CONTACT CENTER BNN  .    callcenter@bnn.go.id  .    184  .  SMS/Whatsapp   081-221-675-675  .  BBM   2BF297D7

Berita

Time Line @INFO BNN

Pemda di Gorontalo Diberikan Pengharaan Saat HANI 2017    

Mari berbagi :    

Gorontalo – Peran aktif dan pendayagunaan seluruh komponen dan potensi bangsa dalam menghadapi keadaan darurat narkoba menuju Indonesia yang sehat penting untuk menjadi atensi segala lini bangsa ini. Demikian disampaikan Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Pol. Drs. Oneng Subroto, SH., MH. sesuai dengan tema Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2017 kala memberikan sambutan pada peringatan Puncak HANI 2017 bertempat di Graha Azizah, Gorontalo.

Subroto juga menyampaikan sambutan Kepala BNN bahwa peringatan Hari Anti Narkotika Internasional memiliki makna keprihatinan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, sehingga dibutuhkan sebuah gerakan untuk menyadarkan seluruh umat manusia.

“Hal ini untuk membangun solidaritas dalam rangka mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika yang menjadi ancaman kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, serta menggelorakan semangat membara dalam sebuah kebersamaan seluruh komponen bangsa sebagai upaya melawan kejahatan narkotika”, ungkap Jenderal Bintang Satu ini dalam sambutannya.

Peringatan yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Gorontalo,  Kapolda Gorontalo, Bupati Bone Bolango, Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, beserta pejabat-pejabat dari masing-masing Kabupaten/Kota ini diawali dengan penandatanganan dan pembacaan Ikrar Anti Narkoba, termasuk Wakil Gubernur Gorontalo, Kapolda Gorontalo, Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, Bupati Bone Bolango, dan Sekda Kota Gorontalo. Dalam ikrar ini berisi penolakan terhadap narkoba dalam bentuk apapun dan membantu program pemerintah dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Dalam mewujudkan masyarakat Indonesia bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika, diperlukan dukungan dan perhatian sepenuhnya dari semua lembaga pemerintah, baik kementerian maupun non kementerian, dan juga seluruh elemen masyarakat.

Wakil Gubernur Gorontalo, DR. Idris Rahim, MM., dalam sambutannya menyatakan bahwa kejahatan narkotika sebagai kejahatan luar biasa, terorganisir dan bersifat lintas Negara telah mengarah terjadinya beberapa kejahatan lain misalnya terorisme, perdagangan orang dan lain-lain yang harus diatasi secara serius dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa, sehingga harus diberantas dan ditangani dengan pendekatan seimbang antara pengurangan pasokan dan pengurangan permintaan.

“Pencegahan merupakan langkah yang efektif untuk membangun kesadaran setiap individu  untuk tidak memulai menyalahgunakan narkotika dan tidak ikut dalam jaringan peredaran gelap narkotika karena hukumannya sangat berat. Sehingga tepat apabila dikatakan mencegah lebih baik dari pada mengobati”, jelas Idris sesuai sambutan Presiden RI pada Peringatan HANI 2017.

Peringatan Puncak HANI ini dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo dalam mendukung pemerintah terhadap program P4GN di provinsi Gorontalo.

Kepala Bidang Pencegahan dan Dayamas BNNP Gorontalo, Abd. Muchars Daud, SE mengungkapkan bahwa pemberian penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif, kepedulian dan komitmen Pemerintah Daerah dalam upaya P4GN.

“Kita tahu bersama bahwa seluruh komponen pemerintah daerah ini sudah ada yang melakukan upaya-upaya P4GN, seperti pemberian Dana Hibah dan Fasilitas-fasilitas yang mereka hibahkan guna menunjang kegiatan P4GN. Namun itu belum cukup, masih perlu ditambah lagi dengan upaya-upaya yang lebih kongkrit guna pelaksanaan P4GN”, ungkap Muchars.

“Jadi dengan pemberian penghargaan ini untuk melecut semangat pemerintah daerah agar mereka lebih aktif lagi, lebih greget lagi, dan lebih mumpuni lagi dalam upaya P4GN”, tambahnya.

Selain pemberian penghargaan, kegiatan Puncak HANI dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BNNP Gorontalo dengan 9 lembaga yakni Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMG), Universitas Gorontalo (UG), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amay Gorontalo, Dinas Kependidikan, Pemuda, dan Olahraga (DIKPORA) Provinsi Gorontalo, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Gorontalo, dan Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo.

“Karena permasalahan narkoba tidak bisa ditangani oleh BNN sendiri atau aparat penegak hukum. Tapi semua harus bersinergi dan bekerja sama agar permasalahan narkoba ini bisa dituntaskan”, pungkas Muchars.

“Oleh karena itu, BNN sebagai Leading Sector dalam P4GN mengajak semua stakeholder ini untuk bersama-sama melakukan upaya P4GN agar penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba bisa diminimalisir atau dihilangkan”, tambahnya #stopnarkoba(Ody & Man/BNNP_Gtlo)

    


  Ikuti Kami di Sosial Media

Kami berupaya untuk membuka kanal Sosial Media sebanyak mungkin agar selalu terhubung dengan Anda.

  Kontak Kami
  Alamat

Jl. MT. Haryono No. 11
Cawang, Jakarta Timur

Phone : (021) - 80871566 / 80871567
Mail : callcenter@bnn.go.id