CONTACT CENTER BNN  .    callcenter@bnn.go.id  .    184  .  SMS/Whatsapp   081-221-675-675  .  BBM   2BF297D7

Berita

Time Line @INFO BNN

PESAN BUWAS UNTUK BUNG HATTA MUDA

Mari berbagi :    

“Jika Bung Karno dan Bung Hatta adalah suami istri, makan Bung Hatta lah yang cocok berperan sebagai ibunya karna telah melahirkan generasi hebat untuk Indonesia”. Ujar Kepala BNN, Budi Waseso, saat membuka sesi Kuliah Umum di Universiata Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat, Senin (11/12).

Ucapan itu disampaikan dengan harapan mahasiswa-mahasiswi yang menuntut ilmu di Universitas Bung Hatta, akan terlahir sebagai Bung Hatta muda yang hebat dan dapat menjadikan negeri ini semakin besar.

“Generasi muda tidak akan menjadi hebat dan cerdas jika hidupnya tidak sehat”, imbuhnya. Buwas menyebutkan bahwa anak muda adalah target utama sindikat narkoba. “Mereka sengaja menyasar generasi muda untuk merusak suatu bangsa”, ujar Buwas.

Salah satu target pasar terbesar jaringan narkotika adalah mahasiswa muda. Negara akan hancur ketika tidak ada lagi generasi muda yang cerdas dan produktif. Ini menjadi alasan mengapa BNN amat gencar melakukan sosialisasi di Lingkungan Kampus.

Menurut Buwas, anak muda di Indonesia memiliki kecenderungan sangat mudah untuk merusak diri sendiri. “Di Indonesia yang bukan narkotika saja disalahgunakan, yang penting bisa mabuk. Padahal, itu dapat menimbulkan kerusakan permanen dalam sel otak yang berdampak pada kerusakan organ tubuh lainnya”, ujar Buwas.

Kondisi geografis yang strategis dan mudahnya kongkalikong dengan petugas juga menjadi penyebab tampak silaunya pasar gelap Narkoba di Indonesia bagi Sindikat Internasional

Buwas menyampaikan hampir tidak ada wilayah di Indonesia yang tidak terjamah oleh Narkoba. Kondisi ini diperburuk dengan banyaknya oknum PNS, Polisi, TNI, bahkan para petinggi petinggi negri yang ikut terlibat dalam kejahatan Narkoba. “Tidak ada kalangan yang tidak terkontaminasi Narkoba, PNS, TNI, Polri, dan kantor kantor pemerintah lainnya, ada juga yang menyalahgunakan Narkotika”.

“Sekarang ini yang harus kita lakukana adalah menekan angka demand. Jika demand dapat ditekan, makan supply narkoba akan berkurang”, ujarnya.

Buwas menyampaikan BNN telah melakukan berbagai upaya pencegahan. Salah satunya adalah mengoptimalisasi peran serta instansi pemerintah, swasta, dan organisasi kemasyarakatan dalam kampanye masif anti-narkoba. Juga mengembangkan sistem pertahanan diri secara intensif melalui upaya promotif dan pengembangan kecakapan hidup sejak usia dini.

Hal lain yang dilakukan adalah, meningkatkan koordinasi dan kerja sama lintas instansi dan lintas negara. Tujuannya, pengungkapan sindikat tindak kejahatan narkoba, dan memperkuat sistem interdiksi di wilayah jalur-jalur masuk. Seperti pelabuhan laut, bandara, dan lintas batas darat.

Kuliah Umum yang dihadiri oleh ribuan peserta ini sekaligus melantik 20 anggota Dewan Pengurus Wilayah Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (DPW ARTIPENA) oleh Kepala Dewan Pengurus Pusat (DPP) ARTIPENA.

Terakhir, Buwas menyampaikan apresiasinya kepada  Antipena atas komitmen besarnya dalam memerangi narkoba di Provinsi Sumatera Barat. “Kami sangat menyambut kedatangan semua pihak yang berpartisipasi dalam memerangi narkoba. Termasuk Antipena yang terus mengembangkan anggotanya hingga ke pelosok daerah”, ujarnya.


  Ikuti Kami di Sosial Media

Kami berupaya untuk membuka kanal Sosial Media sebanyak mungkin agar selalu terhubung dengan Anda.

  Kontak Kami
  Alamat

Jl. MT. Haryono No. 11
Cawang, Jakarta Timur

Phone : (021) - 80871566 / 80871567
Mail : callcenter@bnn.go.id