Sekitar 500 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, hari ini akan menggelar aksi sosial di dalam penjara. "Aksi sosial ini bagian dari terapi kepada mereka," kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Wibowo Joko Haryanto kepada Tempo di Jakarta kemarin

Menurut dia, kegiatan aksi sosial antara lain membersihkan lingkungan dan memberikan motivasi kepada para narapidana agar segera lepas dari jeratan narkoba serta memiliki kepercayaan diri. Pengobatan ini rutin dilakukan terhadap sekitar 2.800 penghuni penjara.

Wibowo menerangkan, secara garis besar ada empat jenis terapi, yaitu therapeutic community (TC), terapi terpadu, terapi medik, sosial, dan mental, serta terapi Kriminon. Untuk membangun sisi spiritual dan mental, terkadang diadakan pesantren kilat atau kegiatan rohani lainnya. Para napi juga diberi berbagai kursus keterampilan, termasuk kursus komputer.

Mereka pun dibebaskan memilih metode terapi yang pas. Bahkan, bagi narapidana yang masih kecanduan, diberikan obat Metadhone hingga tingkat ketergantungan berkurang secara bertahap.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia kemarin mengumumkan bahwa 500 narapidana kasus narkoba akan menjalani terapi dengan metode spiritual, emotional, and freedom technique (SEFT) di Cipinang mulai sekitar pukul 09.00. Aktor Roy Marten juga akan mengikuti terapi ini.

Juru bicara direktorat itu, Muhammad Akbar, mengatakan terapi ini untuk menghilangkan depresi, stres, kecanduan obat, serta penyakit yang rawan timbul di penjara. "Ini baru dilakukan di Cipinang. Sebelumnya dilakukan di Medaeng (Surabaya)," ucapnya.

Namun, kata Wibowo, Roy tak ikut terapi karena masih dalam masa pengenalan lingkungan. Ia baru seminggu mendekam di sana. "Masih diperiksa apakah ia ketergantungan atau tidak," katanya. Lembaganya juga akan mengeluarkan racun dari tubuh Roy jika masih tersisa narkoba.