KONTAK CENTER BNN  .    callcenter@bnn.go.id  .    184  .  SMS/Whatsapp   081-221-675-675  .  BBM   2BF297D7

Berita

Time Line @INFO BNN

Kader Kesehatan dan Posyandu Dukung P4GN Bone Bolango

Mari berbagi :    

Bone Bolango/ Gorontalo—Kader Kesehatan dan Posyandu di dua kecamatan di Kabupaten Bone Bolango terima serangkaian materi tentang Pencegahan dan Penyalahgunaan Pemberantasan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Gorontalo Brigjen Pol Oneng Subroto, SH, MH menjadi salah seorang narasumber dalam kegiatan yang diikuti 20 peserta tersebut, Selasa (11/4/) di RM Litiyano, Kabila.

Kepada para Kader Kesehatan dan Posyandu Kecamatan Kabila dan Suwawa, Brigjen Pol Oneng Subroto meminta peran aktif dalam meneruskan berbagai informasi P4GN sampai ke tingkat keluarga. Menurutnya peran keluarga sangat penting dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba karena dalam keluarga ada unsure-unsur masyarakat dan generasi muda.

“Manfaatkan pertemuan-pertemuan posyandu untuk menyuluh anti narkoba. Para penyuluh ahli dari BNNK Bone Bolango akan bersedia membantu ibu-ibu sekalian,” pesannya.

Dalam kegiatan bertajuk Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) P4GN di Lingkungan Keluarga dan bertema "Ciptakan Pola Hidup Sehat Tanpa Narkoba di Kelompok Masyarakat" ini Kepala BNNP Gorontalo membawakan materi berjudul “Deteksi Dini dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba”. Dalam materinya Oneng sekali lagi mengingatkan bahwa Indonesia telah darurat narkoba. Sebanyak 40-50 orang meninggal akibat narkoba setiap tahun.

“Untuk itu kita harus memutus mata rantai demand dan supply atau permintaan dan penawaran. Tugas kader kesehatan dan posyandu terutama memutus demand, memutus permintaan. Kalau narkoba sudah kehilangan pasar maka di atas kertas supply alias penawaran pun akan berkurang,” papar Oneng.

Kepala BNNK Bone Bolango, Abd. Haris Pakaya, S.Pd, M.Si , yang membuka acara dan sekaligus juga sebagai narasumber dengan materi berjudul “Pengetahuan Dasar Mengenai Penanggulangan Dampak Penyalahgunaan Narkoba” menekankan kepada para kader kesehatan dan posyandu untuk mengawasi dan mengeksaminasi anak-anak dan remaja di keluarga masing-masing. Penyalahgunaan narkoba, menurut Haris, juga dapat hadir dalam bentuk konsumsi inhalan seperti lem kayu, juga obat batuk biasa, serta jamur kotoran sapi yang dapat ditemukan dengan bebas di masyarakat.

“Kita tidak mungkin melarang warung-warung menjual lem dan obat batuk. Kita hanya bisa mengawasi anak-anak kita, jadwal mereka dan perilaku mereka di dalam dan luar rumah sembari memberikan pengertian-pengertian kepada mereka dan menyediakan untuk mereka sarana berkegiatan positif, ujar Haris.

Menurut Haris, orangtua tidak boleh mengendurkan kewaspadaan. “Jangan dulu tidur jika anak belum tidur. Orangtua harus tidur belakangan.” Begitu ia berpesan.

Di akhir kegiatan para peserta dikukuhkan oleh Kepala BNNP Gorontalo menjadi relawan anti narkoba yang akan meneruskan informasi P4GN di wilayah pengabdian masing-masing dan bersama BNNK Bone Bolango menekan angka prevalensi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Bone Bolango..#StopNarkoba. (Jam)

B/BRD-139/IV/2017/Humas



  Ikuti Kami di Sosial Media

Kami berupaya untuk membuka kanal Sosial Media sebanyak mungkin agar selalu terhubung dengan Anda.

  Kontak Kami
  Alamat

Jl. MT. Haryono No. 11
Cawang, Jakarta Timur

Phone : 184
Mail : callcenter@bnn.go.id