ini juga sebagai wadah diskusi antar penegak hukum lima negara tersebut."Ini yang kita harapkan dalam dua minggu ini bisa menjadi kesatuan bagaimana bisa bersama untuk memberantas dan mencegah narkoba," kata Kepala BNN di Balai Diklat, Lido, Bogor, Senin (25/2)."Kita di sini kerjasama, saling tukar informasi, tukar pengalaman. Nanti ada juga instruktur dari United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC), Australian Federal Police (AFP)”, imbuh Heru.Heru mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kian maraknya peredaran narkoba dan menjadi ancaman internasional. Pelatihan ini perlu dilakukan karena akan menjadi sarana diskusi dan pertukaran informasi serta memetakan sindikat yang berkaitan dengan Indonesia dan kelima negara yang terlibat."Kita melihat memang narkoba ini masalah internasional. Kita kerja sama untuk bagaimana kita mengetahui sindikat-sindikat ini," ucap Heru."Dilakukan utamanya yang di lapangan itu perlu sekali, karena jaringan ini tidak kenal batas, kita juga harus buat yang kuat," sambungnya.Pelatihan interdiksi terpadu akan berlangsung dari 25 Februari hingga 5 Maret 2019. Dalam pelatihan ini materi yang akan disampaikan kepada peserta meliputi situasi dan tantangan narkotika di indonesia, kebijakan nasional di bidang pemberantasan, strategi kebijakan interdiksi dan teknik penyelidikan berbasis IT dan analisis intelijen hingga hand writing analysis in dishonesty.Humas BNN

Deklarasi Bersih Narkoba Dari Tepian Batas Negara

23 Februari 2019

Darurat narkoba yang melanda Indonesia, menjadi keprihatinan seluruh masyarakat di seluruh belahan nusantara, tak terkecuali para pelajar di Pulau Sebatik, Nunukan Kalimantan Utara. Dengan lantang, mereka mendeklarasikan Pelajar Sebatik Bersih Narkoba (Bersinar), di Kantor Kecamatan Sebatik Induk. Selain itu, para pelajar ini juga membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter di Pantai Sei Taiwan.Kegiatan ini digelar berkat kerja sama yang sinergis antara BNNK Nunukan, Dinas Pendidikan, dan Yayasan Lentera Anak Bangsa Cerdas (LABC) Jogja. Hadir dalam kegiatan ini antara lain Danramil Nunukan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Indonesia dalam kondisi darurat narkoba dan generasi muda telah dibidik sindikat untuk dijadikan sasarannya.“Oleh karena itulah Jajaran TNI dengan kekuatan penuh siap menjaga Pulau Sebatik dari jeratan narkoba,” imbuh Danramil, di sela-sela kegiatan Deklarasi, Sabtu (23/2).Sementara itu, dari tempat terpisah, Kepala BNNK Nunukan, La Muati, S.H., M.H memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap agar sinergi yang terbangun antara stakeholder di wilayan Nunukan tetap kuat, dalam rangka mewujudkan Sebatik Bersinar.Selain kegiatan deklarasi, digelar pula kegiatan bakti sosial kesehatan yang bertempat di Aula Kecamatan Sebatik Induk. Kegiatan ini berupa sunatan masal yang diikuti oleh 50 anak dari berbagai desa di Sebatik. Selain itu pula disediakan layanan pemeriksaan gula darah, tensi, asam urat dan kolesterol.Seluruh rangkaian kegiatan ini mendapatkan animo yang besar dari masyarakat. Tak kurang 1.200 orang yang berasal dari kalangan pelajar dan masyarakat memeriahkan rangkaian kegiatan dari mulai senam bersama, parade bendera merah putih di Pantai Sei Taiwan, hingga Deklarasi Pelajar Sebatik Bersinar.

Pesan Settama BNN; Gampong Peunayong jadi role model Desa Bersinar di Indonesia

22 Februari 2019

"BNN selalu bersama masyarakat dan bekerja bersama masyarakat untuk mencegah penyalalahgunaan dan peredaran gelap narkoba" demikian point utama sekretaris utama (Sestama)BNN, Drs. Adhi Prawoto, S.H dalam kunjungan kerja berserta rombongan ke Provinsi Aceh dalam rangka Sosialisasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 dan meninjau desa bersinar di Gampong peunayong Banda Aceh, Kamis (21/2).Kedatangan Sestama beserta rombongan dari BNN RI disambut oleh Keuchik (Kepala Desa) Peunayong T. Sabri Harun, S.Ag beserta perangkatnya dan Kepala BNNK Banda Aceh Hasnanda Putra, ST, MM, MT, para Muspika, ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) beserta anggota, Satgas Anti Narkoba, Babinsa, Babinkantipmas, perajin handycraft, perwakilan warga, serta seluruh pegawai BNNK Banda Aceh.Gampong peunayong adalah kawasan perkotaan yang didiami warga dari berbagai suku, etnis dan agama dan menjadi icon Banda Aceh Gemilang dalam Kerukunan. Desa ini, merupakan gampong binaan BNNK Banda Aceh bekerjasama Alternatif Developmen Perkotaan melalui Deputi Pemberdayaan BNN RI dengan program Handycraft untuk warga yang telah di latih pada tahun 2018 yang lalu.Dihadapan warga Gampong Peunayong Settama BNN mengatakan, dirinya di tugaskan Kepala BNN RI ke Provinsi Aceh dalam rangka implementasi Inpres Nomor 6 Tahun 2018 dan ia juga mengatakan bangga bisa hadir di gampong Peunayong yang di ajak oleh Kepala BNNP Aceh. "Saya berterimakasih kepada BNNK Banda Aceh yang telah memilih gampong Peunayong untuk menjadi gampong binaan dengan melatih warganya menjadi perajin handycraft" imbuhnya.Dalam kegiatan ramah tamah, keuchik Peunayong menyampaikan, akan mendukung kinerja BNN dan menargetkan untuk gampong peunayong akan menjadi zero narkoba. BNN tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, "Saya berharap gampong Peunayong menjadi role model Desa Bersinar di Indonesia apalagi disini menjadi bukti keberagaman dan toleransi" ungkap Adhi.Sumber: BNNP AcehHumas BNN

GPR