KONTAK CENTER BNN  .    callcenter@bnn.go.id  .    (021) 80880011  .  SMS/Whatsapp   081-221-675-675  .  BBM   2BF297D7

Artikel

Time Line @INFO BNN

Jalan Mulus Rehabilitasi Rawat Jalan Pecandu Narkoba di Wilayah Kabupaten Purbalingga

Mari berbagi :    

Artikel ini merupakan gambaran singkat mengenai arah, maksud dan tujuan Rapat Koordinasi Penanganan Penyalah Guna dan atau Pecandu Narkotika di Wilayah Kabupaten Purbalingga Tahap II yang telah diselenggarakan pada tanggal 7 September 2016 oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga.

Perlu diketahui bahwa Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga dalam tahun 2015—sejalan dengan Program Pemerintah berupa Gerakan Rehabilitasi 100.000 Pecandu Narkoba—telah menangani 192 penyalah guna dan atau pecandu narkotika, dengan rincian 26 orang hasil operasi yustisi (razia), 136 orang hasil penjangkauan dan 30 orang yang secara sukarela melapordiri (voluntery). Adapun ke-192 penyalah guna dan atau pecandu narkotika tersebut mendapat layanan terapi rehabilitasi rawat jalan berbasis simtomatis dan konseling delapan kali pertemuan yang tersebar di RSUD Ajibarang, RSUD Goetheng Taroenadibratha Purbalingga, RSUD Hj.Anna Lasmanah Banjarnegara dan RSUD Brebes.

Namun, nyatanya ke-192 penyalah guna dan atau pecandu narkotika tersebut tidak ada satupun yang dinyatakan selesai menjalani program terapi rehabilitasi rawat jalan berbasis simtomatis dan konseling delapan kali pertemuan itu. Tentu, ketidakberhasilan rehabilitasi rawat jalan terhadap 192 penyalah guna dan atau pecandu narkotika itu dikarenakan beberapa hal, diantaranya keengganan atau ketidakyakinan dari si penyalah guna dan atau pecandu itu sendiri untuk pulih dari adiksi narkotika. Dalam hal ini, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga telah melakukan beragam cara dan upaya guna memastikan agar klien selesai menjalani program rehabilitasi, mulai dari rutin menghubungi yang bersangkutan hingga melakukan upaya visiting/kunjungan ke rumah klien (Satelitpost edisi 28 Juli 2016).

Belum lagi kendala lain yang ditemukan di lapangan, salah satunya adalah adanya indikasi penyimpangan yang dilakukan oleh salah satu klien yang seharusnya menjalani rehabilitasi rawat inap tetapi dalam pelaksanaannya menjalani rehabilitasi rawat jalan, dan adanya keterlibatan dari oknum petugas pelaksana layanan rehabilitasi rawat jalan di Banjarnegara sehingga yang terjadi adalah substitusi bukan simtomatis yang dilakukan oleh apotek tertentu yang disebut-sebut sebagai tempat rujukan pengambilan resep obat rawat jalan. Mengenai hal ini, sudah dijelaskan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga kepada Kapolres Banjarnegara melalui surat Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga Nomor : B/170/III/ka/rh.01/2016/BNNK-PBG tanggal 29 Maret 2016 yang menjelaskan bahwa layanan rehabilitasi rawat jalan pecandu narkoba berbasis rawat jalan di wilayah Kabupaten Purbalingga hanya dilayani oleh RSUD Hj.Anna Lasmanah, dan terhitung 1 Januari 2016 sudah tidak lagi menjadi tanggungjawab Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga (karena sudah tidak kooperasional wilayah). Disamping itu, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga juga tidak memberikan rekomendasi atau menunjuk apotek tertentu sebagai tempat pengambilan resep obat rawat jalan. Tentunya, hal ini menjadi pembelajaran bagi kami, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga untuk lebih memperketat sistem pengawasan pelaksanaan layanan terapi rehabilitasi rawat jalan.

Guna memantapkan layanan rehabilitasi rawat jalan bagi penyalah guna dan atau pecandu narkotika, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penanganan Penyalah guna dan atau Pecandu Narkotika di wilayah Kabupaten Purbalingga Tahap I pada tanggal 28 Juni 2016 dengan peserta pihak RSUD dr.R.Goetheng Taroenadibratha, Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas Bobotsari, Kepala Puskesmas Kalimanah, Kepala Puskesmas Rembang, Kepala Puskesmas Karangreja, Kepala Puskesmas Karangmoncol, Kepala Puskesmas Kejobong, Kepala Puskesmas Kemangkon, Kepala Puskesmas Bukateja dan Bagian Hukum Setda Purbalingga.

Adapun buah manis sekaligus merupakan respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga berupa terbitnya Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga Nomor : 188.4/1702 TAHUN 2016 tanggal 25 Juli 2016 tentang Puskesmas Layanan Terapi Rehabilitasi Medis Rawat Jalan bagi Penyalah guna dan atau Pecandu Narkotika di Kabupaten Purbalingga. Keputusan tersebut merupakan payung hukum bagi Puskesmas Bobotsari, Kalimanah, Rembang, Karangreja, Kejobong, Karangmoncol, Kemangkon dan Bukateja sebagai Puskesmas Pilot Project Layanan Terapi Rehabilitasi Rawat Jalan di Kabupaten Purbalingga. 

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Purbalingga selanjutnya mengeluarkan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga Nomor : 188.4 / 2038.TAHUN 2016 tentang Petugas Pemberi Layanan Terapi Rehabilitasi Medis Rawat Jalan bagi Penyalah Guna dan atau Pecandu Narkotika di Kabupaten Purbalingga tanggal 15 Agustus 2016. Dalam Keputusan Kadinkes tersebut tercantum bahwa masing-masing Puskesmas diawaki oleh dua personil yakni satu dokter dan satu perawat atau apoteker sebagai petugas pelaksana.

Untuk mengetahui kesiapan sarana prasarana maupun sumber daya manusia pelaksana layanan rehabilitasi rawat jalan berbasis simtomatis dan konseling delapan kali pertemuan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga melakukan monitoring terhadap Puskesmas Rembang pada tanggal 22 Agustus 2016. Hasil dari monitoring adalah penguatan kapasitas sumber daya manusia Puskesmas Rembang dalam hal adiksi (ketergantungan) narkotika, adapun petugas yang dikuatkan sejumlah dua orang yakni yang membidangi farmasi dan layanan kesehatan jiwa, yang dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2016. Dalam peningkatan kemampuan SDM tersebut, petugas dibekali pengetahuan tentang identifikasi korban penyalahgunaan, penyalah guna, dan atau pecandu narkotika serta bagaimana cara mengasesmen pecandu narkotika sehingga tepat dalam memberikan rencana terapi rehabilitasi.

Berkaitan dengan butir-butir penjelasan di atas, maka kiranya menjadi penting bagi Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga untuk kembali menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Penyalah guna dan atau Pecandu Narkotika di wilayah Kabupaten Purbalingga tahap II, yang telah dilaksanakan pada tanggal 7 September 2016. Dasar pelaksanaan Rakor tersebut adalah surat Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga Nomor : B/0671/VIII/ks/rh.04/2016/BNNK-PBG tanggal 30 Agustus 2016 yang pada prinsipnya merupakan undangan langsung kepada petugas pelaksana layanan rehabilitasi rawat jalan di delapan Puskesmas Pilot Project sebagaimana tercantum Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga Nomor : 188.4 / 2038.TAHUN 2016. Undangan dalam surat Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga yang langsung ditujukan kepada petugas pelaksana dikandung maksud agar mengetahui terkait mekanisme pembiayaan (reimburse / klaim), ketersediaan sarana prasarana pendukung, hingga pembekalan singkat adiksi narkotika, yang disampaikan oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Kasi Penguatan Lembaga Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah sebagai narasumber.

Hasil dari pelaksanaan Rakor 7 September 2016 telah kami sampaikan secara tertulis kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga melalui surat Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga Nomor : B/70/IX/ks/rh.04/2016/BNNK-PBG tanggal 13 September 2016, agar segera mendapat feedback. Disamping itu, sejak tanggal 15 hingga 29 September 2016, tim rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga secara maraton dan intensif melakukan Monitoring pada tujuh Puskesmas yakni Puskesmas Kalimanah, Bobotsari, Karangmoncol, Karangreja, Kejobong, Kemangkon dan Bukateja, tentunya dikandung maksud agar Puskesmas Pilot Project memiliki persepsi, derap langkah, metode dan sarana prasarana yang sama lengkapnya.

Yang perlu menjadi catatan adalah bahwa maksud kami, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga, menambah fasilitas layanan rehabilitasi rawat jalan oleh delapan Puskesmas Pilot Project adalah agar para penyalah guna dan atau pecandu narkotika yang 192 orang yang belum selesai menjalani terapi rehabilitasi di Tahun 2015 dapat dituntaskan di Tahun 2016 ini. Jadi bukan berarti dengan bertambahnya layanan rehabilitasi rawat jalan linear pula dengan pertambahan jumlah penyalah guna dan atau pecandu narkotika.

Justru, yang harus dilakukan oleh semua pihak saat ini adalah mari bersama BNN untuk menyatukan tekad, niat dan derap langkah untuk menggencarkan gerakan STOP NARKOBA yang meliputi cegah penyalahgunaannya melalui Komunikasi Informasi Edukasi (KIE), berantas peredaran dan sindikatnya, berdayakan semua kelompok yang ada di tengah-tengah masyarakat agar melek bahaya narkotika.

Tentu kita semua tidak menginginkan bukan, jika kata “rehabilitasi” menjadi tameng berlindung bagi para sindikat narkotika untuk terus melancarkan aksinya merusak masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kami, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga tak bosan untuk selalu dan selalu mengajak semua komponen masyarakat untuk dukung program-program BNN, awasi pelaksanaannya dan laporkan jika terjadi penyimpangan. Mari, jalan mulus rehabilitasi rawat jalan di wilayah Kabupaten Purbalingga ini kita sengkuyung bersama.

    


  Ikuti Kami di Sosial Media

Kami berupaya untuk membuka kanal Sosial Media sebanyak mungkin agar selalu terhubung dengan Anda.

  Kontak Kami
  Alamat

Jl. MT. Haryono No. 11
Cawang, Jakarta Timur

Phone : (021) - 80871566 / 80871567
Mail : callcenter@bnn.go.id