Kasus menghilangnya 13,5 kg barang bukti sabu dari hasil operasi penggerebekan terhadap pabrik sabu di Cikande, Tangerang beberapa waktu lalu, mulai terkuak setelah tim dari Kejaksaan hendak mengambil barang bukti kasus narkoba itu yang dititipkan oleh jaksa untuk disimpan di gudang milik BNN. Lantas, mengapa pihak Propam Mabes Polri menduga adanya keganjilan dalam kasus ditemukannya kembali barang bukti tersebut? Ikuti laporannya berikut ini.

Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri tetap memeriksa kasus hilangnya barang bukti pabrik sabu di Cikande, Tangerang dan pemunculan barang bukti itu setelah delapan bulan menghilang.
Kepala Divisi (Kadiv) Propam Irjen Gordon Mogot ketika dimintai konfirmasi menyatakan pihaknya mengetahui adanya keganjilan dalam kasus itu. "Kita tahu (ada keganjilan). Kita masih akan periksa kasus itu terus, "ujar Kadiv Propam di Mabes Polri, akhir pekan lalu.
Namun ketika ditanya lebih rinci, Gordon enggan menjawab. "Kami masih terus menyelidiki kasus itu."
Sementara itu, Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Anton Bachrul Alam menyatakan jaksa dan polisi telah menemukan barang bukti 13,5 kg sabu, bukan 13 seperti yang diberitakan sebelumnya. "Saat jaksa akan mengambil 135 kg barang bukti Cikande, yang dititip jaksa di gudang Badan Narkotika Nasional (BNN), ditemukan bungkusan barang bukti 13,5 kg sabu itu. Jadi, jumlahnya 148,5 kg, sesuai jumlah saat penggerebekan," kata Anton.
Penemuan barang bukti itu terjadi pada Jumat (28/7) di gudang BNN. Saat itu, jaksa akan mengambil 13,5 kg barang bukti yang dititipkan di gudang BNN untuk dihadapkan di persidangan kasus penggerebekan pabrik ekstasi dan sabu.
Barang bukti 13,5 kg sabu tersimpan dalam sebuah dandang yang tertutup. Dandang itu bertuliskan IV. "Maksudnya Direktorat IV Narkoba Bareskrim Polri. Namun, tidak ada tulisan barang bukti 13,5 kg sabu Cikande di dandang itu. Baru saat dibuka dandang ada bungkusan bertuliskan barang bukti Cikande 13,5 kg," ujar Anton.
Tulisan barang bukti ada pada plastik pembungkus narkoba itu. "Jadi, kalau penutup dandang tidak dibuka, tidak terlihat tulisan itu," ujar mantan Kapolda Kepulauan Riau itu.
Setelah ditemukan jaksa dan Bripka Made Wahyu, dibuat acara penyerahan barang bukti yang sudah lengkap, yakni 148,5 kg, bukan 135 kg seperti awal ditetapkannya berkas acara pemeriksaan (BAP) ke - 22 tersangka. Penyerahan barang bukti itu dibuat dari polisi ke jaksa.
Saat ditanyakan apakah akan ada pemeriksaan barang bukti 13,5 kg identik dengan barang bukti lainnya yang 135 kg, Anton menyatakan, "Tentu akan diperiksa apakah barang bukti yang hilang sama dan identik dengan sabu 135 kg."