KONTAK CENTER BNN  .    callcenter@bnn.go.id  .    184  .  SMS/Whatsapp   081-221-675-675  .  BBM   2BF297D7

Artikel

Time Line @INFO BNN

PEMBANGUNAN SISTEM PENDUKUNG KEAMANAN JARINGAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Mari berbagi :    

Indonesia sudah sejak jaman dahulu menjadi surganya candu dan penggunanya sejak jaman penjajahan belanda dahulu. Sejak saat itu grafik pengguna narkoba selalu meningkat naik. Oleh karena itu BNN berjuang keras sepenuh tenaga untuk menurunkan jumlah pengguna narkoba di indonesia. Kampanye anti narkoba sudah dilakukan baik melalui media fisik seperti brosur, poster ataupun papan iklan.

Sebagai salah satu negara pengguna internet terbesar didunia tentunya media kampanye melalui internet tidak dapat dipandang sebelah mata sebagai sarana yang sangat potensial untuk mendukung program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).  Untuk dapat memaksimalkan penggunaan internet oleh BNN, maka diperlukan sarana pendukung keamanan jaringan informasi dan komunikasi yang bisa diandalkan sehingga penyebaran Informasi anti penyalahgunaan narkoba menjadi lebih maksimal.

Efektifitas Pembangunan Sistem Pendukung Keamanan

Saat ini internet sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Bahkan Indonesia merupakan negara yang mempunyai pengguna internet paling besar di Asia Tenggara. Berdasarkan hasil Survei Data Global Web Index, Indonesia merupakan negara dengan pengguna sosial media paling aktif di Asia yaitu sebanyak 79,7 %. Di urutan kedua adalah Filiphina dengan jumlah pengguna sosial media 78% diikuti oleh Malaysia 72% serta Cina 67%. 

Dari data statistik yang ada, perkembangan pengguna internet di Indonesia setiap tahunnya mencapai 15% dari total populasi yang ada atau sekitar 38 juta orang lebih. Sedangkan waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pengguna internet di Indonesia setiap harinya di depan PC maupun laptop setiap harinya rata-rata selama 5 jam 30 menit. 

Sedangkan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) menyatakan bahwa pengguna internet di Indonesia pada tahun 2013 telah mencapai 71,19 juta orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 13 % jika dibanding pada tahun 2012 yaitu sebanyak 63 juta pengguna. Sedangkan peningkatan jumlah pengguna internet saat ini sesuai dengan MDGs akan mencapai jumlah 107 juta pada tahun 2014 dan 139 juta pengguna pada tahun 2015 nanti. 

Dengan demikian penyebaran informasi tentang bahaya narkoba atau pun informasi lain yang terkait dalam program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional akan lebih efektif jika dilakukan melalui media internet.

BNN dalam melaksanaan fungsi P4GN  kedepan akan menghadapi bukan hanya tantangan fisik di lapangan tetapi juga tantangan serangan cyber untuk melemahkan penyebaran informasi penyalahgunaan narkoba melalui internet. Selain melemahkan fungsi P4GN melalui media internet, seluruh informasi rahasia yang terdapat didalam jaringan BNN. Seluruh rencana strategis, informasi pemberantasan narkoba, komunikasi seluruh elemen didalam pemberantasan narkoba juga harus dilindungi dari kejahatan cyber.

Kasus yang terjadi bahwa jaringan komputer yang terkoneksi dengan internet sering mendapatkan serangan-serangan yang mengakibatkan kerusakan bahkan kehilangan data yang dimiliki maupun kerusakan-kerusakan hardware akibat serangan tersebut. Kerugian karena kasus semacam ini bisa mencapai puluhan juta rupiah yang meliputi kerugian dalam bentuk fisik (hardware) maupun non - fisik (data). Flooding data menjadi salah satu bentuk serangan-serangan yang mengakibatkan suatu sistem akan terbanjiri oleh data-data secara terus menerus dalam waktu yang singkat. Hal ini juga mengakibatkan lalu lintas jaringan menjadi sangat padat sehingga lalu lintas jaringan yang datang dari pengguna yang terdaftar menjadi tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan.  

Sistem Pendukung keamanan jaringan dan informasi adalah platform cyber Security Operations Center (SOC) yang dirancang untuk memberikan & melengkapi pertahanan organisasi terhadap serangan cyber canggih, malware dan eksploitasi. Sistem Pendukung keamanan jaringan dan informasi adalah pra-terintegrasi, solusi end-to-end, tujuan dibangunnya adalah untuk mengidentifikasi, menyelidiki, memulihkan dan mencegah ancaman cyber canggih, yang dirancang untuk Pusat Operasi Keamanan.

Sistem Pendukung keamanan jaringan dan informasi secara komprehensif dan terus menerus memonitor jalur web dan email, file penyimpanan internal, sistem dan endpoints dalam jaringan. Setiap serangan cyber secara otomatis akan terdeteksi oleh Sistem Pendukung keamanan jaringan dan informasi. Pengadaan ini adalah solusi untuk mengurangi seluruh rantai kejahatan cyber. Intelegensi dan metadata digabungkan untuk meningkatkan sudut pandang pada serangan cyber, menambah informasi penyelidikan, meminimalkan false positif. Sehingga seluruh informasi yang disebarkan oleh BNN dapat tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Manfaat Pembangunan Sistem Pendukung Keamanan

Manfaat pembangunan sistem pendukung keamanan ini adalah sebagai berikut :

1.         Memberikan dan melengkapi pertahanan organisasi terhadap serangan cyber canggih, malware dan eksploitasi.

2.         Mengidentifikasi, menyelidiki, memulihkan dan mencegah ancaman cyber canggih, yang dirancang untuk Pusat Operasi Keamanan.

3.         Mengurangi waktu deteksi. Full visibilitas  organisasi akan ditampilkan pada satu layar analitis.

4.         Investigasi dan melakukan forensik pada endpoint akan memberitahukan siapa yang menyerang, kapan, bagaimana, dan jika sudah selesai serta bagaimana cara untuk menghentikan hal itu terjadi lagi.

5.         Investigasi mendalam dan analisis forensik untuk mengkonfirmasi dan memahami serangan.

6.         Investigasi yang mendalam dan melakukan analisa forensic terhadap serangan.

7.         File berbahaya dan Eksploitasi Deteksi - Analisis Static, System ini mendeteksi download file dan dokumen lampiran dan ekstrak segmen kode berbahaya.

8.         File berbahaya dan Eksploitasi Deteksi – Analisis Dinamis, dalam kasus yang memerlukan analisis tambahan atau analisis yang ingin memeriksa sampel file tertentu.

9.         C & C Detection - Behavioral Analysis, Mengidentifikasi kontrol port ancaman tidak dikenal yang sudah ada dalam jaringan.

10.      Deteksi berbasis Reputasi, TPS menggunakan daftar reputasi dibuat khusus dari malware dan C & C host.

11.      DNS - Base Evasion Detection, berdasarkan DNS-routing ini memanipulasi untuk rute port melalui nama sementara (menggunakan Domain Generation Algoritma) atau alamat IP (menggunakan botnet dibajak).

12.      Lateral movement detection, serangan cyber menyebar dalam jaringan setelah infiltrasi awal berlangsung. Malware menginfeksi mesin tambahan, mengatur dan membuat panggilan jarak jauh ke sistem lain.

13.      Incident Management, Sebagian besar dari manajemen penyidikan memiliki kemampuan manajemen insiden yang tertanam di TPS

14.      Pencarian, Tampilan work mode ini menyajikan semua entitas (seperti perangkat, alamat IP, pengguna, account email, server eksternal dll) dan yang ditemukan terkait dengan insiden dan yang berhubungan dengan serengan, karena berkaitan dengan insiden itu.

15.      Alat Penyelidikan, Analis SOC dapat menggunakan salah satu alat investigasi yang diintegrasikan ke TPS.

16.      Jaringan dan Sistem Forensik, Menangkap dan pengindeksan data jaringan, serta menggabungkan dan menghubungkan sistem log, memungkinkan analisa keamanan untuk query Netflow dan data mentah lalu lintas eksternal dan internal.

17.      Endpoints Forensik, Endpoints dalam jaringan dapat didiagnosis mendalam dengan menggunakan mesin analisis forensik malware.

18.      Malware lab, TPS memungkinkan analis untuk memeriksa lebih lanjut sampel malware atau kecurigaan terhadap file di lingkungan yang terlindung atau juga dikenal sebagai Malware Lab

Sumber: Puslitdatin BNN.


  Ikuti Kami di Sosial Media

Kami berupaya untuk membuka kanal Sosial Media sebanyak mungkin agar selalu terhubung dengan Anda.

  Kontak Kami
  Alamat

Jl. MT. Haryono No. 11
Cawang, Jakarta Timur

Phone : 184
Mail : callcenter@bnn.go.id